Perempuan Aceh Miliki Peran Penting dalam Mengenalkan Tanah Rencong ke Dunia
Selasa, 04 November 2025 - 19:29 WIB
loading...
Istri Gubernur Aceh Marlina Muzakir (tengah), Amy Atmanto, Lina Bustami dan pengurus Dekranasda Aceh. Foto/istimewa
A
A
A
ACEH - Perempuan, budaya, dan media menjadi tiga kekuatan utama dalam memperkenalkan potensi Tanah Rencong ke kancah global. Penyebaran informasi positif bisa menjadi memperkuat citra Aceh di tingkat nasional maupun internasional.
Pandangan ini mengemuka dalam pertemuan antara Marlina Muzakir, istri Gubernur Aceh Muzakir Manaf yang juga menjabat sebagai Ketua TP PKK, Posyandu, dan Dekranasda Aceh dengan Wakil Ketua PWI Bidang Kemitraan dan Hubungan Antar Lembaga serta Pengurus Pusat Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Amy Atmanto.
Pertemuan itu menyoroti pentingnya penyebaran informasi positif tentang kekayaan budaya, sumber daya alam, dan potensi ekonomi kreatif Aceh mulai dari panorama Geurutee di Aceh Jaya hingga beragam kriya, kuliner khas, dan tradisi lokal yang menjadi kebanggaan masyarakat.
Baca juga: Bimtek Penjamah Makanan untuk Makan Bergizi Gratis di Aceh Dibuka Bupati Aceh Besar
Sebelumnya, Ketua Umum Dekranas Selvi Gibran Rakabuming Raka menekankan pentingnya pendampingan bagi pelaku UMKM agar mampu bersaing di pasar global.
”Masih banyak pelaku UMKM yang belum mendapatkan pendampingan secara optimal. Tugas kita adalah mengajak mereka dibina dan diberikan edukasi tidak hanya untuk pasar lokal, tetapi juga nasional bahkan internasional,” ujarnya, Selasa (4/11/2025).
Semangat itu sejalan dengan visi Marlina untuk memperkuat kesejahteraan masyarakat serta memperbesar peran perempuan dalam pembangunan daerah. Marlina menyatakan keinginan untuk mewujudkan peningkatan kesejahteraan warga Aceh dengan melakukan segala upaya dan kemitraan.
Baca juga: JK Minta Revisi UU Pemerintahan Aceh Tak Bertentangan dengan MoU Helsinki
“Kita ingin produk-produk Aceh tidak hanya dikenal di dalam negeri, tetapi juga menembus pasar global melalui penguatan kualitas, promosi, dan literasi digital,” tutur Marlina.
Marlina menambahkan, media berperan penting dalam menumbuhkan kebanggaan daerah, memperkenalkan potensi wisata, dan membuka peluang investasi. Kekayaan alam seperti Geurutee, kelezatan Timphan dan Kopi Gayo, serta hasil kriya berbasis budaya diyakini dapat menjadi kekuatan ekonomi sekaligus memperkuat citra Aceh di tingkat nasional maupun internasional.
Sementara itu, Amy Atmanto menegaskan perempuan Aceh memiliki potensi besar sebagai penggerak ekonomi kreatif. Perempuan Aceh adalah potret ketangguhan, kreatif, pekerja keras, dan berakar pada budaya yang kuat.
“Hitung saja, berapa banyak pahlawan wanita lahir dari negeri Serambi Mekkah ini. Semangat itu masih hidup dalam generasi perempuan Aceh hari ini,” ujar perempuan berdarah Aceh ini.
Pertemuan ini menjadi langkah awal bagi berbagai inisiatif yang menitikberatkan pada literasi digital, promosi budaya dan pariwisata, serta pemberdayaan perempuan, agar potensi Tanah Rencong semakin dikenal dan membawa manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakatnya.
Pandangan ini mengemuka dalam pertemuan antara Marlina Muzakir, istri Gubernur Aceh Muzakir Manaf yang juga menjabat sebagai Ketua TP PKK, Posyandu, dan Dekranasda Aceh dengan Wakil Ketua PWI Bidang Kemitraan dan Hubungan Antar Lembaga serta Pengurus Pusat Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Amy Atmanto.
Pertemuan itu menyoroti pentingnya penyebaran informasi positif tentang kekayaan budaya, sumber daya alam, dan potensi ekonomi kreatif Aceh mulai dari panorama Geurutee di Aceh Jaya hingga beragam kriya, kuliner khas, dan tradisi lokal yang menjadi kebanggaan masyarakat.
Baca juga: Bimtek Penjamah Makanan untuk Makan Bergizi Gratis di Aceh Dibuka Bupati Aceh Besar
Sebelumnya, Ketua Umum Dekranas Selvi Gibran Rakabuming Raka menekankan pentingnya pendampingan bagi pelaku UMKM agar mampu bersaing di pasar global.
”Masih banyak pelaku UMKM yang belum mendapatkan pendampingan secara optimal. Tugas kita adalah mengajak mereka dibina dan diberikan edukasi tidak hanya untuk pasar lokal, tetapi juga nasional bahkan internasional,” ujarnya, Selasa (4/11/2025).
Semangat itu sejalan dengan visi Marlina untuk memperkuat kesejahteraan masyarakat serta memperbesar peran perempuan dalam pembangunan daerah. Marlina menyatakan keinginan untuk mewujudkan peningkatan kesejahteraan warga Aceh dengan melakukan segala upaya dan kemitraan.
Baca juga: JK Minta Revisi UU Pemerintahan Aceh Tak Bertentangan dengan MoU Helsinki
“Kita ingin produk-produk Aceh tidak hanya dikenal di dalam negeri, tetapi juga menembus pasar global melalui penguatan kualitas, promosi, dan literasi digital,” tutur Marlina.
Marlina menambahkan, media berperan penting dalam menumbuhkan kebanggaan daerah, memperkenalkan potensi wisata, dan membuka peluang investasi. Kekayaan alam seperti Geurutee, kelezatan Timphan dan Kopi Gayo, serta hasil kriya berbasis budaya diyakini dapat menjadi kekuatan ekonomi sekaligus memperkuat citra Aceh di tingkat nasional maupun internasional.
Sementara itu, Amy Atmanto menegaskan perempuan Aceh memiliki potensi besar sebagai penggerak ekonomi kreatif. Perempuan Aceh adalah potret ketangguhan, kreatif, pekerja keras, dan berakar pada budaya yang kuat.
“Hitung saja, berapa banyak pahlawan wanita lahir dari negeri Serambi Mekkah ini. Semangat itu masih hidup dalam generasi perempuan Aceh hari ini,” ujar perempuan berdarah Aceh ini.
Pertemuan ini menjadi langkah awal bagi berbagai inisiatif yang menitikberatkan pada literasi digital, promosi budaya dan pariwisata, serta pemberdayaan perempuan, agar potensi Tanah Rencong semakin dikenal dan membawa manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakatnya.
(cip)
Lihat Juga :