Tinjau Program Rumah Sederhana Layak Huni di Kudus, Ini Pesan Menteri PKP
Sabtu, 08 November 2025 - 20:30 WIB
loading...
Menteri Perumahan dan kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait meninjau langsung pelaksanaan Program Rumah Sederhana Layak Huni (RSLH) di Kudus, Jawa Tengah. Foto/Ist
A
A
A
JAKARTA - Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait meninjau langsung pelaksanaan Program Rumah Sederhana Layak Huni (RSLH) di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Dia mengapresiasi program RSLH sebagai upaya mengentaskan kemiskinan serta meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat.
“Program Rumah Sederhana Layak Huni ini bukan sekadar pembangunan fisik rumah, tetapi juga pembangunan martabat dan harapan masyarakat. Inisiatif ini sejalan visi pemerintah untuk memastikan setiap warga negara bisa punya tempat tinggal yang layak," katanya usai mengunjungi bangunan rumah baru milik Roisnan di Desa Pasuruhan Kidul, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, dikutip Sabtu (8/11/2025).
Baca juga: Kabar Baik, Pemerintah akan Bangun Rumah Layak Huni untuk Guru
Setiap rumah telah memenuhi standar rumah sehat dan layak huni, yang meliputi; kekuatan dan ketahanan bangunan, kecukupan luas ruang bagi penghuni, penerangan dan sirkulasi udara yang baik, serta ketersediaan air bersih dan sanitasi yang memadai.
Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengapresiasi kolaborasi pelaksanaan Program RSLH yang selama ini terjalin baik dengan PT Djarum dalam upaya pengentasan kemiskinan ekstrim. Kolaborasi ini tidak hanya di Kabupaten Kudus, juga di berbagai wilayah di Jawa Tengah. Luthfi mengatakan Program RSLH mampu memberi dampak sosial yang nyata dalam meningkatkan taraf kehidupan masyarakat yang lebih baik.
“Karena tujuannya adalah angka kemiskinan menurun dan masyarakat menjadi sejahtera. Maka kolaborasi pemerintah dan swasta harus berjalan. Ini adalah contoh nyata bagaimana pemerintah dan swasta bergotong-royong bersama untuk mengentaskan kemiskinan, dengan memberantas atau mengurangi rumah yang tidak layak huni,” ujar Ahmad Luthfi.
Baca juga: Presiden Prabowo Umumkan Penerima Gelar Pahlawan Nasional pada 10 November
Kunjungan ini menjadi momentum penting yang kian memperkuat sinergi antara pemerintah dan sektor swasta dalam penyediaan hunian yang layak bagi masyarakat. Per bulan Oktober 2025, Djarum telah membangun total 517 rumah di Kabupaten Kudus, Blora, Grobogan, Demak, Pemalang, Temanggung, dan Rembang.
Sedangkan COO PT Djarum Rachmat Hartono mengatakan, pihaknya terus berkomitmen menghadirkan berbagai program sosial yang bisa berdampak langsung dan berkelanjutan bagi masyarakat. Menurutnya, keberhasilan Program RSLH tidak hanya diukur dari jumlah rumah yang dibangun, tapi dari perubahan nyata yang dirasakan keluarga penerima manfaat, baik secara sosial, ekonomi, maupun psikologis.
“Melalui Program RSLH, kami berupaya memberikan hunian yang tidak hanya layak dan aman, tetapi juga mampu menjadi fondasi bagi peningkatan kesejahteraan keluarga. Kami percaya bahwa rumah yang layak adalah langkah awal menuju kehidupan yang lebih baik,” kata Victor.
Roisnan, warga Kudus yang menerima manfaat program Rumah Sederhana Layak Huni ini mengaku bersyukur. Pria yang bekerja sebagai buruh serabutan ini sebelumnya menghuni sepetak bangunan dengan kondisi yang sudah lapuk dan usang bersama keluarganya. Kini, setelah direnovasi total, rumah Roisnan jadi lebih layak ditinggali, lebih aman, lebih nyaman, serta lebih sehat.
“Bantuan renovasi rumah ini sangat berarti bagi kami. Sekarang kami sekeluarga bisa tinggal dengan layak," ujar dia.
“Program Rumah Sederhana Layak Huni ini bukan sekadar pembangunan fisik rumah, tetapi juga pembangunan martabat dan harapan masyarakat. Inisiatif ini sejalan visi pemerintah untuk memastikan setiap warga negara bisa punya tempat tinggal yang layak," katanya usai mengunjungi bangunan rumah baru milik Roisnan di Desa Pasuruhan Kidul, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, dikutip Sabtu (8/11/2025).
Baca juga: Kabar Baik, Pemerintah akan Bangun Rumah Layak Huni untuk Guru
Setiap rumah telah memenuhi standar rumah sehat dan layak huni, yang meliputi; kekuatan dan ketahanan bangunan, kecukupan luas ruang bagi penghuni, penerangan dan sirkulasi udara yang baik, serta ketersediaan air bersih dan sanitasi yang memadai.
Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengapresiasi kolaborasi pelaksanaan Program RSLH yang selama ini terjalin baik dengan PT Djarum dalam upaya pengentasan kemiskinan ekstrim. Kolaborasi ini tidak hanya di Kabupaten Kudus, juga di berbagai wilayah di Jawa Tengah. Luthfi mengatakan Program RSLH mampu memberi dampak sosial yang nyata dalam meningkatkan taraf kehidupan masyarakat yang lebih baik.
“Karena tujuannya adalah angka kemiskinan menurun dan masyarakat menjadi sejahtera. Maka kolaborasi pemerintah dan swasta harus berjalan. Ini adalah contoh nyata bagaimana pemerintah dan swasta bergotong-royong bersama untuk mengentaskan kemiskinan, dengan memberantas atau mengurangi rumah yang tidak layak huni,” ujar Ahmad Luthfi.
Baca juga: Presiden Prabowo Umumkan Penerima Gelar Pahlawan Nasional pada 10 November
Kunjungan ini menjadi momentum penting yang kian memperkuat sinergi antara pemerintah dan sektor swasta dalam penyediaan hunian yang layak bagi masyarakat. Per bulan Oktober 2025, Djarum telah membangun total 517 rumah di Kabupaten Kudus, Blora, Grobogan, Demak, Pemalang, Temanggung, dan Rembang.
Sedangkan COO PT Djarum Rachmat Hartono mengatakan, pihaknya terus berkomitmen menghadirkan berbagai program sosial yang bisa berdampak langsung dan berkelanjutan bagi masyarakat. Menurutnya, keberhasilan Program RSLH tidak hanya diukur dari jumlah rumah yang dibangun, tapi dari perubahan nyata yang dirasakan keluarga penerima manfaat, baik secara sosial, ekonomi, maupun psikologis.
“Melalui Program RSLH, kami berupaya memberikan hunian yang tidak hanya layak dan aman, tetapi juga mampu menjadi fondasi bagi peningkatan kesejahteraan keluarga. Kami percaya bahwa rumah yang layak adalah langkah awal menuju kehidupan yang lebih baik,” kata Victor.
Roisnan, warga Kudus yang menerima manfaat program Rumah Sederhana Layak Huni ini mengaku bersyukur. Pria yang bekerja sebagai buruh serabutan ini sebelumnya menghuni sepetak bangunan dengan kondisi yang sudah lapuk dan usang bersama keluarganya. Kini, setelah direnovasi total, rumah Roisnan jadi lebih layak ditinggali, lebih aman, lebih nyaman, serta lebih sehat.
“Bantuan renovasi rumah ini sangat berarti bagi kami. Sekarang kami sekeluarga bisa tinggal dengan layak," ujar dia.
(shf)
Lihat Juga :