Pelatihan AMC di Surabaya Diikuti Peserta Lintas Kota dan Profesi
Selasa, 02 Desember 2025 - 06:06 WIB
loading...
Pelatihan AMC Reguler di Surabaya akhir pekan lalu mencuri perhatian publik. Pelatihan diikuti puluhan peserta dari berbagai daerah, mulai Surabaya, Malang, Madura, Tarakan, Bali, hingga Bogor. Foto/Dok. SindoNews
A
A
A
SURABAYA - Pelatihan Alpha Mind Control (AMC) Reguler di Surabaya akhir pekan lalu mencuri perhatian publik. Pelatihan yang dipandu oleh Firman Pratama ini diikuti puluhan peserta dari berbagai daerah, mulai Surabaya, Malang, Madura, Tarakan, Bali, hingga Bogor.
Beragam latar belakang peserta menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap metode pengelolaan pikiran yang diperkenalkan Firman sejak 2013. Peserta berasal dari berbagai profesi: dokter, pengusaha, pegawai negeri, karyawan swasta, ibu rumah tangga, hingga peserta berusia di atas 55 tahun. Baca juga: Mengontrol Pikiran Jadikan Hidup Lebih Mudah dan Tenang
Pelatihan ini dikenal menekankan pemahaman logis tentang cara kerja pikiran, tanpa menggunakan ritual, afirmasi, meditasi, ataupun teknik aktivasi energi yang lazim ditemui di berbagai pelatihan pengembangan diri .
Metode AMC mengedepankan praktik langsung. Peserta tidak hanya mendengarkan teori, tetapi juga mengikuti serangkaian latihan yang bertujuan mengidentifikasi pola pikir yang selama ini menghambat diri mereka.
Dalam pelatihan, Firman didampingi lima alumni AMC yang bertugas membantu memantau dan mengoreksi hasil latihan peserta. Firman sendiri melakukan pengecekan akhir satu per satu untuk memastikan pemahaman peserta sesuai dengan konsep yang diajarkan.
Pendekatan intensif ini disebut menjadi keunikan AMC dibanding pelatihan lainnya. Sejumlah peserta menyampaikan kesan mereka setelah mengikuti pelatihan. Banyak yang mengaku terkejut karena materi yang disampaikan ringkas namun langsung dapat diaplikasikan.
Beberapa ungkapan yang terdengar di sesi penutupan antara lain:
“Kenapa baru tahu ilmu ini sekarang?”
“Ternyata jadi manusia itu menyenangkan ya…”
“Pelatihan ini paling masuk akal dibanding yang pernah saya ikuti.”
“Tidak ada afirmasi, tidak ada meditasi, tapi justru inilah yang paling jelas.”
Respons serupa juga terlihat dari peserta asal Bali, yang menyebut bahwa AMC “membantu memahami pikiran tanpa embel-embel mistis ataupun ritual khusus”.
Firman menjelaskan, banyak masalah hidup seperti stagnasi usaha, rezeki seret, hubungan tidak harmonis, hingga kelelahan emosional, sering kali berakar pada pola pikir yang salah. “Mengubah hidup itu bukan dimulai dari kerja keras, tapi dari cara pikiran memaknai hidup,” ujarnya. Baca juga: Bagaimana Cara Melejitkan Potensi Diri dalam Pandangan Syariat?
Dia menegaskan, ketika seseorang mampu meluruskan program pikirannya, berbagai aspek hidup ikut mengalami perubahan positif, mulai dari emosi, peluang, hingga rezeki. Diketahui, pelatihan AMC hampir selalu penuh dan banyak peserta datang karena mendapatkan rekomendasi dari alumni sebelumnya.
Tingginya minat ini menunjukkan bahwa semakin banyak orang menyadari pentingnya memahami cara kerja pikiran untuk memperbaiki kehidupan pribadi, pekerjaan, maupun relasi sosial. “Sebagian besar peserta adalah rujukan dari teman atau keluarga yang sudah mengikuti kelas ini dan merasakan perubahan signifikan,” ujar salah satu panitia.
Beragam latar belakang peserta menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap metode pengelolaan pikiran yang diperkenalkan Firman sejak 2013. Peserta berasal dari berbagai profesi: dokter, pengusaha, pegawai negeri, karyawan swasta, ibu rumah tangga, hingga peserta berusia di atas 55 tahun. Baca juga: Mengontrol Pikiran Jadikan Hidup Lebih Mudah dan Tenang
Pelatihan ini dikenal menekankan pemahaman logis tentang cara kerja pikiran, tanpa menggunakan ritual, afirmasi, meditasi, ataupun teknik aktivasi energi yang lazim ditemui di berbagai pelatihan pengembangan diri .
Metode AMC mengedepankan praktik langsung. Peserta tidak hanya mendengarkan teori, tetapi juga mengikuti serangkaian latihan yang bertujuan mengidentifikasi pola pikir yang selama ini menghambat diri mereka.
Dalam pelatihan, Firman didampingi lima alumni AMC yang bertugas membantu memantau dan mengoreksi hasil latihan peserta. Firman sendiri melakukan pengecekan akhir satu per satu untuk memastikan pemahaman peserta sesuai dengan konsep yang diajarkan.
Pendekatan intensif ini disebut menjadi keunikan AMC dibanding pelatihan lainnya. Sejumlah peserta menyampaikan kesan mereka setelah mengikuti pelatihan. Banyak yang mengaku terkejut karena materi yang disampaikan ringkas namun langsung dapat diaplikasikan.
Beberapa ungkapan yang terdengar di sesi penutupan antara lain:
“Kenapa baru tahu ilmu ini sekarang?”
“Ternyata jadi manusia itu menyenangkan ya…”
“Pelatihan ini paling masuk akal dibanding yang pernah saya ikuti.”
“Tidak ada afirmasi, tidak ada meditasi, tapi justru inilah yang paling jelas.”
Respons serupa juga terlihat dari peserta asal Bali, yang menyebut bahwa AMC “membantu memahami pikiran tanpa embel-embel mistis ataupun ritual khusus”.
Firman menjelaskan, banyak masalah hidup seperti stagnasi usaha, rezeki seret, hubungan tidak harmonis, hingga kelelahan emosional, sering kali berakar pada pola pikir yang salah. “Mengubah hidup itu bukan dimulai dari kerja keras, tapi dari cara pikiran memaknai hidup,” ujarnya. Baca juga: Bagaimana Cara Melejitkan Potensi Diri dalam Pandangan Syariat?
Dia menegaskan, ketika seseorang mampu meluruskan program pikirannya, berbagai aspek hidup ikut mengalami perubahan positif, mulai dari emosi, peluang, hingga rezeki. Diketahui, pelatihan AMC hampir selalu penuh dan banyak peserta datang karena mendapatkan rekomendasi dari alumni sebelumnya.
Tingginya minat ini menunjukkan bahwa semakin banyak orang menyadari pentingnya memahami cara kerja pikiran untuk memperbaiki kehidupan pribadi, pekerjaan, maupun relasi sosial. “Sebagian besar peserta adalah rujukan dari teman atau keluarga yang sudah mengikuti kelas ini dan merasakan perubahan signifikan,” ujar salah satu panitia.
(poe)
Lihat Juga :