Usia 46 Tahun, KKB Mantap Perluas Peran dari Banyumas untuk Indonesia
Senin, 03 November 2025 - 20:48 WIB
loading...
Kerukunan Keluarga Banyumasan (KKB) menggelar rapat kerja di Gunung Geulis, Bogor, Jawa Barat. FOTO/IST
A
A
A
BOGOR - Kerukunan Keluarga Banyumasan (KKB) menggelar rapat kerja di Gunung Geulis, Bogor, Jawa Barat, akhir pekan lalu. Melalui kegiatan yang mengusung tema "Bersatu, Berdaya, dan Berkarya Membangun Indonesia maju", KKB ingin memberikan kontribusi bukan hanya untuk warga sedaerah, tetapi juga segenap warga Indonesia.
"Usia 46 ini ibarat manusia sedang dalam masa produktif-produktifnya. Maka KKB tidak hanya berkutat di lingkup internal, tetapi juga keluar bergiat untuk memberikan sumbangsih bagi Indonesia," kata Ketua Panitia Raker KKB, Yawan Priyono dalam keterangannya dikutip, Senin (3/11/2025).
Raker berlangsung sederhana namun hangat di tengah hujan yang mengguyur kawasan Gunung Geulis. Ketua Umum KKB sekaligus mantan Bupati Banyumas ke-30, Mardjoko, hadir memimpin jalannya forum. Dengan gaya khas Banyumasan, ia menegaskan kesiapan KKB untuk menggerakkan program-program produktif melalui pengelolaan dana yang bijak.
"Itu dana (yang berhasil diperoleh dalam rangka raker, antara lain dari Baznas DKI Jakarta) deiwit-iwit — diirit-irit ya. Tapi saya siap memberikan otorisasi bila diperlukan," ujarnya.
Keterlibatan Baznas DKI Jakarta dalam mendukung raker ini tidak lepas dari peran Munjirin, Wali Kota Jakarta Timur sekaligus Ketua Dewan Penasihat KKB. Meski berhalangan hadir karena agenda mendadak, kontribusinya tetap terasa melalui pembentukan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) KKB, yang akan memperkuat kegiatan sosial organisasi.
Menambah semarak suasana, Anggota DPD RI Abdul Kholik yang juga berada di jajaran Dewan Penasihat KKB, turut hadir dan berbagi kenangan masa kecilnya tentang Banyumas. "Saya jadi teringat dulu suka ada dagelan Peyang-Penjol, terus ada tambahan Suliyah—lucu sekali. Mungkin KKB perlu mengadakan lomba dagelan serupa agar budaya Banyumasan bisa terus hidup," katanya.
Ucapan Kholik menjadi pengingat bahwa KKB bukan hanya wadah silaturahmi para perantau Banyumas, melainkan juga penjaga identitas budaya lokal yang penuh nilai humor, kesederhanaan, dan gotong royong.
Raker kali ini juga dihadiri sejumlah tokoh dan perwakilan paguyuban lain. Salah satunya Bahtiar Heraudie, Sekretaris Umum Papermas (Paguyuban Perantau Banyumas). "Alhamdulillah saya sangat bersyukur bisa berkumpul. Dari raker ini saya bisa banyak belajar. Papermas dan Yayasan Gerakan Cerdas Komunikasi Indonesia (GCKI) siap mendukung kegiatan KKB," ujar Bahtiar yang juga aktif di bidang media GCKI.
Di tengah perubahan zaman dan tantangan sosial yang semakin kompleks, KKB bertekad memperluas kiprahnya dari sekadar organisasi kedaerahan menjadi gerakan yang berdaya guna bagi masyarakat luas.
"Usia 46 ini ibarat manusia sedang dalam masa produktif-produktifnya. Maka KKB tidak hanya berkutat di lingkup internal, tetapi juga keluar bergiat untuk memberikan sumbangsih bagi Indonesia," kata Ketua Panitia Raker KKB, Yawan Priyono dalam keterangannya dikutip, Senin (3/11/2025).
Raker berlangsung sederhana namun hangat di tengah hujan yang mengguyur kawasan Gunung Geulis. Ketua Umum KKB sekaligus mantan Bupati Banyumas ke-30, Mardjoko, hadir memimpin jalannya forum. Dengan gaya khas Banyumasan, ia menegaskan kesiapan KKB untuk menggerakkan program-program produktif melalui pengelolaan dana yang bijak.
"Itu dana (yang berhasil diperoleh dalam rangka raker, antara lain dari Baznas DKI Jakarta) deiwit-iwit — diirit-irit ya. Tapi saya siap memberikan otorisasi bila diperlukan," ujarnya.
Keterlibatan Baznas DKI Jakarta dalam mendukung raker ini tidak lepas dari peran Munjirin, Wali Kota Jakarta Timur sekaligus Ketua Dewan Penasihat KKB. Meski berhalangan hadir karena agenda mendadak, kontribusinya tetap terasa melalui pembentukan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) KKB, yang akan memperkuat kegiatan sosial organisasi.
Menambah semarak suasana, Anggota DPD RI Abdul Kholik yang juga berada di jajaran Dewan Penasihat KKB, turut hadir dan berbagi kenangan masa kecilnya tentang Banyumas. "Saya jadi teringat dulu suka ada dagelan Peyang-Penjol, terus ada tambahan Suliyah—lucu sekali. Mungkin KKB perlu mengadakan lomba dagelan serupa agar budaya Banyumasan bisa terus hidup," katanya.
Ucapan Kholik menjadi pengingat bahwa KKB bukan hanya wadah silaturahmi para perantau Banyumas, melainkan juga penjaga identitas budaya lokal yang penuh nilai humor, kesederhanaan, dan gotong royong.
Raker kali ini juga dihadiri sejumlah tokoh dan perwakilan paguyuban lain. Salah satunya Bahtiar Heraudie, Sekretaris Umum Papermas (Paguyuban Perantau Banyumas). "Alhamdulillah saya sangat bersyukur bisa berkumpul. Dari raker ini saya bisa banyak belajar. Papermas dan Yayasan Gerakan Cerdas Komunikasi Indonesia (GCKI) siap mendukung kegiatan KKB," ujar Bahtiar yang juga aktif di bidang media GCKI.
Di tengah perubahan zaman dan tantangan sosial yang semakin kompleks, KKB bertekad memperluas kiprahnya dari sekadar organisasi kedaerahan menjadi gerakan yang berdaya guna bagi masyarakat luas.
(abd)
Lihat Juga :