Banjir Bandang dan Longsor Terjang Humbang Hasundutan, 5 Orang Meninggal dan 4 Hilang
Kamis, 27 November 2025 - 16:51 WIB
loading...
Alat berat berupaya membersihkan material longsor yang dipicu oleh cuaca ekstrem di Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatera Utara, Kamis (27/11/2025). Foto: BPBD Kabupaten Humbang Hasundutan
A
A
A
JAKARTA - Lima orang dilaporkan meninggal dunia akibat terseret banjir bandang di Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatera Utara, pada Selasa (25/11/2025) malam. Selain itu, ada empat warga yang masih hilang dari insiden tersebut.
"Selain itu, tujuh orang mengalami luka berat dan dua lainnya luka ringan atas peristiwa ini," kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam keterangannya, Kamis (27/11/2025).
Sementara itu, kata dia, bencana tanah longsor menyebabkan dua orang mengalami luka berat. Saat ini, seluruh korban luka telah dievakuasi dan saat ini menjalani perawatan intensif di RSUD Doloksanggul.
Baca juga: Menkomdigi Minta Operator Segera Perbaiki BTS yang Putus Akibat Bencana di Sumut
Proses evakuasi dari tim dukungan kembali dilanjutkan pada hari ini, Kamis (27/11/2025). Selain korban jiwa dan luka-luka, kerusakan material juga cukup signifikan.
"Enam rumah mengalami rusak berat, satu fasilitas ibadah rusak ringan, serta satu akses jalan tertutup material longsoran akibat banjir bandang," ucapnya.
Selain itu, setidaknya ada sebelas titik akses jalan terputus akibat longsor. Sementara saluran, jembatan, dan tembok penahan tanah mengalami kerusakan dan masih dalam proses pendataan lebih lanjut. Tak hanya itu, lahan pertanian warga pun turut terdampak.
Bencana banjir bandang ini terjadi di Kecamatan Pakkat, tepatnya di Kelurahan Panggugunan. Sementara itu, kejadian tanah longsor teridentifikasi berdampak ke sejumlah wilayah meliputi Desa Sampean di Kecamatan Doloksanggul, Desa Parbotihan, Sihikkit, Sampetua dan Janji Nagodang di Kecamatan Onan Ganjang, Desa Aek Sopang di Kecamatan Pakkat, dan Desa Janji Hutanapa di Kecamatan Parlilitan.
Cuaca ekstrem atas dampak dari fenomena siklon tropis Senyar menjadi faktor utama yang memicu pergerakan tanah dan aliran banjir bandang tersebut. Sejak kejadian, tim gabungan telah bergerak cepat melakukan evakuasi korban, pembersihan material longsoran, serta pembukaan akses jalan dengan bantuan alat berat seperti excavator dan backhoe loader.
BPBD dan Dinas Sosial juga mendirikan dapur umum dan menyiapkan tempat pengungsian sementara di rumah penduduk. Upaya pencarian korban hilang tetap dilanjutkan dengan mengutamakan keselamatan petugas mengingat kondisi medan yang berat.
"Selain itu, tujuh orang mengalami luka berat dan dua lainnya luka ringan atas peristiwa ini," kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam keterangannya, Kamis (27/11/2025).
Sementara itu, kata dia, bencana tanah longsor menyebabkan dua orang mengalami luka berat. Saat ini, seluruh korban luka telah dievakuasi dan saat ini menjalani perawatan intensif di RSUD Doloksanggul.
Baca juga: Menkomdigi Minta Operator Segera Perbaiki BTS yang Putus Akibat Bencana di Sumut
Proses evakuasi dari tim dukungan kembali dilanjutkan pada hari ini, Kamis (27/11/2025). Selain korban jiwa dan luka-luka, kerusakan material juga cukup signifikan.
"Enam rumah mengalami rusak berat, satu fasilitas ibadah rusak ringan, serta satu akses jalan tertutup material longsoran akibat banjir bandang," ucapnya.
Selain itu, setidaknya ada sebelas titik akses jalan terputus akibat longsor. Sementara saluran, jembatan, dan tembok penahan tanah mengalami kerusakan dan masih dalam proses pendataan lebih lanjut. Tak hanya itu, lahan pertanian warga pun turut terdampak.
Bencana banjir bandang ini terjadi di Kecamatan Pakkat, tepatnya di Kelurahan Panggugunan. Sementara itu, kejadian tanah longsor teridentifikasi berdampak ke sejumlah wilayah meliputi Desa Sampean di Kecamatan Doloksanggul, Desa Parbotihan, Sihikkit, Sampetua dan Janji Nagodang di Kecamatan Onan Ganjang, Desa Aek Sopang di Kecamatan Pakkat, dan Desa Janji Hutanapa di Kecamatan Parlilitan.
Cuaca ekstrem atas dampak dari fenomena siklon tropis Senyar menjadi faktor utama yang memicu pergerakan tanah dan aliran banjir bandang tersebut. Sejak kejadian, tim gabungan telah bergerak cepat melakukan evakuasi korban, pembersihan material longsoran, serta pembukaan akses jalan dengan bantuan alat berat seperti excavator dan backhoe loader.
BPBD dan Dinas Sosial juga mendirikan dapur umum dan menyiapkan tempat pengungsian sementara di rumah penduduk. Upaya pencarian korban hilang tetap dilanjutkan dengan mengutamakan keselamatan petugas mengingat kondisi medan yang berat.
(rca)
Lihat Juga :