Update Bencana Sumatera: 4 Jembatan di Aceh Putus, Ada 20 Titik Longsor di Sibolga dan Tapteng
Jum'at, 28 November 2025 - 08:01 WIB
loading...
Sejumlah infrastruktur rusak akibat bencana yang melanda tiga provinsi di Sumatera yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Foto: Sindonews/Ist
A
A
A
ACEH - Sejumlah infrastruktur rusak akibat bencana yang melanda tiga provinsi di Sumatera yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Kementerian PUPR telah mengirimkan alat berat untuk membersihkan material longsoran dan membuka akses untuk mencapai lokasi terdampak.
"Upaya identifikasi kerusakan infrastruktur masih terkendala hujan yang belum berhenti. Empat jembatan dilaporkan terputus di Aceh. Sementara, di Sibolga dan Tapanuli Tengah terdapat 20 titik longsor yang masih sulit dipetakan," ujar Wakil Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Diana Kusumastuti, Jumat (28/11/2025).
Baca juga: 34 Orang Meninggal dan 33 Lainnya Hilang Akibat Banjir dan Longsor di Tapanuli Tengah
Dari sisi kesehatan, Kementerian Kesehatan memastikan pelayanan medis terus berjalan dengan menyiagakan seluruh fasilitas kesehatan di wilayah terdampak. Tenaga kesehatan cadangan telah dikirim dan berkoordinasi dengan dinas kesehatan setempat terus dilakukan agar layanan tidak terputus.
Kemenkes juga menyiapkan dukungan agar kegiatan pembelajaran dapat segera dimulai kembali setelah situasi di lapangan memungkinkan.
Kementerian Dalam Negeri menyampaikan bahwa pemerintah daerah telah diberikan keleluasaan menggunakan Belanja Tidak Terduga (BTT) serta melakukan pergeseran anggaran untuk memastikan kebutuhan penanggulangan darurat dapat dipenuhi dengan cepat.
Dari sisi pencarian dan pertolongan, Kepala Basarnas Muhammad Syafii melaporkan delapan operasi SAR tengah berlangsung di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. "Operasi difokuskan mengevakuasi warga yang terisolasi dan mencari korban yang belum ditemukan," katanya.
Basarnas memprioritaskan penyelamatan nyawa dan melakukan operasi menggunakan metode manual maupun teknologi pendukung sesuai kondisi lapangan.
"Kita menggelar delapan operasi baik di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Saat ini sedang berjuang melaksanakan operasi khususnya mengevakuasi korban yang terisolasi," ujarnya.
"Upaya identifikasi kerusakan infrastruktur masih terkendala hujan yang belum berhenti. Empat jembatan dilaporkan terputus di Aceh. Sementara, di Sibolga dan Tapanuli Tengah terdapat 20 titik longsor yang masih sulit dipetakan," ujar Wakil Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Diana Kusumastuti, Jumat (28/11/2025).
Baca juga: 34 Orang Meninggal dan 33 Lainnya Hilang Akibat Banjir dan Longsor di Tapanuli Tengah
Dari sisi kesehatan, Kementerian Kesehatan memastikan pelayanan medis terus berjalan dengan menyiagakan seluruh fasilitas kesehatan di wilayah terdampak. Tenaga kesehatan cadangan telah dikirim dan berkoordinasi dengan dinas kesehatan setempat terus dilakukan agar layanan tidak terputus.
Kemenkes juga menyiapkan dukungan agar kegiatan pembelajaran dapat segera dimulai kembali setelah situasi di lapangan memungkinkan.
Kementerian Dalam Negeri menyampaikan bahwa pemerintah daerah telah diberikan keleluasaan menggunakan Belanja Tidak Terduga (BTT) serta melakukan pergeseran anggaran untuk memastikan kebutuhan penanggulangan darurat dapat dipenuhi dengan cepat.
Dari sisi pencarian dan pertolongan, Kepala Basarnas Muhammad Syafii melaporkan delapan operasi SAR tengah berlangsung di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. "Operasi difokuskan mengevakuasi warga yang terisolasi dan mencari korban yang belum ditemukan," katanya.
Basarnas memprioritaskan penyelamatan nyawa dan melakukan operasi menggunakan metode manual maupun teknologi pendukung sesuai kondisi lapangan.
"Kita menggelar delapan operasi baik di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Saat ini sedang berjuang melaksanakan operasi khususnya mengevakuasi korban yang terisolasi," ujarnya.
(jon)
Lihat Juga :