Update Longsor Banjarnegara: 10 Orang Meninggal Dunia, 18 Masih dalam Pencarian
Jum'at, 21 November 2025 - 06:14 WIB
loading...
Tim pencarian dan pertolongan anjing pelacak K-9 melaksanakan apel pagi sebelum melakukan operasi SAR di lokasi tanah longsor Desa Pandanarum, Kecamatan Pandanarum, Banjarnegara, Jateng, Rabu (19/11/2025). Foto/Dok BNPB
A
A
A
JAKARTA - Tim pencarian dan pertolongan (Search and Rescue-SAR) gabungan menemukan tujuh korban meninggal dunia bencana tanah longsor di Desa Pandanarum, Kecamatan Pandanarum, Kabupaten Banjarnegara , Jawa Tengah, Kamis (20/11/2025). Dengan demikian, jumlah korban meninggal dunia yang ditemukan menjadi 10 orang.
"Atas penemuan ini, jumlah korban meninggal dunia menjadi 10 orang, sementara 18 orang masih dalam pencarian," ungkap Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Abdul Muhari dalam keterangan tertulisnya, Jumat (21/11/2025).
Longsor yang dipicu hujan berintensitas tinggi dan berkepanjangan, disertai keberadaan mata air besar serta retakan di area perbukitan, telah mengenai kawasan permukiman warga dan menimbulkan dampak kerusakan yang luas.
Baca Juga: Korban Longsor Banjarnegara Bertambah, Jadi 2 Orang Meninggal Dunia
Laporan situasi per pukul 19.00 WIB, bencana ini juga menyebabkan 7 warga mengalami luka-luka, 48 rumah roboh atau hilang, serta 195 rumah terdampak, dengan jumlah pengungsi mencapai 934 jiwa.
Sebanyak 700 personel gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI, Polri, BPBD, relawan, dan berbagai unsur lainnya terus memaksimalkan operasi di tiga sektor pencarian yang dilengkapi peralatan alkon, K-9, serta dukungan alat berat.
Sebanyak 12 unit ekskavator dan 12 alkon dikerahkan untuk mempercepat proses evakuasi, termasuk penanganan kubangan air yang menghambat area longsoran. Dua unit tangki HU juga disiagakan untuk mendukung dapur umum di Kantor Kecamatan Pandanarum.
Dukungan logistik dan peralatan dari berbagai sektor mulai BNPB, Dinas Sosial, BPBD, PMI, dan Baznas terus berdatangan. Dapur umum yang dioperasikan Tagana telah aktif menyediakan konsumsi bagi para pengungsi maupun petugas, sementara gudang logistik dipusatkan di SMP Pandanarum untuk memudahkan distribusi bantuan.
Selain itu, layanan kesehatan untuk warga terdampak, termasuk kelompok rentan, tetap berjalan, disertai pendampingan psikososial bagi siswa yang terdampak peristiwa ini.
Menurut Abdul Muhari, operasi SAR masih menghadapi beberapa hambatan, terutama potensi longsor susulan akibat hujan, kubangan air di area longsoran, serta aliran mata air yang terus mengalir. Untuk mengurangi risiko, BNPB bersama lintas instansi melaksanakan operasi modifikasi cuaca (OMC), membuat jalur pembuangan air, serta menyiapkan aliran agar air dapat mengalir langsung ke sungai.
"Upaya ini dilakukan untuk menjaga keselamatan petugas sekaligus mempercepat proses pencarian 18 korban yang masih belum ditemukan."
Tim posko penanganan darurat BNPB di Pandanarum akan terus memberikan pembaruan secara berkala dan memastikan seluruh unsur berkoordinasi untuk mengutamakan keselamatan warga, mempercepat pencarian korban, serta memenuhi kebutuhan para pengungsi. Diharapkan seluruh proses penanganan dapat berjalan lancar dan korban yang masih hilang segera ditemukan.
"Atas penemuan ini, jumlah korban meninggal dunia menjadi 10 orang, sementara 18 orang masih dalam pencarian," ungkap Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Abdul Muhari dalam keterangan tertulisnya, Jumat (21/11/2025).
Longsor yang dipicu hujan berintensitas tinggi dan berkepanjangan, disertai keberadaan mata air besar serta retakan di area perbukitan, telah mengenai kawasan permukiman warga dan menimbulkan dampak kerusakan yang luas.
Baca Juga: Korban Longsor Banjarnegara Bertambah, Jadi 2 Orang Meninggal Dunia
Laporan situasi per pukul 19.00 WIB, bencana ini juga menyebabkan 7 warga mengalami luka-luka, 48 rumah roboh atau hilang, serta 195 rumah terdampak, dengan jumlah pengungsi mencapai 934 jiwa.
Sebanyak 700 personel gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI, Polri, BPBD, relawan, dan berbagai unsur lainnya terus memaksimalkan operasi di tiga sektor pencarian yang dilengkapi peralatan alkon, K-9, serta dukungan alat berat.
Sebanyak 12 unit ekskavator dan 12 alkon dikerahkan untuk mempercepat proses evakuasi, termasuk penanganan kubangan air yang menghambat area longsoran. Dua unit tangki HU juga disiagakan untuk mendukung dapur umum di Kantor Kecamatan Pandanarum.
Dukungan logistik dan peralatan dari berbagai sektor mulai BNPB, Dinas Sosial, BPBD, PMI, dan Baznas terus berdatangan. Dapur umum yang dioperasikan Tagana telah aktif menyediakan konsumsi bagi para pengungsi maupun petugas, sementara gudang logistik dipusatkan di SMP Pandanarum untuk memudahkan distribusi bantuan.
Selain itu, layanan kesehatan untuk warga terdampak, termasuk kelompok rentan, tetap berjalan, disertai pendampingan psikososial bagi siswa yang terdampak peristiwa ini.
Menurut Abdul Muhari, operasi SAR masih menghadapi beberapa hambatan, terutama potensi longsor susulan akibat hujan, kubangan air di area longsoran, serta aliran mata air yang terus mengalir. Untuk mengurangi risiko, BNPB bersama lintas instansi melaksanakan operasi modifikasi cuaca (OMC), membuat jalur pembuangan air, serta menyiapkan aliran agar air dapat mengalir langsung ke sungai.
"Upaya ini dilakukan untuk menjaga keselamatan petugas sekaligus mempercepat proses pencarian 18 korban yang masih belum ditemukan."
Tim posko penanganan darurat BNPB di Pandanarum akan terus memberikan pembaruan secara berkala dan memastikan seluruh unsur berkoordinasi untuk mengutamakan keselamatan warga, mempercepat pencarian korban, serta memenuhi kebutuhan para pengungsi. Diharapkan seluruh proses penanganan dapat berjalan lancar dan korban yang masih hilang segera ditemukan.
(zik)
Lihat Juga :