Kemensos Gelar Operasi Katarak untuk Lansia di Kabupaten Tebo
Senin, 03 November 2025 - 08:53 WIB
loading...
A
A
A
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tebo Sindi, menegaskan bahwa kegiatan ini selaras dengan visi daerah dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. “Kami bersama-sama menghimpun data calon penerima. Alhamdulillah, hari ini ada 115 pasien yang bisa mendapatkan manfaat langsung,” jelasnya.
Baca juga: 14 Perwira TNI Dimutasi ke Unhan Akhir September 2025, Berikut Nama-namanya
Sindi menambahkan, Pemkab Tebo akan terus bersinergi dengan Kemensos untuk memperluas bantuan bagi lansia, termasuk perbaikan tempat tinggal melalui program Asistensi Rehabilitasi Sosial (Atensi). “Data penerima bantuan masih banyak. Kita akan lihat dan tetapkan berdasarkan skala prioritas agar semua lansia bisa hidup lebih produktif dan mandiri,” tambahnya.
Direktur Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia Kemensos Suratna, menegaskan bahwa kegiatan ini sejalan dengan arahan Menteri Sosial untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor. “Operasi katarak ini bukan sekadar soal kesehatan mata, tapi juga soal martabat dan kemandirian. Dengan memulihkan penglihatan, para lansia dapat kembali beraktivitas dan membantu keluarganya,” tegasnya.
Suratna mengungkapkan, rasio ketergantungan lansia di Indonesia meningkat dari 15,16% pada 2020 menjadi 17 persen pada 2024. Upaya seperti ini menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk menekan angka tersebut secara berkelanjutan.
Kepala Sentra Alyatama Jambi, Hendra Permana, menyebut kegiatan ini melibatkan delapan dokter mata serta dukungan dari berbagai pihak, termasuk Bank Jambi, Pegadaian, THC, BUMD, dan BSI. “Kami memfasilitasi peserta dari daerah jauh dengan penginapan agar lebih nyaman. Selain operasi, juga ada perbaikan kamar mandi lansia dan bantuan usaha masyarakat,” jelasnya.
Baca juga: 14 Perwira TNI Dimutasi ke Unhan Akhir September 2025, Berikut Nama-namanya
Sindi menambahkan, Pemkab Tebo akan terus bersinergi dengan Kemensos untuk memperluas bantuan bagi lansia, termasuk perbaikan tempat tinggal melalui program Asistensi Rehabilitasi Sosial (Atensi). “Data penerima bantuan masih banyak. Kita akan lihat dan tetapkan berdasarkan skala prioritas agar semua lansia bisa hidup lebih produktif dan mandiri,” tambahnya.
Direktur Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia Kemensos Suratna, menegaskan bahwa kegiatan ini sejalan dengan arahan Menteri Sosial untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor. “Operasi katarak ini bukan sekadar soal kesehatan mata, tapi juga soal martabat dan kemandirian. Dengan memulihkan penglihatan, para lansia dapat kembali beraktivitas dan membantu keluarganya,” tegasnya.
Suratna mengungkapkan, rasio ketergantungan lansia di Indonesia meningkat dari 15,16% pada 2020 menjadi 17 persen pada 2024. Upaya seperti ini menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk menekan angka tersebut secara berkelanjutan.
Kepala Sentra Alyatama Jambi, Hendra Permana, menyebut kegiatan ini melibatkan delapan dokter mata serta dukungan dari berbagai pihak, termasuk Bank Jambi, Pegadaian, THC, BUMD, dan BSI. “Kami memfasilitasi peserta dari daerah jauh dengan penginapan agar lebih nyaman. Selain operasi, juga ada perbaikan kamar mandi lansia dan bantuan usaha masyarakat,” jelasnya.
Lihat Juga :