Gapasdap Kerahkan Enam Kapal Bantu Korban Banjir Aceh, Sumut, dan Sumbar
Senin, 01 Desember 2025 - 21:08 WIB
loading...
Gapasdap mengerahkan enam kapal untuk mendukung tanggap darurat bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar. Foto/SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Dewan Pimpinan Pusat Gabungan Pengusaha Nasional Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan ( Gapasdap ) mengerahkan enam kapal untuk mendukung tanggap darurat bencana. Hal itu dilakukan untuk menjamin pasokan logistik bagi korban bencana alam.
Ketua Umum Gapasdap Khoiri Soetomo mengatakan, Gapasdap bersama operator langsung mengalihkan armada dari trayek Sibolga–Nias ke jalur darurat Padang–Nias dan Padang–Sibolga.
Langkah tersebut demi menjamin kelancaran pasokan BBM dan kebutuhan mesin pembangkit listrik, beras dan kebutuhan pokok, obat-obatan, serta logistik penting lain bagi masyarakat.
Baca juga: Update Korban Bencana Sumatera: 604 Orang Meninggal, 464 Belum Ditemukan
Enam kapal telah disiagakan dan dikerahkan, termasuk KMP Wira Prime, Wira Samaeri, Wira Harmoni, Wira Ono Niha, Wira Nauli, dan Wira Victoria. Armada ini melayani rute darurat sepanjang 220 nautical miles dengan waktu pelayaran 22–23 jam tanpa jeda demi menjaga agar suplai masyarakat tidak terputus.
“Tanah longsor dan banjir besar yang melanda Tapanuli Tengah, Sibolga, dan Pulau Nias. Bencana ini menyebabkan akses darat terputus total, menjadikan jalur laut satu-satunya nadi logistik bagi masyarakat di wilayah tersebut,” ujarnya, Senin (1/12/2025) .
Khoiri juga menyampaikan apresiasi yang sangat tinggi kepada seluruh jajaran di Kementerian Perhubungan (Kemenhub), khususnya, Direktorat Jenderal (Ditjen) Perhubungan Laut, Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut (Dirlala), KSOP Gunungsitoli, dan KSOP Teluk Bayur yang menunjukkan kecepatan respons luar biasa meskipun dalam suasana libur akhir pekan.
Baca juga: Mendagri: Bencana Aceh, Sumut, Sumbar Skalanya Luas dan Cepat, Kita Kurang Siap
“Kami sangat mengapresiasi langkah cepat Dirjen Hubla, Dirlala, dan seluruh jajaran KSOP yang langsung menerbitkan RPT darurat dan melakukan koordinasi lapangan dengan sangat baik. Respons cepat ini sangat krusial dalam menyelamatkan rantai pasok logistik di tengah situasi bencana,” ujar Khoiri.
Gapasdap juga memberikan penghargaan khusus kepada Direktur Utama PT Wira Jaya Logitama Sukiarto yang sangat cepat dan tanggap menyiapkan armada dalam waktu singkat, melakukan konsolidasi kru dan logistik kapal, berkoordinasi intensif dengan DPP Gapasdap, KSOP, dan pemerintah daerah, serta mengerahkan armada tanpa menunggu instruksi panjang.
“Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi tingginya kepada PT Wira Jaya Logitama yang bergerak cepat dan responsif dalam mendukung operasi kemanusiaan ini. Tanpa kesiapan operator, situasi akan jauh lebih sulit,” ucapnya.
Gapasdap juga merekomendasikan pemerintah pusat agar mMemastikan keberlanjutan penerbitan izin dan RPT darurat bagi kapal-kapal penugasan. Menjamin ketersediaan BBM untuk kapal-kapal penyeberangan yang sedang menjalankan misi kemanusiaan.
“Meningkatkan dukungan APBN untuk penguatan dermaga dan fasilitas pelabuhan yang terbukti menjadi jalur vital saat bencana terjadi. Menyediakan jalur prioritas logistik nasional untuk memastikan distribusi bantuan berjalan cepat dan tepat waktu,” katanya.
Gapasdap menegaskan sektor penyeberangan kembali membuktikan diri sebagai penyelamat rantai logistik nasional ketika akses darat terputus.
“Kami seluruh operator penyeberangan siap bekerja 24 jam demi masyarakat. Gapasdap berdiri bersama pemerintah untuk memastikan akses logistik bangsa tetap terjaga,” ucapnya.
Ketua Umum Gapasdap Khoiri Soetomo mengatakan, Gapasdap bersama operator langsung mengalihkan armada dari trayek Sibolga–Nias ke jalur darurat Padang–Nias dan Padang–Sibolga.
Langkah tersebut demi menjamin kelancaran pasokan BBM dan kebutuhan mesin pembangkit listrik, beras dan kebutuhan pokok, obat-obatan, serta logistik penting lain bagi masyarakat.
Baca juga: Update Korban Bencana Sumatera: 604 Orang Meninggal, 464 Belum Ditemukan
Enam kapal telah disiagakan dan dikerahkan, termasuk KMP Wira Prime, Wira Samaeri, Wira Harmoni, Wira Ono Niha, Wira Nauli, dan Wira Victoria. Armada ini melayani rute darurat sepanjang 220 nautical miles dengan waktu pelayaran 22–23 jam tanpa jeda demi menjaga agar suplai masyarakat tidak terputus.
“Tanah longsor dan banjir besar yang melanda Tapanuli Tengah, Sibolga, dan Pulau Nias. Bencana ini menyebabkan akses darat terputus total, menjadikan jalur laut satu-satunya nadi logistik bagi masyarakat di wilayah tersebut,” ujarnya, Senin (1/12/2025) .
Khoiri juga menyampaikan apresiasi yang sangat tinggi kepada seluruh jajaran di Kementerian Perhubungan (Kemenhub), khususnya, Direktorat Jenderal (Ditjen) Perhubungan Laut, Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut (Dirlala), KSOP Gunungsitoli, dan KSOP Teluk Bayur yang menunjukkan kecepatan respons luar biasa meskipun dalam suasana libur akhir pekan.
Baca juga: Mendagri: Bencana Aceh, Sumut, Sumbar Skalanya Luas dan Cepat, Kita Kurang Siap
“Kami sangat mengapresiasi langkah cepat Dirjen Hubla, Dirlala, dan seluruh jajaran KSOP yang langsung menerbitkan RPT darurat dan melakukan koordinasi lapangan dengan sangat baik. Respons cepat ini sangat krusial dalam menyelamatkan rantai pasok logistik di tengah situasi bencana,” ujar Khoiri.
Gapasdap juga memberikan penghargaan khusus kepada Direktur Utama PT Wira Jaya Logitama Sukiarto yang sangat cepat dan tanggap menyiapkan armada dalam waktu singkat, melakukan konsolidasi kru dan logistik kapal, berkoordinasi intensif dengan DPP Gapasdap, KSOP, dan pemerintah daerah, serta mengerahkan armada tanpa menunggu instruksi panjang.
“Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi tingginya kepada PT Wira Jaya Logitama yang bergerak cepat dan responsif dalam mendukung operasi kemanusiaan ini. Tanpa kesiapan operator, situasi akan jauh lebih sulit,” ucapnya.
Gapasdap juga merekomendasikan pemerintah pusat agar mMemastikan keberlanjutan penerbitan izin dan RPT darurat bagi kapal-kapal penugasan. Menjamin ketersediaan BBM untuk kapal-kapal penyeberangan yang sedang menjalankan misi kemanusiaan.
“Meningkatkan dukungan APBN untuk penguatan dermaga dan fasilitas pelabuhan yang terbukti menjadi jalur vital saat bencana terjadi. Menyediakan jalur prioritas logistik nasional untuk memastikan distribusi bantuan berjalan cepat dan tepat waktu,” katanya.
Gapasdap menegaskan sektor penyeberangan kembali membuktikan diri sebagai penyelamat rantai logistik nasional ketika akses darat terputus.
“Kami seluruh operator penyeberangan siap bekerja 24 jam demi masyarakat. Gapasdap berdiri bersama pemerintah untuk memastikan akses logistik bangsa tetap terjaga,” ucapnya.
(cip)
Lihat Juga :