Investasi Hotel dan Pariwisata di Bontang Jadi Gerbang Ekonomi Baru Kaltim

Kamis, 30 Oktober 2025 - 13:17 WIB
loading...
Investasi Hotel dan...
Ketua Unit Layanan Strategis Pembangunan Sumber Daya Berkelanjutan (ULS-PSDB) Universitas Mulawarman (Unmul) Rahcmad Budi Suharto. Foto: Ist
A A A
BONTANG - Peluang investasi cerah di sektor perhotelan dan pariwisata kini mulai dibuka Pemerintah Kota Bontang. Hal ini kian menegaskan posisi Kota Taman (julukan Bontang) sebagai salah satu kota dengan prospek investasi paling menjanjikan di Kaltim.

Tak hanya dikenal sebagai kota industri dan energi, Bontang kini mulai membuka babak baru. Ketua Unit Layanan Strategis Pembangunan Sumber Daya Berkelanjutan (ULS-PSDB) Universitas Mulawarman (Unmul) Dr Rahcmad Budi Suharto mengamini hal tersebut.

Baca juga: Bangun Infrastruktur, Pupuk Kaltim Salurkan Bantuan Rp15,3 Miliar untuk Warga Bontang

Menurut dia, sektor perhotelan dipandang sebagai pilar strategis dalam memperkuat fondasi ekonomi daerah, meningkatkan pendapatan daerah. Sekaligus mendorong tumbuhnya UMKM dan ekonomi kreatif lokal.

Dengan posisi geografis yang sangat strategis di pesisir Kalimantan Timur dan berdekatan dengan kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN), Bontang menjadi simpul penting pergerakan bisnis, energi, dan pariwisata regional.

“Bontang memiliki potensi perhotelan yang sangat besar. Letaknya strategis, kunjungan bisnis tinggi, dan pariwisata pesisirnya mulai tumbuh. Kini saatnya investor hotel masuk, karena ekosistemnya sedang terbentuk,” ujarnya, Kamis (30/10/2025).

Selama ini Kota Bontang dikenal sebagai kota industri dengan aktivitas padat dari perusahaan besar. Namun, kebutuhan akomodasi representatif bagi tamu bisnis, teknisi, dan wisatawan terus meningkat.

Kehadiran hotel berbintang menjadi kebutuhan mendesak tidak hanya untuk menunjang dunia usaha dan pemerintahan. “Hal ini juga untuk menghidupkan sektor pariwisata bahari dan ekonomi kreatif,” kata Rahcmad.

Pemkot Bontang melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) juga menyambut positif peluang ini. Pembangunan hotel dinilai sebagai strategi berkelanjutan untuk memperkuat daya saing kota dan memperluas lapangan kerja.

Beberapa lahan strategis di pusat kota kini tengah dikaji sebagai lokasi potensial, termasuk wacana penggunaan rumah jabatan Wali Kota di Jalan Awang Long yang dinilai sangat representatif untuk pembangunan hotel bisnis dan konferensi.

Investasi hotel di Bontang bukan hanya soal pembangunan fisik, tetapi juga tentang menciptakan efek ekonomi berantai bagi masyarakat. Kehadiran hotel akan menggerakkan banyak sektor pendukung mulai dari kuliner, transportasi, laundry, hingga industri kreatif dan souvenir lokal.

Dengan meningkatnya lama tinggal pengunjung (length of stay) otomatis pendapatan daerah dari pajak hotel dan restoran juga akan naik tanpa harus menambah beban pajak baru bagi masyarakat.

“Hotel tidak hanya memberi pajak, tapi juga menumbuhkan ekonomi di sekitarnya. UMKM tumbuh, masyarakat bekerja, dan ekonomi daerah bergerak bersama,” ucapnya.

Perizinan kini terintegrasi secara digital, didukung pelayanan cepat, transparan, dan berorientasi investor. Kepastian hukum dan dukungan regulasi daerah menjadi jaminan kenyamanan bagi investor yang ingin masuk ke sektor properti dan perhotelan.

Selain itu, Bontang kini tengah berbenah dari sisi infrastruktur dan tata ruang, membuka ruang bagi pengembangan kawasan bisnis baru, serta memadukan fungsi industri, perumahan, dan pariwisata secara seimbang.

Visi besar Bontang Berbenah yang diusung Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni menjadi roh dari setiap langkah pembangunan dan investasi. Visi ini menekankan transformasi, kolaborasi, dan inovasi dalam setiap sektor, termasuk pariwisata dan perhotelan.

Dengan semangat ini, Bontang tidak hanya berfokus pada industri energi, tetapi juga mulai membangun kota yang ramah investasi, berdaya saing, dan berwawasan ekonomi inklusif.

“Peluang besar terbuka bagi investor yang ingin menjadi bagian dari perubahan terutama dalam menghadirkan hotel modern, nyaman, dan berkelas di jantung Kota Bontang,” ujar Rahcmad yang juga Koordinator Program Doktor Ilmu Ekonomi Unmul Samarinda ini.
(jon)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Eksekusi Hotel Sultan,...
Eksekusi Hotel Sultan, Wamensesneg: Kita Harus Tarik Aset yang Dikuasai Pihak Lain
BEM UI: Ekonomi Hanya...
BEM UI: Ekonomi Hanya Tumbuh di Atas Kertas, di Meja Makan Rakyat Tidak Ada yang Berubah
MBG di Papua Perkuat...
MBG di Papua Perkuat Gizi dan Gerakkan Ekonomi Lokal
Menteri dan Deretan...
Menteri dan Deretan Tokoh Daerah Bedah Transisi Ekonomi Jakarta
Forum Gerakan Moral...
Forum Gerakan Moral Pendidikan Kaltim Desak Kampus Bebas dari Politik Praktis
Kolaborasi ESG Dorong...
Kolaborasi ESG Dorong Gerakan Penghijauan di Tengah Pesatnya Pembangunan Kaltim
Transformasi Ekonomi...
Transformasi Ekonomi Progresif, Kepala BPS Canangkan Sensus Ekonomi di Maluku Utara
Venue Pernikahan Seribu...
Venue Pernikahan Seribu Tamu Hadir Dekat Bandara Soekarno-Hatta
Aden Indonesia Sinergi...
Aden Indonesia Sinergi Perkuat Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Routa
Rekomendasi
Lahirkan Calon Juara...
Lahirkan Calon Juara Dunia, PB Pertacami Fokuskan Atlet MMA Ikut 4 Kompetisi Bergengsi
Kelab Pantai Favorit...
Kelab Pantai Favorit di Bali, Klive Beach Club Menjadi Ikon Baru Uluwatu
Iran Tutup Lagi Selat...
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, Harga Minyak Global Kembali Melonjak
Berita Terkini
Hore! Stasiun KRL JIS...
Hore! Stasiun KRL JIS Diresmikan Besok
BMKG Deteksi Siklon...
BMKG Deteksi Siklon Tropis Mekkhala, Ingatkan Potensi Hujan Lebat
HUT ke-499 Jakarta,...
HUT ke-499 Jakarta, Ini 11 Museum dan 9 Kolam Renang yang Digratiskan selama 3 Hari
Kunjungi IKN, Ketum...
Kunjungi IKN, Ketum Garuda Jajaki Peluang Usaha untuk UMKM
Resmikan Penataan Jalan...
Resmikan Penataan Jalan Rasuna Said, Pramono: Wajah Baru Jakarta
HUT ke-499 Jakarta,...
HUT ke-499 Jakarta, Transportasi Umum dan Tempat Wisata Gratis juga Berlaku bagi Warga KTP Non-DKI
Infografis
Piala Dunia 2026: Panggung...
Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Messi-Ronaldo dan Lahirnya Era Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved