Gandeng BSSN, Unsoed Future Link 2025 Soroti Keamanan Siber dan Talenta Digital
Minggu, 30 November 2025 - 17:29 WIB
loading...
Unsoed Future Link 2025 menyoroti keamanan siber dan talenta digital. Foto/istimewa
A
A
A
JAKARTA - Penguatan keamanan siber dan kesiapan talenta digital Indonesia dinilai sangat penting. Untuk itu, mahasiswa sebagai garda terdepan harus menguasai teknologi.
Hal itu dibahas dalam Sesi Future Link 2025 yang diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai organisasi fakultas di Universitas Jenderal Peserta. Mereka merupakan perwakilan kampus dan organisasi alumni seperti KA Unsoed, Ikafu, Ikapol, BEM Unsoed, dan Sekolah Komunitas Bhineka Ceria.
Dalam sesi ini, Public Relations Manager Huawei Indonesia Niko Setiawan, menyampaikan Huawei tidak sekadar mendukung teknologi, tetapi juga pengembangan talenta digital Indonesia.
Baca juga: Panglima TNI Lantik 51 Perwira Muda Ahli Siber, Ini Nama 3 Lulusan Terbaik
“Indonesia sedang bergerak menuju ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara. Untuk mencapainya, mahasiswa harus menjadi garda terdepan penguasaan teknologi. Huawei berkomitmen hadir bukan hanya sebagai penyedia teknologi, tetapi sebagai partner dalam menyiapkan SDM digital melalui berbagai program pengembangan kapasitas seperti Unsoed Future Link 2025,” ujar Niko, Minggu (30/11/2025).
Kepala Biro Hukum dan Kerja Sama BSSN Brigjen TNI Berty Beatus Willem Sumakud, menegaskan keamanan siber adalah fondasi utama dari seluruh inovasi digital.
Baca juga: Indonesia Darurat Siber! Ketika Ransomware, Phishing, dan DDoS Jadi Menu Harian, Apa yang Harus Dilakukan?
“Transformasi digital tidak akan bermakna tanpa keamanan. Mahasiswa harus memahami risiko, etika digital, dan keamanan informasi sejak awal. BSSN terus memperluas program edukasi dan kolaborasi agar generasi muda mampu menjadi aktor keamanan digital yang bertanggung jawab,” jelasnya.
Para peserta Unsoed Future Link 2025 aktif berdiskusi mengenai ancaman siber terbaru, peluang karier di sektor keamanan digital, serta pentingnya standar keamanan dalam pengembangan teknologi dan aplikasi.
Hal itu dibahas dalam Sesi Future Link 2025 yang diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai organisasi fakultas di Universitas Jenderal Peserta. Mereka merupakan perwakilan kampus dan organisasi alumni seperti KA Unsoed, Ikafu, Ikapol, BEM Unsoed, dan Sekolah Komunitas Bhineka Ceria.
Dalam sesi ini, Public Relations Manager Huawei Indonesia Niko Setiawan, menyampaikan Huawei tidak sekadar mendukung teknologi, tetapi juga pengembangan talenta digital Indonesia.
Baca juga: Panglima TNI Lantik 51 Perwira Muda Ahli Siber, Ini Nama 3 Lulusan Terbaik
“Indonesia sedang bergerak menuju ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara. Untuk mencapainya, mahasiswa harus menjadi garda terdepan penguasaan teknologi. Huawei berkomitmen hadir bukan hanya sebagai penyedia teknologi, tetapi sebagai partner dalam menyiapkan SDM digital melalui berbagai program pengembangan kapasitas seperti Unsoed Future Link 2025,” ujar Niko, Minggu (30/11/2025).
Kepala Biro Hukum dan Kerja Sama BSSN Brigjen TNI Berty Beatus Willem Sumakud, menegaskan keamanan siber adalah fondasi utama dari seluruh inovasi digital.
Baca juga: Indonesia Darurat Siber! Ketika Ransomware, Phishing, dan DDoS Jadi Menu Harian, Apa yang Harus Dilakukan?
“Transformasi digital tidak akan bermakna tanpa keamanan. Mahasiswa harus memahami risiko, etika digital, dan keamanan informasi sejak awal. BSSN terus memperluas program edukasi dan kolaborasi agar generasi muda mampu menjadi aktor keamanan digital yang bertanggung jawab,” jelasnya.
Para peserta Unsoed Future Link 2025 aktif berdiskusi mengenai ancaman siber terbaru, peluang karier di sektor keamanan digital, serta pentingnya standar keamanan dalam pengembangan teknologi dan aplikasi.
(cip)
Lihat Juga :