Cegah Abrasi di Pantai Bahagia, Green SM Tanam 1.000 Mangrove
Rabu, 05 November 2025 - 15:34 WIB
loading...
Green SM berkolaborasi dengan mitra lokal dan masyarakat menanam 1.000 pohon mangrove di Pantai Bahagia, Bekasi, pada 1 September-1 Oktober 2025. Foto/Dok. SindoNews
A
A
A
BEKASI - Pantai Bahagia di Kabupaten Bekasi menjadi saksi nyata bagaimana abrasi perlahan menggerus daratan dan mengancam kehidupan warga setempat. Merespons hal itu, Green SM menanam 1.000 pohon mangrove di kawasan itu. Berkolaborasi dengan mitra lokal dan masyarakat, inisiatif ini dilaksanakan melalui kampanye Ride & Donate pada 1 September-1 Oktober 2025.
Sebagai penyedia layanan transportasi berbasis armada listrik sepenuhnya yang pertama di Indonesia, Green SM memandang keberlanjutan bukan hanya soal mengurangi emisi. Setiap perjalanan dengan kendaraan listrik memang berkontribusi memperbaiki kualitas udara, tetapi makna keberlanjutan yang sesungguhnya lebih dari itu. Baca juga: Abrasi Hantam Pesisir Jawa, Daratan Seluas 579 Hektare di Kabupaten Tangerang Hilang
Secara umum, rata-rata satu pohon dapat menyerap hingga 22 kilogram CO₂ per tahun tergantung jenis pohon dan kondisi tumbuhnya. Penanaman 1.000 pohon berpotensi menyerap berton-ton karbon setiap tahunnya, setara dengan emisi dari puluhan ribu kilometer perjalanan kendaraan berbahan bakar fosil.
Managing Director Green SM Indonesia Deny Tjia mengatakan, keberlanjutan adalah langkah bersama. Setiap perjalanan yang dilakukan pengguna Green SM sudah berkontribusi pada udara yang lebih bersih.
Menurutnya, kegiatan penanaman mangrove ini menunjukkan bagaimana dunia usaha dan masyarakat dapat berkolaborasi untuk memulihkan alam dan melindungi generasi mendatang. ”Ini adalah salah satu dari banyak langkah yang akan terus kami lakukan seiring perluasan Green SM di seluruh Indonesia, memastikan kemajuan dan kelestarian berjalan beriringan,” katanya dalam siaran pers, Rabu (5/11/2025).
Bekerja sama dengan LindungiHutan, yayasan yang bergerak di bidang konservasi hutan, pohon mangrove dipilih bukan tanpa alasan. Akar pohon ini terbukti mampu menahan laju abrasi dan banjir, memperkaya ekosistem pesisir, sekaligus menyerap CO₂.
Bagi masyarakat Pantai Bahagia, keberadaan mangrove bukan hanya soal lingkungan, melainkan juga penopang ekonomi melalui berbagai produk olahan. Dalam kegiatan penanaman ini, Green SM mengajak sekitar 50 peserta untuk turut berpartisipasi aktif. Mereka terdiri dari pengguna, mitra pengemudi, hingga kreator konten terpilih yang bersama-sama ikut menanam mangrove di kawasan Pantai Bahagia.
Armada listrik Green SM juga digunakan untuk mendukung kelancaran mobilitas peserta sepanjang kegiatan. Kegiatan ini mencerminkan keyakinan Green SM bahwa mobilitas berkelanjutan bukan sekadar tentang transportasi, tetapi juga menjadi jembatan antara kehidupan modern dan kepedulian terhadap lingkungan.
Kreator konten Jerhemy Owen berbagi pengalamannya setelah mengikuti kegiatan ini. “Saya senang sekali bisa ikut berkontribusi untuk lingkungan. Merawat alam juga bisa membawa manfaat sosial dan ekonomi bagi masyarakat sekitar,” ujarnya. Baca juga: Perkawinan Strategis Gojek & Taksi Listrik Green SM: Analisis Bisnis di Balik Aksi Hijau yang Menggiurkan
Bagi warga lokal, inisiatif ini membawa harapan baru. Ria, salah seorang warga yang tinggal di sekitar Pantai Bahagia. “Saya senang sekali karena penanaman mangrove ini bukan hanya memperbaiki lingkungan dan mencegah banjir, tapi juga membantu perekonomian warga lewat hasil olahan mangrove seperti camilan yang dapat dijual,” tuturnya.
Melalui langkah ini, Green SM tidak hanya menghadirkan solusi transportasi bebas emisi, tetapi juga mengajak lebih banyak orang untuk melihat bahwa setiap perjalanan bisa menjadi kontribusi. Bersama LindungiHutan, Green SM berkomitmen agar aksi kecil yang dilakukan bersama-sama dapat melahirkan dampak besar bagi lingkungan dan masyarakat.
Sebagai penyedia layanan transportasi berbasis armada listrik sepenuhnya yang pertama di Indonesia, Green SM memandang keberlanjutan bukan hanya soal mengurangi emisi. Setiap perjalanan dengan kendaraan listrik memang berkontribusi memperbaiki kualitas udara, tetapi makna keberlanjutan yang sesungguhnya lebih dari itu. Baca juga: Abrasi Hantam Pesisir Jawa, Daratan Seluas 579 Hektare di Kabupaten Tangerang Hilang
Secara umum, rata-rata satu pohon dapat menyerap hingga 22 kilogram CO₂ per tahun tergantung jenis pohon dan kondisi tumbuhnya. Penanaman 1.000 pohon berpotensi menyerap berton-ton karbon setiap tahunnya, setara dengan emisi dari puluhan ribu kilometer perjalanan kendaraan berbahan bakar fosil.
Managing Director Green SM Indonesia Deny Tjia mengatakan, keberlanjutan adalah langkah bersama. Setiap perjalanan yang dilakukan pengguna Green SM sudah berkontribusi pada udara yang lebih bersih.
Menurutnya, kegiatan penanaman mangrove ini menunjukkan bagaimana dunia usaha dan masyarakat dapat berkolaborasi untuk memulihkan alam dan melindungi generasi mendatang. ”Ini adalah salah satu dari banyak langkah yang akan terus kami lakukan seiring perluasan Green SM di seluruh Indonesia, memastikan kemajuan dan kelestarian berjalan beriringan,” katanya dalam siaran pers, Rabu (5/11/2025).
Bekerja sama dengan LindungiHutan, yayasan yang bergerak di bidang konservasi hutan, pohon mangrove dipilih bukan tanpa alasan. Akar pohon ini terbukti mampu menahan laju abrasi dan banjir, memperkaya ekosistem pesisir, sekaligus menyerap CO₂.
Bagi masyarakat Pantai Bahagia, keberadaan mangrove bukan hanya soal lingkungan, melainkan juga penopang ekonomi melalui berbagai produk olahan. Dalam kegiatan penanaman ini, Green SM mengajak sekitar 50 peserta untuk turut berpartisipasi aktif. Mereka terdiri dari pengguna, mitra pengemudi, hingga kreator konten terpilih yang bersama-sama ikut menanam mangrove di kawasan Pantai Bahagia.
Armada listrik Green SM juga digunakan untuk mendukung kelancaran mobilitas peserta sepanjang kegiatan. Kegiatan ini mencerminkan keyakinan Green SM bahwa mobilitas berkelanjutan bukan sekadar tentang transportasi, tetapi juga menjadi jembatan antara kehidupan modern dan kepedulian terhadap lingkungan.
Kreator konten Jerhemy Owen berbagi pengalamannya setelah mengikuti kegiatan ini. “Saya senang sekali bisa ikut berkontribusi untuk lingkungan. Merawat alam juga bisa membawa manfaat sosial dan ekonomi bagi masyarakat sekitar,” ujarnya. Baca juga: Perkawinan Strategis Gojek & Taksi Listrik Green SM: Analisis Bisnis di Balik Aksi Hijau yang Menggiurkan
Bagi warga lokal, inisiatif ini membawa harapan baru. Ria, salah seorang warga yang tinggal di sekitar Pantai Bahagia. “Saya senang sekali karena penanaman mangrove ini bukan hanya memperbaiki lingkungan dan mencegah banjir, tapi juga membantu perekonomian warga lewat hasil olahan mangrove seperti camilan yang dapat dijual,” tuturnya.
Melalui langkah ini, Green SM tidak hanya menghadirkan solusi transportasi bebas emisi, tetapi juga mengajak lebih banyak orang untuk melihat bahwa setiap perjalanan bisa menjadi kontribusi. Bersama LindungiHutan, Green SM berkomitmen agar aksi kecil yang dilakukan bersama-sama dapat melahirkan dampak besar bagi lingkungan dan masyarakat.
(poe)
Lihat Juga :