Bank Sampah Miliki Peran Penting Wujudkan Program PSEL di Lampung
Kamis, 20 November 2025 - 12:53 WIB
loading...
Keberadaan Bank Sampah Kota Karang (Baskora) miliki peran strategis dalam mewujudkan Program PSEL di Lampung. Foto/istimewa
A
A
A
LAMPUNG - Pengelolaan sampah menjadi tantangan besar bagi banyak wilayah pesisir, termasuk di Provinsi Lampung. Keberadaan Bank Sampah Kota Karang (Baskora) merupakan inovasi penting masyarakat di tengah meningkatnya volume sampah rumah tangga dan terbatasnya kapasitas Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
Baskora tidak hanya menjadi tempat menabung sampah anorganik bernilai, tetapi juga ruang belajar bersama tentang bagaimana sampah dapat dikelola secara bertanggung jawab dan bernilai ekonomis.
Sejak awal pembentukannya, Baskora didampingi Mitra Bentala, organisasi lingkungan yang telah lama bekerja bersama masyarakat pesisir untuk memperkuat kapasitas komunitas dalam pengelolaan sumber daya alam dan mitigasi risiko lingkungan.
Baca juga: FIA UI Gerakkan Warga Depok Perkuat Program Bank Sampah
Ketua Kelompok Bank Sampah (Baskora) Sulastri mengatakan, pendampingan ini mencakup penguatan kelembagaan, pelatihan pemilahan sampah, tata kelola administrasi, hingga edukasi tentang ekonomi sirkular. Kehadiran Mitra Bentala menjadikan Baskora tidak hanya sebagai bank sampah biasa, tetapi sebagai model pemberdayaan masyarakat berbasis lingkungan.
“Sebagai bank sampah yang baru terbentuk, kami menyampaikan terima kasih kepada Mitra Bentala dan seluruh pihak yang telah mendampingi proses ini. Kami berharap semakin banyak warga yang bergabung dalam gerakan memilah dan menabung sampah di Baskora. Kami memahami sampah plastik menjadi ancaman serius bagi ekosistem pesisir, sehingga melalui bank sampah ini kami ingin menjadi bagian dari solusi bersama,” ujarnya, Kamis (20/11/2025).
Menurut Sulastri, kontribusi Baskora tidak berhenti pada tingkat rumah tangga. Dalam konteks lebih luas, bank sampah menjadi solusi strategis di tingkat komunitas untuk mendukung sistem pengelolaan sampah terpadu, termasuk program Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di daerah.
Baca juga: Jaga Lingkungan, BRI Peduli Beri Pelatihan Pengolahan Limbah Minyak Jelantah di Bank Sampah Bogor
PSEL membutuhkan bahan baku sampah yang terpilah dan stabil. Di sinilah peran bank sampah menjadi sangat penting. Dengan pemilahan sejak dari sumber, volume sampah yang masuk ke fasilitas PSEL akan lebih homogen, mengurangi kontaminasi silang, serta meningkatkan efisiensi proses pengubahan sampah menjadi energi.
Direktur Eksekutif Mitra Bentala menuturkan Rizani operasi bank sampah yang sudah berjalan selama ini memungkinkan untuk mendukung implementasi PSEL yang saat ini menjadi program prioritas pemerintah.
”Namun, hal ini juga harus didukung dengan transformasi inovasi dari sisi teknologi untuk memanfaatkan sampah. Bank sampah dibentuk sebagai solusi di tingkat komunitas mungkin di level daerah akan ada tranformasi di energi listrik seperti perusahaan daur ulang atau sejenisnya,” ujarnya.
Karena itu, jika pemerintah daerah ingin mempercepat implementasi PSEL, maka transformasi pada level hulu harus menjadi prioritas. Dukungan terhadap ekosistem bank sampah, mulai dari penguatan regulasi, memperluas jaringan bank sampah, pembekalan teknologi sederhana, hingga skema insentif bagi kelompok pengelola akan menjadi langkah strategis.
PSEL tidak dapat berjalan optimal jika hanya mengandalkan proses di hilir, ia membutuhkan rantai pasok sampah yang rapi, terpisah, dan berkelanjutan. Hal ini hanya bisa dicapai melalui gerakan komunitas seperti Baskora.
"Dengan memperkuat inisiatif komunitas seperti Baskora, daerah tidak hanya bergerak menuju lingkungan yang lebih bersih, tetapi juga berkontribusi pada percepatan implementasi energi terbarukan berbasis sampah," ucapnya.
Baskora tidak hanya menjadi tempat menabung sampah anorganik bernilai, tetapi juga ruang belajar bersama tentang bagaimana sampah dapat dikelola secara bertanggung jawab dan bernilai ekonomis.
Sejak awal pembentukannya, Baskora didampingi Mitra Bentala, organisasi lingkungan yang telah lama bekerja bersama masyarakat pesisir untuk memperkuat kapasitas komunitas dalam pengelolaan sumber daya alam dan mitigasi risiko lingkungan.
Baca juga: FIA UI Gerakkan Warga Depok Perkuat Program Bank Sampah
Ketua Kelompok Bank Sampah (Baskora) Sulastri mengatakan, pendampingan ini mencakup penguatan kelembagaan, pelatihan pemilahan sampah, tata kelola administrasi, hingga edukasi tentang ekonomi sirkular. Kehadiran Mitra Bentala menjadikan Baskora tidak hanya sebagai bank sampah biasa, tetapi sebagai model pemberdayaan masyarakat berbasis lingkungan.
“Sebagai bank sampah yang baru terbentuk, kami menyampaikan terima kasih kepada Mitra Bentala dan seluruh pihak yang telah mendampingi proses ini. Kami berharap semakin banyak warga yang bergabung dalam gerakan memilah dan menabung sampah di Baskora. Kami memahami sampah plastik menjadi ancaman serius bagi ekosistem pesisir, sehingga melalui bank sampah ini kami ingin menjadi bagian dari solusi bersama,” ujarnya, Kamis (20/11/2025).
Menurut Sulastri, kontribusi Baskora tidak berhenti pada tingkat rumah tangga. Dalam konteks lebih luas, bank sampah menjadi solusi strategis di tingkat komunitas untuk mendukung sistem pengelolaan sampah terpadu, termasuk program Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di daerah.
Baca juga: Jaga Lingkungan, BRI Peduli Beri Pelatihan Pengolahan Limbah Minyak Jelantah di Bank Sampah Bogor
PSEL membutuhkan bahan baku sampah yang terpilah dan stabil. Di sinilah peran bank sampah menjadi sangat penting. Dengan pemilahan sejak dari sumber, volume sampah yang masuk ke fasilitas PSEL akan lebih homogen, mengurangi kontaminasi silang, serta meningkatkan efisiensi proses pengubahan sampah menjadi energi.
Direktur Eksekutif Mitra Bentala menuturkan Rizani operasi bank sampah yang sudah berjalan selama ini memungkinkan untuk mendukung implementasi PSEL yang saat ini menjadi program prioritas pemerintah.
”Namun, hal ini juga harus didukung dengan transformasi inovasi dari sisi teknologi untuk memanfaatkan sampah. Bank sampah dibentuk sebagai solusi di tingkat komunitas mungkin di level daerah akan ada tranformasi di energi listrik seperti perusahaan daur ulang atau sejenisnya,” ujarnya.
Karena itu, jika pemerintah daerah ingin mempercepat implementasi PSEL, maka transformasi pada level hulu harus menjadi prioritas. Dukungan terhadap ekosistem bank sampah, mulai dari penguatan regulasi, memperluas jaringan bank sampah, pembekalan teknologi sederhana, hingga skema insentif bagi kelompok pengelola akan menjadi langkah strategis.
PSEL tidak dapat berjalan optimal jika hanya mengandalkan proses di hilir, ia membutuhkan rantai pasok sampah yang rapi, terpisah, dan berkelanjutan. Hal ini hanya bisa dicapai melalui gerakan komunitas seperti Baskora.
"Dengan memperkuat inisiatif komunitas seperti Baskora, daerah tidak hanya bergerak menuju lingkungan yang lebih bersih, tetapi juga berkontribusi pada percepatan implementasi energi terbarukan berbasis sampah," ucapnya.
(cip)
Lihat Juga :