Intelijen Sebut Iran Berencana Bunuh Dubes AS untuk Afrika Selatan
Senin, 14 September 2020 - 13:44 WIB
loading...
Intelijen AS membeberkan laporan terkait rencana Iran yang hendak membunuh Dubes AS untuk Afrika Selatan sebagai pembalasan atas kematian Mayor Jenderal Qassem Soleimani. Foto/REUTERS
A
A
A
WASHINGTON - Intelijen Amerika Serikat (AS) membeberkan laporan baru, yang menyebut Iran merencanakan pembunuhan terhadap Duta Besar (dubes) Amerika untuk Afrika Selatan (Afsel) sebagai pembalasan atas kematian Mayor Jenderal Qassem Soleimani.
Soleimani adalah kepala Pasukan Quds, pasukan elite Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) , yang dibunuh Amerika dengan serangan drone bersenjata rudal di dekat bandara Baghdad, Irak, Januari lalu. Pembunuhan jenderal yang sangat disegani di Iran itu hampir memicu perang besar antara Teheran dan Washington.
Baca Juga: Amerika Persiapkan Latihan Perang Besar-besaran untuk Hadapi China
Laporan intelijen itu diungkap oleh Politicohari Minggu (13/9/2020), mengutip para pejabat Amerika yang melihat laporan tersebut.
Jika Iran benar-benar berusaha untuk melakukan pembunuhan tersebut, itu akan sangat meningkatkan ketegangan antara Washington dan Teheran, yang secara bersamaan akan memberikan dorongan kepada pemerintahan Donald Trump untuk membalas.
Pejabat AS telah mengetahui ancaman terhadap Duta Besar untuk Afrika Selatan, Lana Marks, sejak musim semi. Namun, data intelijen menunjukkan ancaman tersebut menjadi lebih spesifik dalam beberapa pekan terakhir.
Soleimani adalah kepala Pasukan Quds, pasukan elite Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) , yang dibunuh Amerika dengan serangan drone bersenjata rudal di dekat bandara Baghdad, Irak, Januari lalu. Pembunuhan jenderal yang sangat disegani di Iran itu hampir memicu perang besar antara Teheran dan Washington.
Baca Juga: Amerika Persiapkan Latihan Perang Besar-besaran untuk Hadapi China
Laporan intelijen itu diungkap oleh Politicohari Minggu (13/9/2020), mengutip para pejabat Amerika yang melihat laporan tersebut.
Jika Iran benar-benar berusaha untuk melakukan pembunuhan tersebut, itu akan sangat meningkatkan ketegangan antara Washington dan Teheran, yang secara bersamaan akan memberikan dorongan kepada pemerintahan Donald Trump untuk membalas.
Pejabat AS telah mengetahui ancaman terhadap Duta Besar untuk Afrika Selatan, Lana Marks, sejak musim semi. Namun, data intelijen menunjukkan ancaman tersebut menjadi lebih spesifik dalam beberapa pekan terakhir.
Lihat Juga :