Penuh Haru, Bhayangkari Ini Menyusui Bayi yang Terpisah dari Ibu Kandungnya saat Banjir-Longsor di Tapanuli Selatan
Senin, 01 Desember 2025 - 05:53 WIB
loading...
Anggota Bhayangkari Cabang Tapanuli Selatan, Tengku Nova Mulyana Hanafi menyusui bayi yang terpisah dari ibu kandungnya yang masih berada di lokasi longsor. Foto/Ist
A
A
A
TAPANULI SELATAN - Di tengah hiruk-pikuk posko penanganan bencana alam banjir dan longsor yang dipenuhi isak, kepanikan dan harapan, sebuah momen kecil namun sangat memanusiakan terjadi. Peristiwa itu berlangsung di Posko Kesehatan dan Dapur Umum depan RM Sinyar-Nyar, Dusun Purba Tua, Desa Marsada, Sipirok, Tapanuli Selatan, Sumatera Utara.
Di antara kerumunan, seorang nenek tampak menggendong bayi mungil berusia sekitar satu bulan. Sang bayi menangis tanpa henti karena lapar, kelelahan, dan terpisah dari ibu kandungnya yang masih berada di lokasi longsor.
Baca juga: Update Korban Banjir dan Longsor Sumut Bertambah: 217 Orang Tewas, 209 Masih Hilang
Tangis itu seolah memantul di antara dinding tenda darurat, memanggil siapa saja yang mendengarnya hingga memilukan dan menyayat hati.
Melihat kondisi itu, seorang perempuan dari Bhayangkari Cabang Tapanuli Selatan, Tengku Nova Mulyana Hanafi langsung tergerak. Tanpa pikir panjang, ia menawarkan bantuan paling tulus yang bisa diberikan seorang ibu, yakni memberikan asir susu ibu (ASI)-nya sendiri.
"Waktu melihat bayi itu menangis, saya seperti melihat anak saya sendiri. Saya hanya memikirkan satu hal, yakni dia harus segera ditenangkan, dia harus minum. Selama saya bisa membantu, saya lakukan tanpa ragu," ujar Nova dengan suara bergetar mengingat momen tersebut, dikutip Senin (1/12/2025).
Setelah mendapatkan izin dari tenaga kesehatan dan sang nenek, Nova segera menuju musala kecil di sisi posko. Di sana, sambil menahan haru, ia menyusui bayi tak berdaya yang bahkan belum mengenal dunia selain tangis dan bencana.
Baca juga: Update Bencana Aceh, Sumut, Sumbar: 442 Orang Meninggal, 402 Masih Hilang
Seketika, tangis bayi itu mereda, berganti dengan tidur tenang dalam dekapan penuh kasih.
Dari lokasi berbeda, Ketua Bhayangkari Cabang Tapanuli Selatan, Kiki Yon Edi menyampaikan apresiasi dan kebanggaan terhadap aksi spontan anggota Bhayangkari tersebut.
"Yang dilakukan Yana adalah wujud kepedulian yang menjadi jantung Bhayangkari. Kami berusaha hadir bukan hanya sebagai pendamping suami, tetapi juga sebagai bagian dari masyarakat yang ikut meringankan beban sesama," sebut istri Kapolres Tapsel itu.
Peristiwa menyentuh ini juga mendapat perhatian dari Kapolda Sumut Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto. Ia menegaskan bahwa tindakan kemanusiaan seperti ini mencerminkan nilai luhur yang dijunjung Polri dan keluarga besar Bhayangkari.
"Di tengah situasi bencana yang penuh duka, tindakan Nova menjadi gambaran bahwa kepedulian tidak pernah padam. Polri dan Bhayangkari selalu berupaya hadir membawa kehangatan, rasa aman, dan pertolongan bagi masyarakat," ujar Kapolda melalui Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Ferry Walintukan.
Kapolda juga menambahkan bahwa Polda Sumut berkomitmen terus memberikan dukungan penuh terhadap penanganan bencana di wilayah Tapanuli Selatan dan daerah lain yang terdampak bencana.
Di antara kerumunan, seorang nenek tampak menggendong bayi mungil berusia sekitar satu bulan. Sang bayi menangis tanpa henti karena lapar, kelelahan, dan terpisah dari ibu kandungnya yang masih berada di lokasi longsor.
Baca juga: Update Korban Banjir dan Longsor Sumut Bertambah: 217 Orang Tewas, 209 Masih Hilang
Tangis itu seolah memantul di antara dinding tenda darurat, memanggil siapa saja yang mendengarnya hingga memilukan dan menyayat hati.
Melihat kondisi itu, seorang perempuan dari Bhayangkari Cabang Tapanuli Selatan, Tengku Nova Mulyana Hanafi langsung tergerak. Tanpa pikir panjang, ia menawarkan bantuan paling tulus yang bisa diberikan seorang ibu, yakni memberikan asir susu ibu (ASI)-nya sendiri.
"Waktu melihat bayi itu menangis, saya seperti melihat anak saya sendiri. Saya hanya memikirkan satu hal, yakni dia harus segera ditenangkan, dia harus minum. Selama saya bisa membantu, saya lakukan tanpa ragu," ujar Nova dengan suara bergetar mengingat momen tersebut, dikutip Senin (1/12/2025).
Setelah mendapatkan izin dari tenaga kesehatan dan sang nenek, Nova segera menuju musala kecil di sisi posko. Di sana, sambil menahan haru, ia menyusui bayi tak berdaya yang bahkan belum mengenal dunia selain tangis dan bencana.
Baca juga: Update Bencana Aceh, Sumut, Sumbar: 442 Orang Meninggal, 402 Masih Hilang
Seketika, tangis bayi itu mereda, berganti dengan tidur tenang dalam dekapan penuh kasih.
Dari lokasi berbeda, Ketua Bhayangkari Cabang Tapanuli Selatan, Kiki Yon Edi menyampaikan apresiasi dan kebanggaan terhadap aksi spontan anggota Bhayangkari tersebut.
"Yang dilakukan Yana adalah wujud kepedulian yang menjadi jantung Bhayangkari. Kami berusaha hadir bukan hanya sebagai pendamping suami, tetapi juga sebagai bagian dari masyarakat yang ikut meringankan beban sesama," sebut istri Kapolres Tapsel itu.
Peristiwa menyentuh ini juga mendapat perhatian dari Kapolda Sumut Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto. Ia menegaskan bahwa tindakan kemanusiaan seperti ini mencerminkan nilai luhur yang dijunjung Polri dan keluarga besar Bhayangkari.
"Di tengah situasi bencana yang penuh duka, tindakan Nova menjadi gambaran bahwa kepedulian tidak pernah padam. Polri dan Bhayangkari selalu berupaya hadir membawa kehangatan, rasa aman, dan pertolongan bagi masyarakat," ujar Kapolda melalui Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Ferry Walintukan.
Kapolda juga menambahkan bahwa Polda Sumut berkomitmen terus memberikan dukungan penuh terhadap penanganan bencana di wilayah Tapanuli Selatan dan daerah lain yang terdampak bencana.
(shf)
Lihat Juga :