Hotel Legendaris Ini Hidupkan Kembali Identitas Historis dan Nilai Budaya Yogyakarta
Minggu, 02 November 2025 - 18:47 WIB
loading...
Momentum bersejarah segera hadir di jantung kawasan Malioboro, Yogyakarta. Hotel legendaris Grand Inna Malioboro kini resmi bertransformasi menjadi Grand Hotel De Djokja. Foto: Ist
A
A
A
YOGYAKARTA - Momentum bersejarah segera hadir di jantung kawasan Malioboro , Yogyakarta. Hotel legendaris Grand Inna Malioboro kini resmi bertransformasi menjadi Grand Hotel De Djokja, sebuah hotel bintang lima yang mengusung filosofi Heritage Legacy, Timeless Luxury.
Transformasi ini tidak sekadar pergantian nama melainkan merupakan langkah strategis dalam menghidupkan kembali identitas historis dan nilai budaya Yogyakarta di panggung nasional dan internasional.
Jejak sejarah Grand Hotel De Djokja berawal pada tahun 1911 ketika hotel ini dibangun arsitek Belanda sebagai salah satu hotel termewah yang menjadi tempat persinggahan para pejabat, bangsawan, hingga tokoh-tokoh penting internasional.
Baca juga: Pengunjung Malioboro Keluhkan Banyak Pengamen, Perilakunya Menjengkelkan
Hotel legendaris ini telah menjadi saksi perjalanan sejarah bangsa dan mengalami beberapa kali perubahan nama menjadi Hotel Asahi (1942), Hotel Merdeka (1948), Hotel Garuda (1950), Natour Garuda (1975), Inna Garuda (2001), Grand Inna Malioboro (2017). Kini, lebih dari satu abad kemudian, hotel bersejarah ini kembali ke nama aslinya, Grand Hotel De Djokja sebagai bentuk penghormatan terhadap akar sejarah dan warisan budaya Yogyakarta.
Transformasi ini berada di bawah naungan InJourney Hospitality atau PT Hotel Indonesia Natour, member PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney, holding BUMN pariwisata dan aviasi yang memiliki komitmen kuat melestarikan cagar budaya sebagai destinasi unggulan di tingkat nasional maupun global.
“Transformasi Grand Hotel De Djokja bukan sekadar merevitalisasi sebuah hotel bintang lima, tetapi juga membangkitkan kembali nilai sejarah Yogyakarta yang dapat dinikmati generasi masa kini dan mendatang. Heritage Legacy, Timeless Luxury bukan sekadar visi, namun juga misi kami kepada tamu dan masyarakat,” ujar General Manager Grand Hotel De Djokja Andreas Kahl, Minggu (2/11/2025).
Direktur Utama InJourney Hospitality Christine Hutabarat menyampaikan revitalisasi Grand Hotel De Djokja adalah bagian dari komitmen dalam menciptakan ekosistem pariwisata yang berkelanjutan dan melestarikan warisan budaya seiring dengan pengembangan ekonomi kreatif dan industri perhotelan modern.
Sebagai salah satu hotel pertama dan paling bersejarah di Yogyakarta, Grand Hotel De Djokja telah menjadi saksi milestone sejarah dan ikon arsitektur kolonial yang memadukan keanggunan gaya Eropa dengan estetika budaya Jawa.
Revitalisasi Grand Hotel De Djokja tidak hanya berfokus pada pemugaran fisik dan arsitektur bangunan, namun juga tetap mempertahankan elemen dan nilai-nilai historis yang terkandung di dalamnya. Dengan pelayanan berkelas dunia dan atmosfer yang memadukan sejarah dan kemewahan kontemporer, Grand Hotel De Djokja siap menghadirkan pengalaman menginap bermakna dan penuh nilai budaya.
Transformasi ini menjadi babak baru bagi hotel legendaris di jantung Malioboro, sebuah ikon hidup di mana sejarah, budaya, dan kemewahan berpadu dalam satu narasi abadi menegaskan posisi Yogyakarta sebagai destinasi heritage kelas dunia.
Transformasi ini tidak sekadar pergantian nama melainkan merupakan langkah strategis dalam menghidupkan kembali identitas historis dan nilai budaya Yogyakarta di panggung nasional dan internasional.
Jejak sejarah Grand Hotel De Djokja berawal pada tahun 1911 ketika hotel ini dibangun arsitek Belanda sebagai salah satu hotel termewah yang menjadi tempat persinggahan para pejabat, bangsawan, hingga tokoh-tokoh penting internasional.
Baca juga: Pengunjung Malioboro Keluhkan Banyak Pengamen, Perilakunya Menjengkelkan
Hotel legendaris ini telah menjadi saksi perjalanan sejarah bangsa dan mengalami beberapa kali perubahan nama menjadi Hotel Asahi (1942), Hotel Merdeka (1948), Hotel Garuda (1950), Natour Garuda (1975), Inna Garuda (2001), Grand Inna Malioboro (2017). Kini, lebih dari satu abad kemudian, hotel bersejarah ini kembali ke nama aslinya, Grand Hotel De Djokja sebagai bentuk penghormatan terhadap akar sejarah dan warisan budaya Yogyakarta.
Transformasi ini berada di bawah naungan InJourney Hospitality atau PT Hotel Indonesia Natour, member PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney, holding BUMN pariwisata dan aviasi yang memiliki komitmen kuat melestarikan cagar budaya sebagai destinasi unggulan di tingkat nasional maupun global.
“Transformasi Grand Hotel De Djokja bukan sekadar merevitalisasi sebuah hotel bintang lima, tetapi juga membangkitkan kembali nilai sejarah Yogyakarta yang dapat dinikmati generasi masa kini dan mendatang. Heritage Legacy, Timeless Luxury bukan sekadar visi, namun juga misi kami kepada tamu dan masyarakat,” ujar General Manager Grand Hotel De Djokja Andreas Kahl, Minggu (2/11/2025).
Direktur Utama InJourney Hospitality Christine Hutabarat menyampaikan revitalisasi Grand Hotel De Djokja adalah bagian dari komitmen dalam menciptakan ekosistem pariwisata yang berkelanjutan dan melestarikan warisan budaya seiring dengan pengembangan ekonomi kreatif dan industri perhotelan modern.
Sebagai salah satu hotel pertama dan paling bersejarah di Yogyakarta, Grand Hotel De Djokja telah menjadi saksi milestone sejarah dan ikon arsitektur kolonial yang memadukan keanggunan gaya Eropa dengan estetika budaya Jawa.
Revitalisasi Grand Hotel De Djokja tidak hanya berfokus pada pemugaran fisik dan arsitektur bangunan, namun juga tetap mempertahankan elemen dan nilai-nilai historis yang terkandung di dalamnya. Dengan pelayanan berkelas dunia dan atmosfer yang memadukan sejarah dan kemewahan kontemporer, Grand Hotel De Djokja siap menghadirkan pengalaman menginap bermakna dan penuh nilai budaya.
Transformasi ini menjadi babak baru bagi hotel legendaris di jantung Malioboro, sebuah ikon hidup di mana sejarah, budaya, dan kemewahan berpadu dalam satu narasi abadi menegaskan posisi Yogyakarta sebagai destinasi heritage kelas dunia.
(jon)
Lihat Juga :