Buka Suara Pakai Dana Darurat Atasi Banjir dan Longsor Sumatera, Purbaya: Kalau Disuruh Bayar, Saya Bayar
Sabtu, 29 November 2025 - 18:57 WIB
loading...
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan siap untuk menggelontorkan dana darurat guna membantu penanganan bencana alam banjir dan tanah longsor di Pulau Sumatera. Foto/Achmad Al Fiqri
A
A
A
JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan siap untuk menggelontorkan dana darurat guna membantu penanganan bencana alam banjir dan tanah longsor di Pulau Sumatera. Hingga kini evakuasi korban masih berlangsung di lokasi terdampak, yakni Sumatera Barat, Sumatera Utara dan Aceh.
"Kalau saya disuruh bayar, saya bayar, gitu saja," ujar Purbaya saat ditemui di kawasan Jakarta Selatan, Sabtu (29/11/2025).
Baca juga: Update Korban Banjir Sumut, 147 Orang Tewas dan 147 Hilang
Kendati demikian, Purbaya mengaku tak mengetahui, dana darurat bisa dipakai lantaran bencana banjir dan longsor di Sumatera itu tak berstatus bencana nasional.
"Saya belum tahu itu malah. Itu harus tanya itu sana, saya bukan bidang itu," kata Purbaya.
Sekedar informasi, bencana banjir dan tanah longsor ini melanda wilayah yang cukup luas di Pulau Sumatera. BNPB mencatat, banjir dan tanah longsor terjadi Aceh Barat, Aceh Timur, Aceh Utara, Singkil, dan Bireun.
Sedangkan untuk wilayah Sumatera Utara, banjir dan longsor juga terjadi di Kabupaten Humbang Hasundutan, Deli Serdang, Pakpak Barat, Tapanuli Tengah, Serdang Bedagai, serta Nias. Bahkan Di Padang Sidempuan, banjir pada 25 November 2025, misalnya, telah mengakibatkan sekitar 220 jiwa dan 17 unit rumah terdampak, serta satu orang dilaporkan hilang.
Baca juga: BNPB Upayakan Distribusi Logistik Peralatan Via Jalur Darat, Laut, dan Udara ke Aceh
Gempa tektonik 6,3 M di laut barat laut Sinabang, Aceh, yang getarannya terasa hingga Medan juga menambah daftar kekhawatiran. Cuaca ekstrem ini, yang dipicu salah satunya oleh Siklon Tropis KOTO dan Bibit Siklon 95B, telah meningkatkan risiko secara signifikan.
Sementara itu untuk Sumatera Barat: Kota Padang, Tanah Datar, Bukittinggi, Solok, Pesisir Selatan, Padang Panjang, Pasaman Barat, dan Lima Puluh Kota. Di Kabupaten Agam, banjir pada 25 November 2025, tercatat 42 kepala keluarga/143 jiwa dan 21 unit rumah terdampak.
"Kalau saya disuruh bayar, saya bayar, gitu saja," ujar Purbaya saat ditemui di kawasan Jakarta Selatan, Sabtu (29/11/2025).
Baca juga: Update Korban Banjir Sumut, 147 Orang Tewas dan 147 Hilang
Kendati demikian, Purbaya mengaku tak mengetahui, dana darurat bisa dipakai lantaran bencana banjir dan longsor di Sumatera itu tak berstatus bencana nasional.
"Saya belum tahu itu malah. Itu harus tanya itu sana, saya bukan bidang itu," kata Purbaya.
Sekedar informasi, bencana banjir dan tanah longsor ini melanda wilayah yang cukup luas di Pulau Sumatera. BNPB mencatat, banjir dan tanah longsor terjadi Aceh Barat, Aceh Timur, Aceh Utara, Singkil, dan Bireun.
Sedangkan untuk wilayah Sumatera Utara, banjir dan longsor juga terjadi di Kabupaten Humbang Hasundutan, Deli Serdang, Pakpak Barat, Tapanuli Tengah, Serdang Bedagai, serta Nias. Bahkan Di Padang Sidempuan, banjir pada 25 November 2025, misalnya, telah mengakibatkan sekitar 220 jiwa dan 17 unit rumah terdampak, serta satu orang dilaporkan hilang.
Baca juga: BNPB Upayakan Distribusi Logistik Peralatan Via Jalur Darat, Laut, dan Udara ke Aceh
Gempa tektonik 6,3 M di laut barat laut Sinabang, Aceh, yang getarannya terasa hingga Medan juga menambah daftar kekhawatiran. Cuaca ekstrem ini, yang dipicu salah satunya oleh Siklon Tropis KOTO dan Bibit Siklon 95B, telah meningkatkan risiko secara signifikan.
Sementara itu untuk Sumatera Barat: Kota Padang, Tanah Datar, Bukittinggi, Solok, Pesisir Selatan, Padang Panjang, Pasaman Barat, dan Lima Puluh Kota. Di Kabupaten Agam, banjir pada 25 November 2025, tercatat 42 kepala keluarga/143 jiwa dan 21 unit rumah terdampak.
(shf)
Lihat Juga :