Wamendagri: IARMI Mitra Strategis Perkuat Pembangunan Nasional dan Daerah
Sabtu, 22 November 2025 - 20:54 WIB
loading...
Wamendagri) Bima Arya Sugiarto menegaskan Ikatan Alumni Resimen Mahasiswa Indonesia (IARMI) merupakan mitra strategis pemerintah dalam memperkuat pembangunan nasional dan daerah. Foto/istimewa
A
A
A
JAKARTA - Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto menegaskan Ikatan Alumni Resimen Mahasiswa Indonesia (IARMI) merupakan mitra strategis pemerintah dalam memperkuat pembangunan nasional dan daerah.
Hal itu sampaikan Bima Arya saat membuka Musyawarah Nasional (Munas) IX IARMI Tahun 2025 di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta. Acara tersebut dihadiri lebih dari 1.250 peserta alumni Menwa dari seluruh Indonesia, menandai konsolidasi besar para kader Resimen Mahasiswa dari berbagai profesi dan wilayah.
“IARMI bukan sekadar organisasi alumni. Militansi dan jejaring anggotanya adalah kekuatan nyata yang dapat menjadi mitra strategis bagi pemerintah,” katanya, Sabtu (22/11/2025).
Baca juga: Pesan ke Generasi Muda, Wamendagri Bima: Indonesia di Titik Penentu Sejarah
Bima menjelaskan Indonesia berada pada fase penting dalam perjalanan pembangunan, di tengah perubahan geopolitik global dan tantangan ekonomi yang semakin kompleks. Risiko bonus demografi yang tidak termanfaatkan optimal dan ancaman jebakan pendapatan menengah jika Indonesia gagal melakukan percepatan pertumbuhan ekonomi dan reformasi struktural.
“Kita membutuhkan lompatan besar. Pertumbuhan ekonomi dua digit dalam satu dekade ke depan merupakan syarat mutlak agar Indonesia keluar dari middle income trap,” ujarnya.
Bima menekankan percepatan pembangunan tidak bisa hanya bertumpu pada pemerintah pusat. Dibutuhkan kolaborasi semua pihak, termasuk organisasi masyarakat dengan jaringan kuat seperti IARMI.
Baca juga: Rapat Internal Bareng Wali Kota Surakarta, Wamendagri Ingin APBD Lebih Sehat
“IARMI memiliki anggota di pemerintahan, dunia akademik, usaha, hingga sektor sosial. Jejaring ini adalah modal besar untuk mendorong percepatan layanan publik, penguatan UMKM, dan inovasi pembangunan daerah,” ujarnya.
Menurut Bima, pendekatan pembangunan daerah harus berbasis potensi lokal, digitalisasi, kemudahan investasi, dan pelibatan masyarakat secara luas.
"Pendekatan pembangunan daerah harus berbasis potensi lokal, digitalisasi, kemudahan investasi dan pelibatan masyarakat secara luas termasuk peran aktif alumni Menwa", tegasnya.
Bima menegaskan visi Indonesia Emas 2045 harus diwujudkan melalui peningkatan daya saing SDM, pemerataan ekonomi, pemberantasan kebocoran anggaran, serta memperkuat posisi Indonesia di tingkat global. “IARMI tidak boleh menjadi penonton. IARMI harus menjadi penggerak. Semangat Resimen Mahasiswa harus terus menyala dan relevan bagi Indonesia hari ini,” pungkasnya.
Hal itu sampaikan Bima Arya saat membuka Musyawarah Nasional (Munas) IX IARMI Tahun 2025 di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta. Acara tersebut dihadiri lebih dari 1.250 peserta alumni Menwa dari seluruh Indonesia, menandai konsolidasi besar para kader Resimen Mahasiswa dari berbagai profesi dan wilayah.
“IARMI bukan sekadar organisasi alumni. Militansi dan jejaring anggotanya adalah kekuatan nyata yang dapat menjadi mitra strategis bagi pemerintah,” katanya, Sabtu (22/11/2025).
Baca juga: Pesan ke Generasi Muda, Wamendagri Bima: Indonesia di Titik Penentu Sejarah
Bima menjelaskan Indonesia berada pada fase penting dalam perjalanan pembangunan, di tengah perubahan geopolitik global dan tantangan ekonomi yang semakin kompleks. Risiko bonus demografi yang tidak termanfaatkan optimal dan ancaman jebakan pendapatan menengah jika Indonesia gagal melakukan percepatan pertumbuhan ekonomi dan reformasi struktural.
“Kita membutuhkan lompatan besar. Pertumbuhan ekonomi dua digit dalam satu dekade ke depan merupakan syarat mutlak agar Indonesia keluar dari middle income trap,” ujarnya.
Bima menekankan percepatan pembangunan tidak bisa hanya bertumpu pada pemerintah pusat. Dibutuhkan kolaborasi semua pihak, termasuk organisasi masyarakat dengan jaringan kuat seperti IARMI.
Baca juga: Rapat Internal Bareng Wali Kota Surakarta, Wamendagri Ingin APBD Lebih Sehat
“IARMI memiliki anggota di pemerintahan, dunia akademik, usaha, hingga sektor sosial. Jejaring ini adalah modal besar untuk mendorong percepatan layanan publik, penguatan UMKM, dan inovasi pembangunan daerah,” ujarnya.
Menurut Bima, pendekatan pembangunan daerah harus berbasis potensi lokal, digitalisasi, kemudahan investasi, dan pelibatan masyarakat secara luas.
"Pendekatan pembangunan daerah harus berbasis potensi lokal, digitalisasi, kemudahan investasi dan pelibatan masyarakat secara luas termasuk peran aktif alumni Menwa", tegasnya.
Bima menegaskan visi Indonesia Emas 2045 harus diwujudkan melalui peningkatan daya saing SDM, pemerataan ekonomi, pemberantasan kebocoran anggaran, serta memperkuat posisi Indonesia di tingkat global. “IARMI tidak boleh menjadi penonton. IARMI harus menjadi penggerak. Semangat Resimen Mahasiswa harus terus menyala dan relevan bagi Indonesia hari ini,” pungkasnya.
(cip)
Lihat Juga :