Update Korban Ledakan Bom di SMAN 72 Jakarta: 20 Korban Masih Dirawat
Kamis, 13 November 2025 - 16:56 WIB
loading...
Polda Metro Jaya menjelaskan saat ini masih ada 20 korban yang masih menjalani perawatan akibat ledakan di SMA Negeri 72 Jakarta, Kelapa Gading, Jakarta Utara. Foto/Dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Polda Metro Jaya menyampaikan perkembangan terkini terkait jumlah pasien yang masih menjalani perawatan akibat ledakan di area masjid SMA Negeri 72 Jakarta, Kelapa Gading, Jakarta Utara. Saat ini, masih ada 20 korban yang masih dirawat.
“Data korban per hari ini, Kamis 13 November 2025 pukul 13.00 WIB sejumlah 20 pasien (yang masih dirawat),” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto kepada wartawan, Kamis (13/11/2025).
Baca juga: Pelaku Peledakan SMAN 72 Jakarta Sudah Sadar, Polisi Belum Mintai Keterangan
Budi memerinci, 20 pasien yang masih menjalani perawatan tersebut berada di tiga rumah sakit, yakni RS Islam Cempaka Putih, RS Yarsi dan RS Polri.
“RS Islam Jakarta rawat 13 orang, RS Yarsi rawat 6 orang dan RS Polri rawat 1 orang,” ujar dia.
Sebelumnya, Polda Metro Jaya mengungkap penyelidikan kasus ledakan bom di lingkungan SMAN 72 Jakarta. Total ada tujuh bom yang ditemukan di tempat kejadian perkara (TKP).
Dansat Brimob Polda Metro Jaya Kombes Pol Henik Maryanto menyebutkan pihaknya menemukan dua bom yang meledak di TKP. Kemudian polisi pun langsung melakukan penjinakan beberapa bom lain yang masih aktif.
Baca juga: Update Korban Ledakan SMAN 72: Total 96 Orang, 29 di Antaranya Masih Dirawat
“Kami lakukan penjinakan bom yang masih aktif dan mengamankan bahan peledak di TKP, kemudian melakukan observasi di tempat kejadian ledakan, kemudian melakukan sterilisasi ulang,” kata Henik saat konferensi pers di Mapolda Metro Jaya, Selasa (11/11/2025).
Henik menyampaikan, ada dua bom yang diledakkan pelaku di dalam masjid SMAN 72 Jakarta. Bom itu diketahui dari adanya kawah ledakan.
“Di TKP 1, tadi sudah kami sampaikan, ditemukan dua crater atau dua kawah ledak, itu dimungkinkan terdapat dua bom yang sudah meledak di dalam masjid,” ujar dia.
Henik juga menerangkan ditemukan bom lainnya di bank sampah sekolah. Ada empat bom ditemukan di sana.
“Kemudian untuk di bank sampah, kami menemukan ada empat bom, dua yang sudah diledakkan, dan dua yang masih aktif,” ungkapnya.
Dia menambahkan, pihaknya juga menemukan bom lainnya di kawasan taman baca sekolah. Dia mengatakan bom itu dikemas kaleng minuman dengan sumbu bakar.
"Untuk di taman baca kami menemukan barang bukti berupa bom dengan casing kaleng minuman dilengkapi dengan sumbu bakar dan di sebelahnya terdapat remote. Jadi berdasarkan temuan tersebut analisa kami bahwa terduga pelaku itu meledakkan posisi yang bersangkutan tidak di dalam masjid, karena remote kami temukan di taman baca. Kondisi masih aktif untuk bom tersebut," jelas dia.
“Data korban per hari ini, Kamis 13 November 2025 pukul 13.00 WIB sejumlah 20 pasien (yang masih dirawat),” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto kepada wartawan, Kamis (13/11/2025).
Baca juga: Pelaku Peledakan SMAN 72 Jakarta Sudah Sadar, Polisi Belum Mintai Keterangan
Budi memerinci, 20 pasien yang masih menjalani perawatan tersebut berada di tiga rumah sakit, yakni RS Islam Cempaka Putih, RS Yarsi dan RS Polri.
“RS Islam Jakarta rawat 13 orang, RS Yarsi rawat 6 orang dan RS Polri rawat 1 orang,” ujar dia.
Sebelumnya, Polda Metro Jaya mengungkap penyelidikan kasus ledakan bom di lingkungan SMAN 72 Jakarta. Total ada tujuh bom yang ditemukan di tempat kejadian perkara (TKP).
Dansat Brimob Polda Metro Jaya Kombes Pol Henik Maryanto menyebutkan pihaknya menemukan dua bom yang meledak di TKP. Kemudian polisi pun langsung melakukan penjinakan beberapa bom lain yang masih aktif.
Baca juga: Update Korban Ledakan SMAN 72: Total 96 Orang, 29 di Antaranya Masih Dirawat
“Kami lakukan penjinakan bom yang masih aktif dan mengamankan bahan peledak di TKP, kemudian melakukan observasi di tempat kejadian ledakan, kemudian melakukan sterilisasi ulang,” kata Henik saat konferensi pers di Mapolda Metro Jaya, Selasa (11/11/2025).
Henik menyampaikan, ada dua bom yang diledakkan pelaku di dalam masjid SMAN 72 Jakarta. Bom itu diketahui dari adanya kawah ledakan.
“Di TKP 1, tadi sudah kami sampaikan, ditemukan dua crater atau dua kawah ledak, itu dimungkinkan terdapat dua bom yang sudah meledak di dalam masjid,” ujar dia.
Henik juga menerangkan ditemukan bom lainnya di bank sampah sekolah. Ada empat bom ditemukan di sana.
“Kemudian untuk di bank sampah, kami menemukan ada empat bom, dua yang sudah diledakkan, dan dua yang masih aktif,” ungkapnya.
Dia menambahkan, pihaknya juga menemukan bom lainnya di kawasan taman baca sekolah. Dia mengatakan bom itu dikemas kaleng minuman dengan sumbu bakar.
"Untuk di taman baca kami menemukan barang bukti berupa bom dengan casing kaleng minuman dilengkapi dengan sumbu bakar dan di sebelahnya terdapat remote. Jadi berdasarkan temuan tersebut analisa kami bahwa terduga pelaku itu meledakkan posisi yang bersangkutan tidak di dalam masjid, karena remote kami temukan di taman baca. Kondisi masih aktif untuk bom tersebut," jelas dia.
(shf)
Lihat Juga :