Warga Wawonii Minta Solusi Cepat setelah Operasi Tambang Nikel Dihentikan

Rabu, 12 November 2025 - 22:11 WIB
loading...
Warga Wawonii Minta...
Warga Pulau Wawonii, Sulawesi Tenggara, yang tergabung dalam Aliansi Wawonii Bergerak menggelar aksi di depan Kementerian Kehutanan di Jakarta, Rabu (12/11/2025). FOTO/IST
A A A
JAKARTA - Ratusan warga Pulau Wawonii, Sulawesi Tenggara, yang tergabung dalam Aliansi Wawonii Bergerak menggelar aksi di depan Kementerian Kehutanan di Jakarta, Rabu (12/11/2025). Mereka meminta pemerintah mencari solusi atas dampak sosial dan ekonomi pascadihentikannya operasi tambang nikel milik PT Gema Kreasi Perdana (GKP).

Dalam aksi yang diwarnai orasi dan bentangan spanduk bertuliskan "Kami Butuh Kerja, Bukan Janji", massa meminta pemerintah menerbitkan izin baru agar perusahaan tambang tersebut bisa kembali beroperasi. "Sejak tambang berhenti, warung tutup, rumah kos sepi, pendapatan warga jatuh. Kami datang mencari keadilan," kata Koordinator Aliansi Wawonii Bergerak, Devan dalam orasinya.

Menurut Devan, kehadiran PT GKP sejak lima tahun lalu telah membuka peluang ekonomi baru di pulau kecil itu. Aktivitas tambang menciptakan lapangan kerja dan menghidupkan usaha lokal, mulai dari warung makan hingga penginapan. Namun setelah Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan (IPPKH) perusahaan dicabut akibat putusan Mahkamah Agung (MA) denyut ekonomi di Wawonii seakan terhenti.

Aliansi Wawonii Bergerak menilai pemerintah perlu mengambil langkah cepat, termasuk kemudahan penerbitan izin baru, agar investasi tambang dan ekonomi masyarakat kembali bergerak. Kami bukan membela perusahaan, tapi membela kehidupan kami sendiri," katanya.

Dalam audiensi di Kementerian Kehutanan, perwakilan dari Direktorat Planologi Kemenhut, Faisal menjelaskan bahwa pencabutan izin GKP merupakan konsekuensi hukum dari putusan MA yang mengabulkan gugatan sebagian warga terhadap aktivitas tambang di kawasan hutan Wawonii. "Pencabutan izin dilakukan sesuai keputusan pengadilan. Gugatan awalnya juga diajukan oleh warga setempat," kata Faisal.

Rio Labarase, salah satu warga yang mengaku berasal dari Desa Roko-roko, Kabupaten Konawe Kepulauan menyatakan, selama ini masyarakat dibuat bimbang atas tudingan pencemaran lingkungan. "Kalau memang ada pencemaran lingkungan, mengapa PT GKP dua tahun berturut-turut dapat penghargaan lingkungan dan tetap melakukan reklamasi kemudian. Berbagai upaya-upaya untuk menyejahterakan masyarakat PT GKP laksanakan, Pak," kata Rio dalam audiensi.

Bahkan perusahaan tambang di Pulau Wawonii tersebut diakui Rio telah membantu memperbaiki infrastruktur yang rusak seperti jalan desa dan pembangunan menara BTS. "Karena memang masyarakat sana itu bisa merasakan manfaat masuknya memang investasi di sana. Sinyal, listrik itu baru ada ketika perusahaan ini masuk," katanya.

Hingga kini, pemerintah belum memberikan keputusan baru terkait izin tambang di Pulau Wawonii. Warga berharap Kementerian Kehutanan serta Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dapat mencari jalan tengah agar kegiatan ekonomi masyarakat tetap berjalan tanpa mengorbankan kelestarian lingkungan.
(abd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kemenhut Bongkar Perdagangan...
Kemenhut Bongkar Perdagangan 100 Satwa Dilindungi dari Papua, 2 Oknum Aparat Ditangkap
Kasus Penyelundupan...
Kasus Penyelundupan 796 Kg Sisik Trenggiling, WN Vietnam Diserahkan ke Kejari Cilegon
Bareskrim Batal Periksa...
Bareskrim Batal Periksa Ketua Kadin Sultra Hari Ini, Alasan Sakit
Kolaborasi Multipihak...
Kolaborasi Multipihak Kunci Percepatan Indonesia's FOLU Net Sink 2030 di Kalbar
Krisis Ekologis, Pemerintah...
Krisis Ekologis, Pemerintah Diminta Transformasi Tata Kelola Alam
Ditolak Ratusan Kader,...
Ditolak Ratusan Kader, Muswil PPP Sulawesi Tengah Batal Digelar
Menhut: Presiden Minta...
Menhut: Presiden Minta Kemenhut Bangun Tata Kelola Kehutanan Antikorupsi
Indonesia Perkuat Diplomasi...
Indonesia Perkuat Diplomasi Gambut Tropis melalui ITPC di Forum GPI Peru
Forum GPI4 di Peru,...
Forum GPI4 di Peru, Indonesia Tegaskan Komitmen Lindungi Gambut Dunia
Rekomendasi
Mengapa Spam Judi Online...
Mengapa Spam Judi Online Makin Marak di Kolom Komentar Media Sosial?
Prabowo Sambut Jabat...
Prabowo Sambut Jabat Tangan Erat Kedatangan PM Singapura di Istana Merdeka
Mengenang Suami Pertama...
Mengenang Suami Pertama Megawati dengan Tabur Bunga dan Tahlil
Berita Terkini
Gunung Semeru Erupsi...
Gunung Semeru Erupsi Pagi Ini, Luncurkan Abu Vulkanik Setinggi 1.000 Meter
Gunung Merapi Erupsi,...
Gunung Merapi Erupsi, Awan Panas Meluncur Sejauh 1,7 Km dari Puncak, Status Siaga!
Kolaborasikan Musik-UMKM,...
Kolaborasikan Musik-UMKM, Konser HS Hey Slank Bandung Dipadati 25 Ribu Slankers
Lansia Tewas dalam Kebakaran...
Lansia Tewas dalam Kebakaran di Palmerah Utara
Usai Viral, Bang Jago...
Usai Viral, Bang Jago Pakai Ninja yang Pukul Pemotor Lain di Jagakarsa Ditangkap
8 Ruas Jalan Bakal Dilalui...
8 Ruas Jalan Bakal Dilalui Rombongan PM Singapura saat Bertemu Presiden Prabowo Hari Ini
Infografis
Doa Malam Nisfu Syaban...
Doa Malam Nisfu Syaban Setelah Membaca Surat Yasin
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved