Taman Safari Indonesia Tutup Kegiatan Edukasi Pelestarian Alam lewat Karya Visual
Minggu, 09 November 2025 - 12:22 WIB
loading...
Taman Safari Indonesia resmi menutup kegiatan edukasi pelestarian alam lewat karya visual. Foto/istimewa
A
A
A
BOGOR - Taman Safari Indonesia (TSI) resmi menutup rangkaian International Animal Photo and Video Competition (IAPVC) ke-34. Event ini menjadi medium bagi masyarakat untuk mengedukasi dan menyuarakan pesan pelestarian alam.
Hal itu disampaikan Presiden Direktur Taman Safari Indonesia Indonesia Aswin Sumampau pada acara Awarding Night yang digelar di MGP Space, SCBD Jakarta, pada Sabtu, 8 November 2025.
“Setiap karya yang kami terima seakan berbicara tentang perjuangan, keindahan dan harapan. Karya para peserta mengingatkan kita bahwa konservasi bukan hanya tanggung jawab satu pihak, tapi gerakan bersama yang lahir dari kreativitas dan kepedulian,” ujarnya, Minggu (9/11/2025).
Baca juga: Suarakan Konservasi lewat Lensa, Taman Safari Indonesia Gelar IAPVC Ke-34
Mengusung tema “The Picture of Nature’s Secret” ajang ini ditutup dengan malam penghargaan Awarding Night. IAPVC menjadi puncak apresiasi bagi para insan kreatif yang telah berkontribusi dalam pelestarian satwa melalui karya visual yang inspiratif.
Aswin menyampaikan IAPVC tahun ini berhasil mengumpulkan 26.291 karya foto dan video dari 9.115 peserta, meningkat 10% dibanding 2024. Menurut Aswin, peningkatan ini mencerminkan tumbuhnya kesadaran publik terhadap pentingnya konservasi satwa.
Peningkatan ini sekaligus menunjukkan bahwa kamera dan smartphone kini telah menjadi medium bagi masyarakat untuk bersuara dan menyuarakan pesan pelestarian alam.
Baca juga: Mau Berkunjung ke Taman Safari Bogor? Kenali 3 Jenis Tiket Masuk dan Perbedaannya!
"Melalui ajang ini, Taman Safari Indonesia terus mendorong lahirnya karya-karya yang tidak hanya indah secara visual, tetapi juga memiliki nilai edukatif dan inspiratif bagi generasi masa depan. Kegiatan ini juga mampu menjadi acuan dalam peningkatan kunjungan wisatawan di setiap daerah penyelenggara IAPVC," benernya.
Salah satu juri IAPVC yang juga fotografer senior Arbain Rambey menyampaikan apresiasinya kepada para peserta dan pemenang atas dedikasi mereka dalam menghadirkan karya yang tidak hanya indah secara visual, tetapi juga memiliki kedalaman makna.
“Saya melihat bagaimana para peserta tahun ini tidak sekadar memotret satwa, tapi juga menangkap cerita di balik setiap gerak dan tatapan. Bukan hanya soal keindahan gambar, tapi soal keberanian untuk bercerita dan menyentuh hati orang lain.” ujarnya.
Karya milik Adhitiya Wibhawa, berhasil meraih Grand Prize IAPVC 2025. Adhitiya berhasil memotret potret seekor elang dengan pencahayaan yang dramatis dan komposisi yang kuat. Dengan latar gelap yang kontras terhadap sorotan lembut di kepala dan sayap sang elang, foto ini menghadirkan nuansa agung, misterius, sekaligus emosional.
Lewat pendekatan visual yang minimalis namun sarat makna, Adhitiya berhasil menangkap lebih dari sekadar citra satwa.Ia menghadirkan esensi ketenangan, kekuatan, dan kesunyian alam liar.
Dewan juri menilai karya ini sebagai representasi mendalam dari hubungan manusia dengan alam yakni, rapuh, namun penuh kebijaksanaan dan harapan. Para pemenang tidak hanya memperoleh penghargaan prestisius, tetapi juga hadiah spektakuler termasuk 1 unit mobil listrik Wuling Air EV Lite dan total hadiah senilai ratusan juta rupiah.
Namun lebih dari itu, mereka menjadi bagian dari generasi baru wildlife storytellers untuk menyalakan semangat baru dalam pelestarian alam dengan empati dan tanggung jawab.
Kesuksesan penyelenggaraan IAPVC 2025 tak lepas dari kolaborasi lintas sektor terutama dari pemerintah pusat dan daerah serta mitra industri seperti AICE, Wuling, tiket.com, Bank Mandiri, Pocky, Cap Panda, Wong Coco, Mayora, dan MGP Space.
Dengan semangat “Celebrating the Champions of Conservation”, Taman Safari Indonesia berkomitmen untuk terus menghadirkan platform kreatif yang menggabungkan seni, edukasi, dan aksi nyata demi masa depan satwa dan bumi yang berkelanjutan.
Hal itu disampaikan Presiden Direktur Taman Safari Indonesia Indonesia Aswin Sumampau pada acara Awarding Night yang digelar di MGP Space, SCBD Jakarta, pada Sabtu, 8 November 2025.
“Setiap karya yang kami terima seakan berbicara tentang perjuangan, keindahan dan harapan. Karya para peserta mengingatkan kita bahwa konservasi bukan hanya tanggung jawab satu pihak, tapi gerakan bersama yang lahir dari kreativitas dan kepedulian,” ujarnya, Minggu (9/11/2025).
Baca juga: Suarakan Konservasi lewat Lensa, Taman Safari Indonesia Gelar IAPVC Ke-34
Mengusung tema “The Picture of Nature’s Secret” ajang ini ditutup dengan malam penghargaan Awarding Night. IAPVC menjadi puncak apresiasi bagi para insan kreatif yang telah berkontribusi dalam pelestarian satwa melalui karya visual yang inspiratif.
Aswin menyampaikan IAPVC tahun ini berhasil mengumpulkan 26.291 karya foto dan video dari 9.115 peserta, meningkat 10% dibanding 2024. Menurut Aswin, peningkatan ini mencerminkan tumbuhnya kesadaran publik terhadap pentingnya konservasi satwa.
Peningkatan ini sekaligus menunjukkan bahwa kamera dan smartphone kini telah menjadi medium bagi masyarakat untuk bersuara dan menyuarakan pesan pelestarian alam.
Baca juga: Mau Berkunjung ke Taman Safari Bogor? Kenali 3 Jenis Tiket Masuk dan Perbedaannya!
"Melalui ajang ini, Taman Safari Indonesia terus mendorong lahirnya karya-karya yang tidak hanya indah secara visual, tetapi juga memiliki nilai edukatif dan inspiratif bagi generasi masa depan. Kegiatan ini juga mampu menjadi acuan dalam peningkatan kunjungan wisatawan di setiap daerah penyelenggara IAPVC," benernya.
Salah satu juri IAPVC yang juga fotografer senior Arbain Rambey menyampaikan apresiasinya kepada para peserta dan pemenang atas dedikasi mereka dalam menghadirkan karya yang tidak hanya indah secara visual, tetapi juga memiliki kedalaman makna.
“Saya melihat bagaimana para peserta tahun ini tidak sekadar memotret satwa, tapi juga menangkap cerita di balik setiap gerak dan tatapan. Bukan hanya soal keindahan gambar, tapi soal keberanian untuk bercerita dan menyentuh hati orang lain.” ujarnya.
Karya milik Adhitiya Wibhawa, berhasil meraih Grand Prize IAPVC 2025. Adhitiya berhasil memotret potret seekor elang dengan pencahayaan yang dramatis dan komposisi yang kuat. Dengan latar gelap yang kontras terhadap sorotan lembut di kepala dan sayap sang elang, foto ini menghadirkan nuansa agung, misterius, sekaligus emosional.
Lewat pendekatan visual yang minimalis namun sarat makna, Adhitiya berhasil menangkap lebih dari sekadar citra satwa.Ia menghadirkan esensi ketenangan, kekuatan, dan kesunyian alam liar.
Dewan juri menilai karya ini sebagai representasi mendalam dari hubungan manusia dengan alam yakni, rapuh, namun penuh kebijaksanaan dan harapan. Para pemenang tidak hanya memperoleh penghargaan prestisius, tetapi juga hadiah spektakuler termasuk 1 unit mobil listrik Wuling Air EV Lite dan total hadiah senilai ratusan juta rupiah.
Namun lebih dari itu, mereka menjadi bagian dari generasi baru wildlife storytellers untuk menyalakan semangat baru dalam pelestarian alam dengan empati dan tanggung jawab.
Kesuksesan penyelenggaraan IAPVC 2025 tak lepas dari kolaborasi lintas sektor terutama dari pemerintah pusat dan daerah serta mitra industri seperti AICE, Wuling, tiket.com, Bank Mandiri, Pocky, Cap Panda, Wong Coco, Mayora, dan MGP Space.
Dengan semangat “Celebrating the Champions of Conservation”, Taman Safari Indonesia berkomitmen untuk terus menghadirkan platform kreatif yang menggabungkan seni, edukasi, dan aksi nyata demi masa depan satwa dan bumi yang berkelanjutan.
(cip)
Lihat Juga :