Sukabumi Dongkrak Agroindustri dan Pertanian demi Wujudkan Swasembada Pangan
Minggu, 23 November 2025 - 13:10 WIB
loading...
Program swasembada pangan yang dicanangkan pemerintah pusat sejalan dengan arah pembangunan daerah, salah satunya di Kabupaten Sukabumi. Foto: Ist
A
A
A
SUKABUMI - Program swasembada pangan yang dicanangkan pemerintah pusat sejalan dengan arah pembangunan daerah, salah satunya di Kabupaten Sukabumi. Pemkab Sukabumi menempatkan pariwisata dan agroindustri sebagai sektor prioritas yang mampu mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi masyarakat.
“Pak Bupati berkomitmen memajukan Sukabumi melalui sektor agroindustri dan pertanian dalam arti luas. Salah satunya dengan mewujudkan swasembada pangan,” ujar Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi Aep Majmudin dalam Rapat Koordinasi Luas Tambah Tanam (LTT) di Kabupaten Sukabumi yang digelar Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Petanian (Pusat PVTPP) Kementerian Pertanian dikutip Minggu (23/11/2025)
Baca juga: DPR Optimistis Swasembada Pangan Terwujud di 2027
Aep menjelaskan Kabupaten Sukabumi memiliki potensi besar dari sisi geografis dan luas wilayah. Sebagai salah satu daerah terluas di Jawa-Bali, Sukabumi memiliki karakter alam yang sangat mendukung pengembangan berbagai komoditas pertanian.
“Sukabumi dikenal dengan istilah Gurillapss karena bentang geografisnya yang luar bisa. Ini menjadi modal kuat dalam mengembangkan sektor agroindustri,” katanya.
Selain potensi alam, kekuatan lain terletak pada tingginya partisipasi petani. Hingga saat ini, Sukabumi memiliki lebih dari 4.000 kelompok tani aktif yang menjadi ujung tombak pengembangan pertanian dan penguatan ketahanan pangan daerah.
Kolaborasi antarlembaga baik pemerintah pusat maupun daerah telah menunjukkan hasil signifikan. Salah satu capaian yang paling membanggakan adalah peningkatan produksi padi Kabupaten Sukabumi. “Kabupaten Sukabumi menjadi daerah dengan peningkatan produksi padi terbesar nomor satu di Jawa Barat,” ucapnya.
Plt Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian (Kementan) Ali Jamil menegaskan pentingnya optimalisasi seluruh area pertanian dalam upaya memperkuat ketahanan pangan nasional. Seluruh wilayah pertanian harus dioptimalkan sebagaimana disampaikan Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman dengan membentuk Brigade Pangan.
“Brigade pangan dibentuk untuk memperkuat pengelolaan sawah. Kita ingin anak muda terlibat dan menjadi motor penggerak peningkatan produksi,” ujar Ali.
Menurut dia, berbagai program percepatan tanam sejauh ini telah memberikan hasil nyata. Di antaranya Nilai Tukar Petani atau NTP yang mencapai 124,36 atau tertinggi sepanjang sejarah. Selain itu PDB pertanian naik menjadi 13,83% dan ekspor pertanian melonjak 42,19%.
Apabila mengacu pada proyeksi BPS hingga akhir 2025, produksi beras nasional diperkirakan mencapai 34,77 juta ton, dengan potensi surplus 4,15 juta ton. “Keberlanjutan produksi adalah tugas kita bersama. Swasembada harus kita capai dalam waktu dekat sesuai arahan Presiden,” katanya.
Kepala Pusat PVTPP Nuryati mengatakan, pihaknya terus mengawal program LTT untuk mencapai target yang telah ditetapkan. Langkah nyata tersebut diharapkan memberi kontribusi nyata terhadap capaian kinerja Kementerian Pertanian secara nasional, khususnya dalam percepatan swasembada beras.
“Kami juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi aktif dalam berbagai kegiatan LTT. Diharapkan, kegiatan tersebut memberikan manfaat luas, memperkuat sinergi lintas sektor, serta mendorong percepatan capaian swasembada pangan di Kabupaten Sukabumi,” ujarnya.
“Pak Bupati berkomitmen memajukan Sukabumi melalui sektor agroindustri dan pertanian dalam arti luas. Salah satunya dengan mewujudkan swasembada pangan,” ujar Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi Aep Majmudin dalam Rapat Koordinasi Luas Tambah Tanam (LTT) di Kabupaten Sukabumi yang digelar Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Petanian (Pusat PVTPP) Kementerian Pertanian dikutip Minggu (23/11/2025)
Baca juga: DPR Optimistis Swasembada Pangan Terwujud di 2027
Aep menjelaskan Kabupaten Sukabumi memiliki potensi besar dari sisi geografis dan luas wilayah. Sebagai salah satu daerah terluas di Jawa-Bali, Sukabumi memiliki karakter alam yang sangat mendukung pengembangan berbagai komoditas pertanian.
“Sukabumi dikenal dengan istilah Gurillapss karena bentang geografisnya yang luar bisa. Ini menjadi modal kuat dalam mengembangkan sektor agroindustri,” katanya.
Selain potensi alam, kekuatan lain terletak pada tingginya partisipasi petani. Hingga saat ini, Sukabumi memiliki lebih dari 4.000 kelompok tani aktif yang menjadi ujung tombak pengembangan pertanian dan penguatan ketahanan pangan daerah.
Kolaborasi antarlembaga baik pemerintah pusat maupun daerah telah menunjukkan hasil signifikan. Salah satu capaian yang paling membanggakan adalah peningkatan produksi padi Kabupaten Sukabumi. “Kabupaten Sukabumi menjadi daerah dengan peningkatan produksi padi terbesar nomor satu di Jawa Barat,” ucapnya.
Plt Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian (Kementan) Ali Jamil menegaskan pentingnya optimalisasi seluruh area pertanian dalam upaya memperkuat ketahanan pangan nasional. Seluruh wilayah pertanian harus dioptimalkan sebagaimana disampaikan Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman dengan membentuk Brigade Pangan.
“Brigade pangan dibentuk untuk memperkuat pengelolaan sawah. Kita ingin anak muda terlibat dan menjadi motor penggerak peningkatan produksi,” ujar Ali.
Menurut dia, berbagai program percepatan tanam sejauh ini telah memberikan hasil nyata. Di antaranya Nilai Tukar Petani atau NTP yang mencapai 124,36 atau tertinggi sepanjang sejarah. Selain itu PDB pertanian naik menjadi 13,83% dan ekspor pertanian melonjak 42,19%.
Apabila mengacu pada proyeksi BPS hingga akhir 2025, produksi beras nasional diperkirakan mencapai 34,77 juta ton, dengan potensi surplus 4,15 juta ton. “Keberlanjutan produksi adalah tugas kita bersama. Swasembada harus kita capai dalam waktu dekat sesuai arahan Presiden,” katanya.
Kepala Pusat PVTPP Nuryati mengatakan, pihaknya terus mengawal program LTT untuk mencapai target yang telah ditetapkan. Langkah nyata tersebut diharapkan memberi kontribusi nyata terhadap capaian kinerja Kementerian Pertanian secara nasional, khususnya dalam percepatan swasembada beras.
“Kami juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi aktif dalam berbagai kegiatan LTT. Diharapkan, kegiatan tersebut memberikan manfaat luas, memperkuat sinergi lintas sektor, serta mendorong percepatan capaian swasembada pangan di Kabupaten Sukabumi,” ujarnya.
(jon)
Lihat Juga :