Hari Wayang Nasional 2025, Fadli Zon Dorong Penguatan Ekosistem Kebudayaan
Sabtu, 08 November 2025 - 17:18 WIB
loading...
Menteri Kebudayaan Fadli Zon menghadiri malam puncak Pekan Wayang dan Gamelan 2025 dalam rangka memperingati Hari Wayang Nasional di Balai Kota Solo. Foto/istimewa
A
A
A
SOLO - Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon menekankan pentingnya membangun ekosistem kebudayaan yang berkelanjutan khususnya wayang dan gamelan. Sebab keduanya merupakan warisan budaya tak benda Indonesia.
Hal itu disampaikan Fadli Zon saat menghadiri malam puncak Pekan Wayang dan Gamelan 2025 dalam rangka memperingati Hari Wayang Nasional di Balai Kota Solo, Jumat, 7 November 2025 malam.
Fadli Zon mengatakan penguatan ekosistem kebudayaan itu sangat diperlukan agar pelestarian tidak berhenti pada seremonial saja. Tapi bagaimana mampu melahirkan regenerasi, inovasi dan nilai ekonomi bagi masyarakat.
Baca juga: Nama Soeharto Masuk Daftar Prioritas Jadi Pahlawan Nasional? Ini Kata Menbud Fadli Zon
"Kebudayaan jangan hanya dilestarikan. Tapi juga harus dikembangkan, dimanfaatkan dan dibina agar bisa menjadi sumber pertumbuhan ekonomi. Itulah pentingnya membangun ekosistem yang hidup," katanya, Sabtu (8/11/2025) malam.
Fadli Zon menegaskan wayang dan gamelan itu merupakan dua di antara 16 Intangible Cultural Heritage (ICH) Indonesia yang telah diakui Unesco. "Wayang itu menjadi warisan budaya pertama yang diakui pada 2003, selanjutnya disusul keris, batik, angklung dan gamelan," katanya.
Fadli Zon menyebut keberadaan komunitas dalang, sinden, dan perajin gamelan itu menjadi bagian penting dalam ekosistem budaya. Pemerintah akan terus mendorong pembinaan dan kolaborasi antara pelaku seni, akademisi, pemerintah daerah dan masyarakat.
Baca juga: Gelar Konferensi Musik Indonesia 2025, Fadli Zon: Perkuat Diplomasi Budaya dan Kesejahteraan Musisi
"Kita berharap generasi muda, dalang-dalang cilik, dan sinden-sinden cilik menjadi penerus dan pejuang kebudayaan digaris depan," ungkapnya.
Fadli Zon menjelaskan Kementerian Kebudayaan di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto mendorong terus agar kebudayaan dapat berkontribusi pada ekonomi nasional melalui industri kreatif dan pop culture. "Wayang dan gamelan perlu terus dibuat relevan dengan kekinian. Ini agar menjadi bagian dari kehidupan modern tanpa kehilangan ruh tradisinya," ujar dia.
Fadli Zon juga menyoroti meningkatnya minat dunia terhadap gamelan dan wayang. Saat ini tercatat ada sekitar 300 set gamelan berada diberbagai universitas di Amerika Serikat, kelompok gamelan juga tumbuh di Rusia, Inggris, China hingga Argentina. "Banyak orang asing itu mainkan gamelan. Ini bukti warisan budaya kita sudah mendunia. Tugas kita memastikan keberlangsungan di tanah sendiri," jelasnya.
Fadli Zon mengajak seluruh pihak-pihak untuk memperkuat ekosistem seni tradisi melalui kolaborasi lintas sektor. "Mari terus hidupkan panggung-panggung wayang, dengarkan denting gamelan di setiap penjuru negeri. Karena bangsa yang besar dan beradab adalah bangsa yang mencintai budayanya," ucapnya.
Hal itu disampaikan Fadli Zon saat menghadiri malam puncak Pekan Wayang dan Gamelan 2025 dalam rangka memperingati Hari Wayang Nasional di Balai Kota Solo, Jumat, 7 November 2025 malam.
Fadli Zon mengatakan penguatan ekosistem kebudayaan itu sangat diperlukan agar pelestarian tidak berhenti pada seremonial saja. Tapi bagaimana mampu melahirkan regenerasi, inovasi dan nilai ekonomi bagi masyarakat.
Baca juga: Nama Soeharto Masuk Daftar Prioritas Jadi Pahlawan Nasional? Ini Kata Menbud Fadli Zon
"Kebudayaan jangan hanya dilestarikan. Tapi juga harus dikembangkan, dimanfaatkan dan dibina agar bisa menjadi sumber pertumbuhan ekonomi. Itulah pentingnya membangun ekosistem yang hidup," katanya, Sabtu (8/11/2025) malam.
Fadli Zon menegaskan wayang dan gamelan itu merupakan dua di antara 16 Intangible Cultural Heritage (ICH) Indonesia yang telah diakui Unesco. "Wayang itu menjadi warisan budaya pertama yang diakui pada 2003, selanjutnya disusul keris, batik, angklung dan gamelan," katanya.
Fadli Zon menyebut keberadaan komunitas dalang, sinden, dan perajin gamelan itu menjadi bagian penting dalam ekosistem budaya. Pemerintah akan terus mendorong pembinaan dan kolaborasi antara pelaku seni, akademisi, pemerintah daerah dan masyarakat.
Baca juga: Gelar Konferensi Musik Indonesia 2025, Fadli Zon: Perkuat Diplomasi Budaya dan Kesejahteraan Musisi
"Kita berharap generasi muda, dalang-dalang cilik, dan sinden-sinden cilik menjadi penerus dan pejuang kebudayaan digaris depan," ungkapnya.
Fadli Zon menjelaskan Kementerian Kebudayaan di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto mendorong terus agar kebudayaan dapat berkontribusi pada ekonomi nasional melalui industri kreatif dan pop culture. "Wayang dan gamelan perlu terus dibuat relevan dengan kekinian. Ini agar menjadi bagian dari kehidupan modern tanpa kehilangan ruh tradisinya," ujar dia.
Fadli Zon juga menyoroti meningkatnya minat dunia terhadap gamelan dan wayang. Saat ini tercatat ada sekitar 300 set gamelan berada diberbagai universitas di Amerika Serikat, kelompok gamelan juga tumbuh di Rusia, Inggris, China hingga Argentina. "Banyak orang asing itu mainkan gamelan. Ini bukti warisan budaya kita sudah mendunia. Tugas kita memastikan keberlangsungan di tanah sendiri," jelasnya.
Fadli Zon mengajak seluruh pihak-pihak untuk memperkuat ekosistem seni tradisi melalui kolaborasi lintas sektor. "Mari terus hidupkan panggung-panggung wayang, dengarkan denting gamelan di setiap penjuru negeri. Karena bangsa yang besar dan beradab adalah bangsa yang mencintai budayanya," ucapnya.
(cip)
Lihat Juga :