Lantik Uus Kuswanto sebagai Sekda DKI Jakarta, Pramono: Saya Butuh Administrator Ulung
Senin, 01 Desember 2025 - 16:51 WIB
loading...
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung melantik Uus Kuswanto sebagai Sekda DKI Jakarta pada Senin (1/12/2025). Uus menggantikan Marullah Matali yang pensiun. Foto/Riyan Rizki
A
A
A
JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung melantik Uus Kuswanto sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta. Uus Kuswanto menggantikan Marullah Matali yang pensiun.
"Hari ini saya melantik Sekda DKI Jakarta , Bapak Uus Kuswanto, yang telah saya lantik sebagai Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta sesuai dengan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 184/TPA Tahun 2025, ditandatangani tanggal 21 November," kata Pramono kepada wartawan di Balai Kota Jakarta, Senin (1/12/2025).
Pramono menyampaikan rasa terima kasih kepada Marullah yang telah mengabdi 29 tahun di Balai Kota. Dengan adanya pelantikan itu, Pramono yakin Uus akan bisa bekerja sama dengan dirinya dan Wakil Gubernur Rano Karno untuk membangun Jakarta.
Baca Juga: Pramono Anung Bakal Hadiri Reuni Akbar 212 di Monas Besok
"Saya membutuhkan seorang administrator yang ulung, yang kuat, karena untuk substansi dan sebagainya tentunya dengan pengalaman panjang saya sebagai orang yang bekerja di pemerintah pusat 25 tahun, saya tahu apa yang saya butuhkan," ucapnya.
Pramono juga mengatakan, dirinya telah melihat rekam jejak Uus. "Saya melihat rekam jejak, dan saya membutuhkan seorang administrator yang ulung, yang kuat," kata Pramono.
Pramono juga menepis anggapan bahwa seleksi dan pelantikan Uus dilakukan secara mendadak dan tertutup. Menurutnya, proses seleksi tetap berjalan sesuai mekanisme, mulai dari penyaringan 10 nama hingga mengerucut menjadi 3. Ia mengatakan, Pemprov DKI Jakarta menggunakan kombinasi seleksi terbuka dan manajemen talenta.
"Proses itu dijalani penuh. Hanya saja saya berkeinginan proses ini jangan terlalu heboh. Yang penting memilih orang terbaik," katanya.
Pramono menegaskan tidak ada lobi yang memengaruhi keputusan penunjukan Uus. Ia bahkan mengaku baru bertemu Uus kembali setelah pelantikan pagi ini. "Tidak ada sama sekali lobi yang bisa mempengaruhi keputusan saya. Maka ketika sudah memutuskan menominasikan utama Pak Uus, tentunya itu adalah bagian dari tanggung jawab saya. Jadi saya baru ketemu ini tadi dengan Pak Uus. Itulah bagian dari profesionalisme yang saya junjung tinggi," jelasnya.
Soal posisi Wali Kota Jakarta Barat yang ditinggalkan Uus, Pramono mengaku akan melantik pejabat baru. "Yang jelas karena baru dilantik, Plt-nya pasti besok sudah ada. Nanti akan kami umumkan," ujarnya.
"Hari ini saya melantik Sekda DKI Jakarta , Bapak Uus Kuswanto, yang telah saya lantik sebagai Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta sesuai dengan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 184/TPA Tahun 2025, ditandatangani tanggal 21 November," kata Pramono kepada wartawan di Balai Kota Jakarta, Senin (1/12/2025).
Pramono menyampaikan rasa terima kasih kepada Marullah yang telah mengabdi 29 tahun di Balai Kota. Dengan adanya pelantikan itu, Pramono yakin Uus akan bisa bekerja sama dengan dirinya dan Wakil Gubernur Rano Karno untuk membangun Jakarta.
Baca Juga: Pramono Anung Bakal Hadiri Reuni Akbar 212 di Monas Besok
"Saya membutuhkan seorang administrator yang ulung, yang kuat, karena untuk substansi dan sebagainya tentunya dengan pengalaman panjang saya sebagai orang yang bekerja di pemerintah pusat 25 tahun, saya tahu apa yang saya butuhkan," ucapnya.
Pramono juga mengatakan, dirinya telah melihat rekam jejak Uus. "Saya melihat rekam jejak, dan saya membutuhkan seorang administrator yang ulung, yang kuat," kata Pramono.
Pramono juga menepis anggapan bahwa seleksi dan pelantikan Uus dilakukan secara mendadak dan tertutup. Menurutnya, proses seleksi tetap berjalan sesuai mekanisme, mulai dari penyaringan 10 nama hingga mengerucut menjadi 3. Ia mengatakan, Pemprov DKI Jakarta menggunakan kombinasi seleksi terbuka dan manajemen talenta.
"Proses itu dijalani penuh. Hanya saja saya berkeinginan proses ini jangan terlalu heboh. Yang penting memilih orang terbaik," katanya.
Pramono menegaskan tidak ada lobi yang memengaruhi keputusan penunjukan Uus. Ia bahkan mengaku baru bertemu Uus kembali setelah pelantikan pagi ini. "Tidak ada sama sekali lobi yang bisa mempengaruhi keputusan saya. Maka ketika sudah memutuskan menominasikan utama Pak Uus, tentunya itu adalah bagian dari tanggung jawab saya. Jadi saya baru ketemu ini tadi dengan Pak Uus. Itulah bagian dari profesionalisme yang saya junjung tinggi," jelasnya.
Soal posisi Wali Kota Jakarta Barat yang ditinggalkan Uus, Pramono mengaku akan melantik pejabat baru. "Yang jelas karena baru dilantik, Plt-nya pasti besok sudah ada. Nanti akan kami umumkan," ujarnya.
(zik)
Lihat Juga :