Program Desa Energi Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat Lampung dan NTT
Selasa, 11 November 2025 - 18:11 WIB
loading...
Program Desa Energi di sejumlah daerah berhasil meningkatkan dan memperkuat kesejahteraan masyarakat. Foto/istimewa
A
A
A
LAMPUNG - Program Desa Energi di sejumlah daerah berhasil meningkatkan dan memperkuat kesejahteraan masyarakat. Kolaborasi antara berbagai stakeholders menjadi kunci terwujudnya program tersebut.
Hal itu terungkap dalam kegiatan CSR Partnership Gathering 2025 yang digelar PT Insight Investments Management (PT IIM) di Desa Labuan Ratu VII, Lampung Timur bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Lampung, Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) wilayah Lampung, dan Mitra distribusi penjualan seperti Bank, Sekuritas dan APERD Online pada 31 Oktober hingga 2 November 2025.
Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian kolaborasi dalam mendukung penerapan keuangan berkelanjutan dan memperkuat dampak sosial dari program unggulan Insight IM yakni Desa Energi Insight: Renewable Energy for Ecotourism and Conservation.
Baca juga: EBT Harus Didorong untuk Mendukung Swasembada Energi Khususnya di Perdesaan
Direktur PT IIM Ria M Warganda mengatakan kegiatan CSR Partnership Gathering 2025 merupakan forum sinergi antara regulator, pelaku industri jasa keuangan, dan masyarakat dalam mendukung implementasi penerapan Prinsip Keuangan Berkelanjutan serta Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG's 2, 5, 7, 8, 13, 15, dan 17 melalui program Desa Energi Insight.
“Program Desa Energi Insight merupakan salah satu program CSR unggulan PT IIM yang merupakan inisiatif berkelanjutan yang menjadi salah satu pilar utama dari komitmen perusahaan untuk mewujudkan Transforming Investment into Social Impact,” ujarnya, Selasa (11/11/2025).
Baca juga: Nyalakan Listrik 4 Desa di Ketapang, PLN Kucurkan Rp9,2 Miliar
Sebagai bagian dari rangkaian CSR Partnership Gathering 2025, terdapat beberapa kegiatan, di antaranya, monitoring dan evaluasi pembangunan infrastruktur terbarukan, meliputi biogas, PLTS, demplot pertanian organik, serta pengolahan kompos cair dan padat, Workshop Batik Ecoprint sebagai upaya pemberdayaan ekonomi perempuan melalui pengembangan produk ramah lingkungan.
Selain itu, kegiatan ekologi dan konservasi lingkungan di kawasan sekitar Taman Nasional Way Kambas, dialog dan sinergi dengan pelaku industri jasa keuangan, termasuk APERD, sekuritas, dan mitra pendukung lainnya.
“Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi ruang bagi seluruh pihak untuk berbagi praktik baik, memperkuat jejaring kolaborasi, dan bersama-sama menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat serta lingkungan. Dengan dukungan regulator dan pelaku industri jasa keuangan, kami yakin inisiatif berkelanjutan seperti Desa Energi akan terus berkembang dan memberikan manfaat jangka panjang,” jelas Ria.
Kepala Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Lampung, Otto Fitriandy menyampaikan apresiasinya atas kolaborasi PT IIM bersama berbagai pemangku kepentingan yang telah menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat.
“Kami mengapresiasi kolaborasi PT IIM bersama berbagai pemangku kepentingan dalam kegiatan ini, yang tidak hanya memperkuat kesejahteraan sosial masyarakat, tetapi juga turut menjaga kelestarian alam bagi generasi mendatang,” kata Otto.
“Kolaborasi seperti ini sejalan dengan arah kebijakan OJK dalam memperkuat implementasi keuangan berkelanjutan di sektor jasa keuangan. Kami berharap semakin banyak pelaku industri yang tidak hanya fokus pada profitabilitas, tetapi juga berkontribusi pada keberlanjutan sosial dan lingkungan. Program Desa Energi Insight menjadi contoh nyata bagaimana prinsip ESG dapat diterjemahkan menjadi aksi di lapangan,” lanjutnya.
Sebagai catatan, setelah berhasil membawa dampak nyata di Dusun Boleng Darat, Desa Tanjung Boleng, Manggarai Barat, NTT, yang mengantarkan Insight IM meraih BISRA 2025 Silver Champion, program Desa Energi kini diperluas ke Desa Labuan Ratu VII, Lampung Timur, wilayah penyangga Taman Nasional Way Kambas.
Di NTT, program ini telah meningkatkan pendapatan nelayan, memberdayakan perempuan melalui UMKM pengolahan hasil laut, serta memperbaiki kualitas hidup masyarakat dengan dukungan infrastruktur dan fasilitas penyimpanan ikan yang lebih memadai.
Kini, di Lampung Timur, berkolaborasi bersama Yayasan Rumah Energi dan Indonesian Rhino Initiative Program Desa Energi diarahkan pada pengembangan energi terbarukan untuk ekowisata dan konservasi, meliputi pembangunan biogas, Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), demplot pertanian organik, serta fasilitas pengolahan kompos cair dan padat.
Program ini juga dilengkapi pelatihan bagi Kelompok Tani Hutan dan Kelompok Perempuan Tani untuk memperkuat literasi keuangan, pemanfaatan bio-slurry sebagai pupuk organik, dan produksi pakan silase sebagai solusi ketahanan pakan ternak.
Program Desa Energi Insight merupakan fitur CSR dari produk Reksa Dana Pendapatan Tetap Insight Renewable Energy Fund (I-Renewable). Produk investasi berkelanjutan ini menyisihkan sebagian management fee untuk mendukung pengembangan sektor energi terbarukan di Indonesia.
“Inisiatif ini menjadi bukti nyata bahwa investasi berkelanjutan tidak hanya memberikan nilai ekonomi bagi investor, tetapi juga mendorong perubahan positif bagi masyarakat dan lingkungan,” ucapnya.
Hal itu terungkap dalam kegiatan CSR Partnership Gathering 2025 yang digelar PT Insight Investments Management (PT IIM) di Desa Labuan Ratu VII, Lampung Timur bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Lampung, Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) wilayah Lampung, dan Mitra distribusi penjualan seperti Bank, Sekuritas dan APERD Online pada 31 Oktober hingga 2 November 2025.
Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian kolaborasi dalam mendukung penerapan keuangan berkelanjutan dan memperkuat dampak sosial dari program unggulan Insight IM yakni Desa Energi Insight: Renewable Energy for Ecotourism and Conservation.
Baca juga: EBT Harus Didorong untuk Mendukung Swasembada Energi Khususnya di Perdesaan
Direktur PT IIM Ria M Warganda mengatakan kegiatan CSR Partnership Gathering 2025 merupakan forum sinergi antara regulator, pelaku industri jasa keuangan, dan masyarakat dalam mendukung implementasi penerapan Prinsip Keuangan Berkelanjutan serta Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG's 2, 5, 7, 8, 13, 15, dan 17 melalui program Desa Energi Insight.
“Program Desa Energi Insight merupakan salah satu program CSR unggulan PT IIM yang merupakan inisiatif berkelanjutan yang menjadi salah satu pilar utama dari komitmen perusahaan untuk mewujudkan Transforming Investment into Social Impact,” ujarnya, Selasa (11/11/2025).
Baca juga: Nyalakan Listrik 4 Desa di Ketapang, PLN Kucurkan Rp9,2 Miliar
Sebagai bagian dari rangkaian CSR Partnership Gathering 2025, terdapat beberapa kegiatan, di antaranya, monitoring dan evaluasi pembangunan infrastruktur terbarukan, meliputi biogas, PLTS, demplot pertanian organik, serta pengolahan kompos cair dan padat, Workshop Batik Ecoprint sebagai upaya pemberdayaan ekonomi perempuan melalui pengembangan produk ramah lingkungan.
Selain itu, kegiatan ekologi dan konservasi lingkungan di kawasan sekitar Taman Nasional Way Kambas, dialog dan sinergi dengan pelaku industri jasa keuangan, termasuk APERD, sekuritas, dan mitra pendukung lainnya.
“Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi ruang bagi seluruh pihak untuk berbagi praktik baik, memperkuat jejaring kolaborasi, dan bersama-sama menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat serta lingkungan. Dengan dukungan regulator dan pelaku industri jasa keuangan, kami yakin inisiatif berkelanjutan seperti Desa Energi akan terus berkembang dan memberikan manfaat jangka panjang,” jelas Ria.
Kepala Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Lampung, Otto Fitriandy menyampaikan apresiasinya atas kolaborasi PT IIM bersama berbagai pemangku kepentingan yang telah menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat.
“Kami mengapresiasi kolaborasi PT IIM bersama berbagai pemangku kepentingan dalam kegiatan ini, yang tidak hanya memperkuat kesejahteraan sosial masyarakat, tetapi juga turut menjaga kelestarian alam bagi generasi mendatang,” kata Otto.
“Kolaborasi seperti ini sejalan dengan arah kebijakan OJK dalam memperkuat implementasi keuangan berkelanjutan di sektor jasa keuangan. Kami berharap semakin banyak pelaku industri yang tidak hanya fokus pada profitabilitas, tetapi juga berkontribusi pada keberlanjutan sosial dan lingkungan. Program Desa Energi Insight menjadi contoh nyata bagaimana prinsip ESG dapat diterjemahkan menjadi aksi di lapangan,” lanjutnya.
Sebagai catatan, setelah berhasil membawa dampak nyata di Dusun Boleng Darat, Desa Tanjung Boleng, Manggarai Barat, NTT, yang mengantarkan Insight IM meraih BISRA 2025 Silver Champion, program Desa Energi kini diperluas ke Desa Labuan Ratu VII, Lampung Timur, wilayah penyangga Taman Nasional Way Kambas.
Di NTT, program ini telah meningkatkan pendapatan nelayan, memberdayakan perempuan melalui UMKM pengolahan hasil laut, serta memperbaiki kualitas hidup masyarakat dengan dukungan infrastruktur dan fasilitas penyimpanan ikan yang lebih memadai.
Kini, di Lampung Timur, berkolaborasi bersama Yayasan Rumah Energi dan Indonesian Rhino Initiative Program Desa Energi diarahkan pada pengembangan energi terbarukan untuk ekowisata dan konservasi, meliputi pembangunan biogas, Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), demplot pertanian organik, serta fasilitas pengolahan kompos cair dan padat.
Program ini juga dilengkapi pelatihan bagi Kelompok Tani Hutan dan Kelompok Perempuan Tani untuk memperkuat literasi keuangan, pemanfaatan bio-slurry sebagai pupuk organik, dan produksi pakan silase sebagai solusi ketahanan pakan ternak.
Program Desa Energi Insight merupakan fitur CSR dari produk Reksa Dana Pendapatan Tetap Insight Renewable Energy Fund (I-Renewable). Produk investasi berkelanjutan ini menyisihkan sebagian management fee untuk mendukung pengembangan sektor energi terbarukan di Indonesia.
“Inisiatif ini menjadi bukti nyata bahwa investasi berkelanjutan tidak hanya memberikan nilai ekonomi bagi investor, tetapi juga mendorong perubahan positif bagi masyarakat dan lingkungan,” ucapnya.
(cip)
Lihat Juga :