Bantu Korban Banjir Bandang Sumut, PSI Distribusi Makanan dan Air Bersih
Senin, 01 Desember 2025 - 12:10 WIB
loading...
Posko Bantuan Utama PSI di Medan membantu warga terdampak banjir bandang di Sumut. Sejak hari pertama, posko langsung melakukan distribusi bantuan darurat. Foto/Ist
A
A
A
MEDAN - Posko Bantuan Utama PSI di Medan terus bergerak membantu warga yang terdampak banjir bandang di Sumatera Utara (Sumut). Sejak hari pertama, posko langsung melakukan distribusi bantuan darurat yang paling dibutuhkan warga.
Penanggung Jawab Posko Renville Pandapotan Napitupulu menjelaskan, kebutuhan pertama yang harus segera dipenuhi adalah makanan siap saji karena ribuan warga tidak bisa lagi menggunakan peralatan rumah tangga yang terendam banjir.
Baca juga: Prabowo Temui Pengungsi Banjir-Longsor di Tapteng: Mereka Masih Syok
“Di awal, kami fokus mendistribusikan nasi bungkus, jumlahnya mencapai ribuan bungkus itu. Itu utama karena masyarakat tidak bisa menggunakan peralatan rumah tangga karena terendam," katanya saat dihubungi wartawan, Senin (1/12/2025).
Selain makanan, pihaknya juga menyalurkan pakaian layak pakai serta berbagai kebutuhan untuk warga yang masih bertahan di pengungsian. Untuk anak-anak dan lansia, mereka menyalurkan bantuan berupa makanan ringan dan sejumlah perlengkapan lainnya.
“Memang kendala kita alami walaupun banjir sudah tidak terlalu tinggi tapi rumah warga masih penuh lumpur. Kemudian kita juga bantu sembako, selimut dan buku tulis dari Mas Ketum Kaesang Pangarep,” kata Ketua Fraksi PSI DPRD Kota Medan.
Baca juga: Update Bencana Aceh, Sumut, Sumbar: 442 Orang Meninggal, 402 Masih Hilang
Renville mengungkapkan bahwa medan menuju lokasi bencana menjadi kendala utama. Terutama pada hari-hari awal ketika banjir masih tinggi.
Mobilisasi logistik pun ikut terhambat. Dia menambahkan, posko-posko di wilayah lain di Sumut sempat kekurangan stok kebutuhan dasar, karena pasokan kebutuhan pokok kini mulai langka.
Meski situasi banjir mulai membaik, banyak warga masih bertahan di posko pengungsian karena rumah mereka ditutupi lumpur dan kehilangan sumber penghasilan. Pihaknya memusatkan bantuan kepada warga yang paling rentan, terutama yang tinggal di daerah pinggiran rel.
"Kita tetap distribusikan bantuan yang udah masuk, sejenis makanan ringan, Indomie, air mineral, selimut dan beras kita distribusikan. Selain itu, kita juga fokus ke masyarakat yang kurang mampu, terutama mereka yang tinggal di pinggiran rel. Di mana kebanyakan mereka bekerja sebagai pemulung," jelas Renville.
Ia menambahkan bahwa masih banyak kebutuhan mendesak yang belum terpenuhi, terutama air bersih. Renville menuturkan, jaringan PDAM di lokasi terdampak banjir belum pulih sepenuhnya. Karena itu, posko PSI berinisiatif berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan warga mendapatkan pasokan air bersih.
"Di sini PDAM masih belum optimal kembali seperti awal. Kita turun ke lapangan, dan setelah tahu kebutuhan masyarakat adalah air bersih, kita coba kontek Kadis Damkar untuk bisa memberikan air bersih kepada warga yang rumahnya sempat terendam," pungkasnya.
Penanggung Jawab Posko Renville Pandapotan Napitupulu menjelaskan, kebutuhan pertama yang harus segera dipenuhi adalah makanan siap saji karena ribuan warga tidak bisa lagi menggunakan peralatan rumah tangga yang terendam banjir.
Baca juga: Prabowo Temui Pengungsi Banjir-Longsor di Tapteng: Mereka Masih Syok
“Di awal, kami fokus mendistribusikan nasi bungkus, jumlahnya mencapai ribuan bungkus itu. Itu utama karena masyarakat tidak bisa menggunakan peralatan rumah tangga karena terendam," katanya saat dihubungi wartawan, Senin (1/12/2025).
Selain makanan, pihaknya juga menyalurkan pakaian layak pakai serta berbagai kebutuhan untuk warga yang masih bertahan di pengungsian. Untuk anak-anak dan lansia, mereka menyalurkan bantuan berupa makanan ringan dan sejumlah perlengkapan lainnya.
“Memang kendala kita alami walaupun banjir sudah tidak terlalu tinggi tapi rumah warga masih penuh lumpur. Kemudian kita juga bantu sembako, selimut dan buku tulis dari Mas Ketum Kaesang Pangarep,” kata Ketua Fraksi PSI DPRD Kota Medan.
Baca juga: Update Bencana Aceh, Sumut, Sumbar: 442 Orang Meninggal, 402 Masih Hilang
Renville mengungkapkan bahwa medan menuju lokasi bencana menjadi kendala utama. Terutama pada hari-hari awal ketika banjir masih tinggi.
Mobilisasi logistik pun ikut terhambat. Dia menambahkan, posko-posko di wilayah lain di Sumut sempat kekurangan stok kebutuhan dasar, karena pasokan kebutuhan pokok kini mulai langka.
Meski situasi banjir mulai membaik, banyak warga masih bertahan di posko pengungsian karena rumah mereka ditutupi lumpur dan kehilangan sumber penghasilan. Pihaknya memusatkan bantuan kepada warga yang paling rentan, terutama yang tinggal di daerah pinggiran rel.
"Kita tetap distribusikan bantuan yang udah masuk, sejenis makanan ringan, Indomie, air mineral, selimut dan beras kita distribusikan. Selain itu, kita juga fokus ke masyarakat yang kurang mampu, terutama mereka yang tinggal di pinggiran rel. Di mana kebanyakan mereka bekerja sebagai pemulung," jelas Renville.
Ia menambahkan bahwa masih banyak kebutuhan mendesak yang belum terpenuhi, terutama air bersih. Renville menuturkan, jaringan PDAM di lokasi terdampak banjir belum pulih sepenuhnya. Karena itu, posko PSI berinisiatif berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan warga mendapatkan pasokan air bersih.
"Di sini PDAM masih belum optimal kembali seperti awal. Kita turun ke lapangan, dan setelah tahu kebutuhan masyarakat adalah air bersih, kita coba kontek Kadis Damkar untuk bisa memberikan air bersih kepada warga yang rumahnya sempat terendam," pungkasnya.
(shf)
Lihat Juga :