Transformasi Pembelajaran Digital, 40 Sekolah di Gorontalo Gunakan MLS Timedoor Academy
Rabu, 26 November 2025 - 18:38 WIB
loading...
A
A
A
Pelatihan ToT tidak hanya berfokus pada keterampilan teknis seperti mengunggah materi dan memantau progres siswa, tetapi juga memperkenalkan pendekatan pembelajaran kreatif yang mendorong kolaborasi antara guru dan siswa. Para pendidik pun merasakan manfaat langsung dari penerapan LMS ini dalam aktivitas belajar sehari-hari.
Sri Meimun Paneo, Guru TIK di SMPN 10 Gorontalo mengakui, kehadiran LMS dari Timedoor Academy membawa perubahan besar dalam semangat belajar siswa di kelas. Melalui LMS dari Timedoor Academy, siswa menjadi jauh lebih aktif dan termotivasi dalam belajar coding.
”Sistemnya mudah dipahami, meski terkadang terkendala jaringan dan keterbatasan perangkat. Namun, fitur-fiturnya sangat membantu proses belajar di kelas. Saya berharap LMS ini terus dikembangkan agar lebih mempermudah guru dalam penilaian dan absensi siswa, serta semakin mendorong kreativitas dan kemampuan berpikir kritis peserta didik,” katanya.
Untuk memperkuat penerapan LMS di lapangan, Timedoor Academy juga menyiapkan pendampingan berkelanjutan. Secara online, pendampingan dilakukan melalui Zoom agar guru dapat berdiskusi dan mencari solusi atas tantangan yang dihadapi selama penggunaan LMS.
Sementara itu, pendampingan offline akan dilakukan secara langsung ke sekolah-sekolah mulai November 2025. Pendekatan ini diharapkan dapat memastikan implementasi berjalan optimal dan sesuai dengan kebutuhan di lapangan. Baca juga: 5.000 Siswa SD di Badung Belajar Coding dan AI dengan LMS Timedoor Academy
Sri Meimun Paneo, Guru TIK di SMPN 10 Gorontalo mengakui, kehadiran LMS dari Timedoor Academy membawa perubahan besar dalam semangat belajar siswa di kelas. Melalui LMS dari Timedoor Academy, siswa menjadi jauh lebih aktif dan termotivasi dalam belajar coding.
”Sistemnya mudah dipahami, meski terkadang terkendala jaringan dan keterbatasan perangkat. Namun, fitur-fiturnya sangat membantu proses belajar di kelas. Saya berharap LMS ini terus dikembangkan agar lebih mempermudah guru dalam penilaian dan absensi siswa, serta semakin mendorong kreativitas dan kemampuan berpikir kritis peserta didik,” katanya.
Untuk memperkuat penerapan LMS di lapangan, Timedoor Academy juga menyiapkan pendampingan berkelanjutan. Secara online, pendampingan dilakukan melalui Zoom agar guru dapat berdiskusi dan mencari solusi atas tantangan yang dihadapi selama penggunaan LMS.
Sementara itu, pendampingan offline akan dilakukan secara langsung ke sekolah-sekolah mulai November 2025. Pendekatan ini diharapkan dapat memastikan implementasi berjalan optimal dan sesuai dengan kebutuhan di lapangan. Baca juga: 5.000 Siswa SD di Badung Belajar Coding dan AI dengan LMS Timedoor Academy
Lihat Juga :