Ibu-ibu Bekasi Catat 644 Pre-Order usai Belajar Baking dan Konten AI ala Sandiaga Uno
Sabtu, 29 November 2025 - 07:04 WIB
loading...
Sebanyak 644 pesanan senilai Rp3,2 juta berhasil diraih ibu-ibu usai mengikuti pelatihan membuat Kue Lumpur Surga dan Bolu Lumer di Kitiran Cafe, Jatibening Baru, Pondok Gede, Kota Bekasi, Selasa (25/11/2025). Foto: Ist
A
A
A
BEKASI - Sebanyak 644 pesanan senilai Rp3,2 juta berhasil diraih ibu-ibu usai mengikuti pelatihan membuat Kue Lumpur Surga dan Bolu Lumer di Kitiran Cafe, Jatibening Baru, Pondok Gede, Kota Bekasi, Selasa (25/11/2025). Pelatihan yang dihelat Yayasan Indonesia Setara (YIS) bersama SKIES Indonesia ini dirancang untuk membuka peluang usaha rumahan, khususnya bagi kaum ibu.
Tidak hanya sekadar mengajarkan keterampilan membuat kue, pelatihan ini juga membekali peserta dengan penggunaan kecerdasan Artificial Intelligence (AI) untuk pemasaran sekaligus membangun jejaring guna mendorong penjualan.
Baca juga: Puluhan Peserta Ramaikan Workshop YIS dan GAN di Bogor, Buka Lapangan Kerja
Founder YIS Sandiaga Uno menuturkan YIS yang telah berdiri kurang lebih setahun ini berkomitmen memberdayakan masyarakat, terutama perempuan agar mandiri secara ekonomi.
"Visi kami adalah membawa elemen masyarakat, khususnya perempuan memiliki hak yang sama dalam bekerja dan berpenghasilan. Program pemberdayaan perempuan ini bertujuan agar mereka bisa menghasilkan penghasilan sendiri," ujar Sandiaga, Jumat (28/11/2025).
Artinya, ibu yang hadir dilatih agar memiliki skill yang dapat dimanfaatkan untuk menopang ekonomi keluarga. Baking dipilih sebagai program utama karena dianggap paling mudah untuk dipasarkan dan relatif murah dari segi biaya produksi.
"Kami juga berupaya menghadirkan kegiatan yang tidak hanya memberdayakan perempuan, tetapi juga mengangkat potensi daerah melalui pemanfaatan komoditas lokal," ucapnya.
Hal senada disampaikan Ketua Umum SKIES Indonesia Ida Noor. Pelatihan ini terbagi dalam dua sesi utama. Pada sesi kick-off, peserta secara langsung diajarkan hard skill membuat Bolu Lumer dan Lumpur Surga.
Kedua menu ini dipilih karena bahannya yang murah, mudah ditemukan, dan dapat dimodifikasi. Yang menjadi pembeda usai sesi praktik peserta langsung dibimbing memanfaatkan teknologi AI, dalam hal ini aplikasi ChatGPT untuk membuat konten promosi. Mereka bahkan ditantang membuka pre-order (PO) pada hari yang sama. "Hasilnya luar biasa dengan total 644 pesanan yang masuk," kata Ida.
Untuk memastikan keberlanjutan, program ini tidak berhenti pada pelatihan satu hari. Para peserta akan mendapatkan pendampingan intensif selama tiga minggu ke depan. Dalam sesi pendampingan ini, mereka akan difasilitasi untuk berdiskusi dengan trainer, berlatih membuat konten promosi, mengoptimalkan strategi pemasaran digital, serta menerapkan ilmu yang telah dipelajari.
Tidak hanya sekadar mengajarkan keterampilan membuat kue, pelatihan ini juga membekali peserta dengan penggunaan kecerdasan Artificial Intelligence (AI) untuk pemasaran sekaligus membangun jejaring guna mendorong penjualan.
Baca juga: Puluhan Peserta Ramaikan Workshop YIS dan GAN di Bogor, Buka Lapangan Kerja
Founder YIS Sandiaga Uno menuturkan YIS yang telah berdiri kurang lebih setahun ini berkomitmen memberdayakan masyarakat, terutama perempuan agar mandiri secara ekonomi.
"Visi kami adalah membawa elemen masyarakat, khususnya perempuan memiliki hak yang sama dalam bekerja dan berpenghasilan. Program pemberdayaan perempuan ini bertujuan agar mereka bisa menghasilkan penghasilan sendiri," ujar Sandiaga, Jumat (28/11/2025).
Artinya, ibu yang hadir dilatih agar memiliki skill yang dapat dimanfaatkan untuk menopang ekonomi keluarga. Baking dipilih sebagai program utama karena dianggap paling mudah untuk dipasarkan dan relatif murah dari segi biaya produksi.
"Kami juga berupaya menghadirkan kegiatan yang tidak hanya memberdayakan perempuan, tetapi juga mengangkat potensi daerah melalui pemanfaatan komoditas lokal," ucapnya.
Hal senada disampaikan Ketua Umum SKIES Indonesia Ida Noor. Pelatihan ini terbagi dalam dua sesi utama. Pada sesi kick-off, peserta secara langsung diajarkan hard skill membuat Bolu Lumer dan Lumpur Surga.
Kedua menu ini dipilih karena bahannya yang murah, mudah ditemukan, dan dapat dimodifikasi. Yang menjadi pembeda usai sesi praktik peserta langsung dibimbing memanfaatkan teknologi AI, dalam hal ini aplikasi ChatGPT untuk membuat konten promosi. Mereka bahkan ditantang membuka pre-order (PO) pada hari yang sama. "Hasilnya luar biasa dengan total 644 pesanan yang masuk," kata Ida.
Untuk memastikan keberlanjutan, program ini tidak berhenti pada pelatihan satu hari. Para peserta akan mendapatkan pendampingan intensif selama tiga minggu ke depan. Dalam sesi pendampingan ini, mereka akan difasilitasi untuk berdiskusi dengan trainer, berlatih membuat konten promosi, mengoptimalkan strategi pemasaran digital, serta menerapkan ilmu yang telah dipelajari.
(jon)
Lihat Juga :