Kisah Pidato Menggelegar Bung Tomo Kobarkan Semangat Juang Arek-arek Surabaya Hadapi Tentara Sekutu

Kamis, 06 November 2025 - 08:00 WIB
loading...
Kisah Pidato Menggelegar...
Pidato Bung Tomo menggelegar dan mampu mempengaruhi ribuan arek-arek Surabaya dan Jawa Timur untuk turut berjuang dalam Pertempuran Surabaya, 10 November 1945. Foto/Ist
A A A
PIDATO Bung Tomo menggelegar dan mampu mempengaruhi ribuan arek-arek Surabaya dan Jawa Timur untuk turut berjuang dalam Pertempuran Surabaya, 10 November 1945. Pidato heroik itu dicetuskan Bung Tomo usai tentara Sekutu dan Inggris menyebarkan pamflet agar arek-arek Surabaya menyerah dan memberikan senjata yang dirampas dari Jepang.

Kisah Pidato Menggelegar Bung Tomo Kobarkan Semangat Juang Arek-arek Surabaya Hadapi Tentara Sekutu


Sontak saja permintaan itu ditolak mentah-mentah oleh Bung Tomo dan para pejuang yang berujung pidato menggelegar itu. Bung Tomo berpidato selama sekitar satu jam dengan gagah dan heroik.

Baca juga: Sosok Sulistina, Istri Bung Tomo Sang Orator Pertempuran Surabaya

Dalam pidatonya dengan sangat tegas agar semua pemuda yang berasal dari Surabaya untuk segera kembali ke Surabaya. Semua laki-laki, terutama para pemuda diimbau untuk tidak meninggalkan kota Surabaya selama masa-masa genting itu.



Saat itu kondisi persenjataan memang cukup, meski kekurangan pasukan artileri. Bung Tomo lantas menyerukan untuk dibantu dengan mengerahkan 'tukang tembak' meriam.

Mendengar kata-kata Bung Tomo yang disampaikan dengan suara lantang itu, semua yang hadir pada saat itu menyambutnya dengan teriakan merdeka. Mereka berteriak sekeras-kerasnya mengiringi pidato Bung Tomo.

Dikutip dari buku "Bung Tomo: Hidup dan Mati Pengobar Semangat Tempur 10 November", mereka seakan-akan terhinosis oleh isi pidato Bung Tomo. Mereka rela berdesak-desakan di tengah lapangan untuk menyimak pidato Bung Tomo dengan setia tanpa rasa lelah sedikit pun.

Baca juga: Kebiasaan Tokoh Pertempuran Surabaya Bung Tomo yang Jarang Diketahui

Padahal, pada saat itu cuaca Surabaya cukup panas menyengat badan. Namun, panasnya cuaca tidak menjadi masalah bagi ribuan orang Surabaya untuk tetap berdiri di lapangan hingga Bung Tomo menyelesaikan orasinya.

Selama Bung Tomo selama sekitar satu jam, suasana berjalan aman terkendali tanpa gangguan sedikit pun. Selesai menyimak pidato Bung Tomo, ribuan massa pun meninggalkan Lapangan Benteng, Surabaya dengan sangat tertib.

Tampaknya yang terhipnosis oleh orasi Bung Tomo pada tanggal 10 November 1945 itu bukan hanya ribuan orang di Surabaya. Bukan hanya kalangan sipil, tetapi juga kalangan aparatur negara yang juga bergerak cepat setelah mendengar orasi Bung Tomo.

Itu terlihat ketika seruan Bung Tomo disambut oleh Markas Tertinggi TKR Yogyakarta. Kemudian, mereka mengirimkan Mayor Suwardi bersama dengan 23 orang calon kadet MA sebagai artileris ke Surabaya. Semua terpengaruh oleh orasi Bung Tomo.

Orang yang semula enggan untuk berjuang dan berperang, justru menjadi semangat berperang karena menyimak orasi Bung Tomo. Orasinya menjelma menjadi komando yang sangat ampuh bagi gerakan perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Merdeka!
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
196 Tahun Keris Kanjeng...
196 Tahun Keris Kanjeng Kiai Nogo Siluman, Pusaka Pangeran Diponegoro Simbol Kepemimpinan Tanah Jawa
Kisah Jenderal Kopassus...
Kisah Jenderal Kopassus Soegito Pertaruhkan Nyawa saat Hadapi Pemberontak Fretilin
Kisah Pasukan Legiun...
Kisah Pasukan Legiun Mangkunegaran Mampu Menandingi Kekuatan Militer Eropa
Kisah Jenderal Sjafrie...
Kisah Jenderal Sjafrie Kawal Soeharto yang Tolak Pakai Rompi Anti Peluru saat Kunjungan ke Bosnia
Sepak Terjang Matah...
Sepak Terjang Matah Ati, Istri Pangeran Sambernyawa yang Jadi Panglima Pasukan Khusus Wanita Mangkunegaran
Pasukan Intelijen Mematikan...
Pasukan Intelijen Mematikan Dom Sumurup Ing Banyu, Telik Sandi Mataram yang Habisi Jenderal VOC JP Coen
5 Ayat Al Quran Tentang...
5 Ayat Al Quran Tentang Kepahlawanan, Simak di Sini!
Prabowo Minta Jangan...
Prabowo Minta Jangan Sekali-kali Melupakan Jasa Pahlawan
Hari Pahlawan, Prabowo...
Hari Pahlawan, Prabowo Kenang Pertempuran 10 November 1945 di Surabaya
Rekomendasi
Presiden Prabowo: Selamat...
Presiden Prabowo: Selamat Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 H
Komputer Kuantum Optik...
Komputer Kuantum Optik Bakal Jadi Kebutuhan Energi AI
Berpengalaman di Perang...
Berpengalaman di Perang Ukraina, Sky-Watch Luncurkan Drone Jarak Jauh RQ-70 Dainn
Berita Terkini
BMKG Pantau Potensi...
BMKG Pantau Potensi Likuefaksi usai Gempa Besar M6,7 di Palu Sulteng
Gempa M6,7 di Palu Sulteng...
Gempa M6,7 di Palu Sulteng Akibat Aktivitas Sesar Sausu, bukan Palu-Koro yang Legendaris
Beri Layanan Kesehatan...
Beri Layanan Kesehatan Korban Banjir Aceh, USK Inisiasi Program Pengabdian Masyarakat
Kisah Mas Rushh Bangun...
Kisah Mas Rushh Bangun Personal Branding lewat Konten Keluarga
Sejumlah Bangunan Rusak...
Sejumlah Bangunan Rusak Akibat Gempa M 6,7 Palu
BMKG: 9 Gempa Susulan...
BMKG: 9 Gempa Susulan Terjadi Pascagempa M6,7 di Palu
Infografis
Perbandingan Gaji Tentara...
Perbandingan Gaji Tentara AS dengan Rusia, China, dan Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved