Akses Mampang-Kemang Terputus Akibat Kawasan Pasar Warung Buncit Banjir
Kamis, 30 Oktober 2025 - 18:33 WIB
loading...
Kawasan Pasar Warung Buncit terendam genangan air hingga setinggi perut orang dewasa, pada Kamis (30/10/2025). Akibatnya, akses arus lalu lintas dari Mampang ke Kemang terputus. Foto/Ari Sandita Murti
A
A
A
JAKARTA - Kawasan Pasar Warung Buncit, Jakarta Selatan terendam genangan air hingga setinggi perut orang dewasa, pada Kamis (30/10/2025). Akibat banjir Jakarta ini akses arus lalu lintas dari Mampang ke Kemang terputus.
Berdasarkan pantauan SindoNews, akses Kemang Utara IX, Jalan Duren Bangka, dan Jalan Kemang Utara ditutup sementara. Pasalnya, kawasan jalan tersebut tergenang air hingga setinggi perut orang dewasa.
Baca juga: Banjir Jakarta, 35 RT dan 1 Ruas Jalan di Jaksel Terendam
Penutupan jalan tersebut dilakukan oleh warga dan anggota PPSU kelurahan Bangka. Petugas terlihat memberikan warning pada setiap pengendara jalan yang mencoba nekat menerobos kawasan tersebut meski ujungnya para pengendara tetap putar balik.
Jalan tersebut merupakan jalur alternatif bagi pengendara yang hendak ke kawasan Kemang dari arah Mampang Prapatan, begitu juga sebaliknya.
Akibat banjir tersebut, pengendara harus melalui rute ke Jalan Kapten Tendean ataupun kawasan Pejaten Vilage menembus ke Ampera jika hendak ke kawasan Kemang dari arah Mampang, begitu juga sebaliknya.
Akibat banjir dan hujan di kawasan tersebut, arus lalu lintas di kawasan Jalan Mampang Prapatan menuju Pejaten Vilage terpantau macet, begitu juga sebaliknya.
Baca juga: Banjir Rendam 20 RT di Jaktim dan Jaksel, Ketinggian Air hingga 120 Cm
"Akses jalannya tidak bisa dilalui karena genangan di sini (kawasan Pasar Warung Buncit) dan titik lainnya (Jalan Duren Bangka, dan Jalan Kemang Utara). Penutupan (jalan) untuk mengantisipasi kendaraan yang ingin menerobos," kata petugas PPSU kelurahan Bangka, Ikhsan di lokasi, Kamis (30/10/2025).
Dia menambahkan, petugas PPSU kelurahan Bangka pun telah berada di lokasi banjir untuk membantu melakukan pengaturan arus lalu lintas. Begitu juga untuk membersihkan saluran air agar air bisa segera surut saat kali Mampang sudah tak lagi meluap.
"Kami siga disini untuk membantu warga jika nanti ada yang mau evakuasi, tapi sejauh ini (warga) masih bertahan karena mungkin biasanya kan cepat surut yah begitu hujan berhenti," ujarnya.
Berdasarkan pantauan SindoNews, akses Kemang Utara IX, Jalan Duren Bangka, dan Jalan Kemang Utara ditutup sementara. Pasalnya, kawasan jalan tersebut tergenang air hingga setinggi perut orang dewasa.
Baca juga: Banjir Jakarta, 35 RT dan 1 Ruas Jalan di Jaksel Terendam
Penutupan jalan tersebut dilakukan oleh warga dan anggota PPSU kelurahan Bangka. Petugas terlihat memberikan warning pada setiap pengendara jalan yang mencoba nekat menerobos kawasan tersebut meski ujungnya para pengendara tetap putar balik.
Jalan tersebut merupakan jalur alternatif bagi pengendara yang hendak ke kawasan Kemang dari arah Mampang Prapatan, begitu juga sebaliknya.
Akibat banjir tersebut, pengendara harus melalui rute ke Jalan Kapten Tendean ataupun kawasan Pejaten Vilage menembus ke Ampera jika hendak ke kawasan Kemang dari arah Mampang, begitu juga sebaliknya.
Akibat banjir dan hujan di kawasan tersebut, arus lalu lintas di kawasan Jalan Mampang Prapatan menuju Pejaten Vilage terpantau macet, begitu juga sebaliknya.
Baca juga: Banjir Rendam 20 RT di Jaktim dan Jaksel, Ketinggian Air hingga 120 Cm
"Akses jalannya tidak bisa dilalui karena genangan di sini (kawasan Pasar Warung Buncit) dan titik lainnya (Jalan Duren Bangka, dan Jalan Kemang Utara). Penutupan (jalan) untuk mengantisipasi kendaraan yang ingin menerobos," kata petugas PPSU kelurahan Bangka, Ikhsan di lokasi, Kamis (30/10/2025).
Dia menambahkan, petugas PPSU kelurahan Bangka pun telah berada di lokasi banjir untuk membantu melakukan pengaturan arus lalu lintas. Begitu juga untuk membersihkan saluran air agar air bisa segera surut saat kali Mampang sudah tak lagi meluap.
"Kami siga disini untuk membantu warga jika nanti ada yang mau evakuasi, tapi sejauh ini (warga) masih bertahan karena mungkin biasanya kan cepat surut yah begitu hujan berhenti," ujarnya.
(shf)
Lihat Juga :