Siapkan Ojol Berkompeten, GOBER Community Bentuk Koperasi Khusus
Selasa, 28 Oktober 2025 - 22:26 WIB
loading...
Koperasi GOBER Indonesia tengah menyiapkan program sertifikasi kompetensi pengemudi online. Foto: Dok Sindonews
A
A
A
JAKARTA - Presiden GOBER (Go Online Bersama) Community Dodi Ilham mengatakan, driver ojek online adalah sebuah profesi rakyat yang baik. Sehingga, dia ingin profesi tersebut dapat dihormati oleh semua pihak dan dapat dikembangkan murni untuk kemaslahatan para mitra aplikasi ojol secara merata.
"Kami melihat perlawanan terhadap eksploitasi dan penindasan harus dilakukan dengan cara kekuatan finansial dan kemandirian kolektif, sehingga sepakat untuk membentuk Koperasi Ojol," ujar Dodi, Senin (27/10/2025).
Baca juga: Menaker Setuju Driver Ojol Diberikan THR: Budaya Kita
Pengemudi online juga harus memiliki kompetensi yang mumpuni di tengah-tengah masyarakat. Salah satunya sertifikasi kompetensi pengemudi online, bukan hanya soal kecakapan dalam berkendara, tapi juga bagaimana mereka mampu menjadi bagian dari entitas bela negara hingga meningkatkan profesionalitas dalam pelayanan dengan para customer.
"Koperasi GOBER Indonesia tengah menyiapkan program sertifikasi Kompetensi Pengemudi Online yaitu untuk bela diri dan bela negara, kepribadian atau profesionalitas, solidaritas mekanik, pelatihan P3K dan K3, serta pendidikan kearifan lokal," katanya.
Dodi yakin dengan kemajuan dan peran teknologi, khususnya yang berkaitan dengan sektor perekonomian di Indonesia. Dia percaya bahwa masa depan negara ini akan semakin membaik ke depannya.
“Kami tegaskan bahwa untuk melawan teknologi yang bersifat sentralistis harus dengan teknologi yang desentralisasi terutama jika Presiden Prabowo Subianto membuka ruang luas bagi ekonomi digital yang inklusif, terbuka, dan berkeadilan," ujar Dodi.
Karena itu, dia menyampaikan secara tegas bahwa profesi pengemudi online adalah pekerja pencari nafkah yang terhormat. Mereka bekerja murni untuk memenuhi kebutuhan anak istri dan keluarga mereka, bukan untuk mencari kekuasaan dan pencitaran semata.
Dia menitikberatkan agar semua pihak tidak mengeksploitasi profesi ojol demi kepentingan kelompok semata apalagi untuk kepentingan politik praktis. "Pengemudi online adalah bagian dari rakyat pekerja yang mencari nafkah dengan terhormat. Bukan alat kekuasaan, bukan pula objek pencitraan," tegasnya.
"Saling menghormati antara negara dan rakyat akan menjadi fondasi bagi ekonomi digital yang berdaulat, adil, dan berkeadaban sesuai cita-cita pendiri bangsa," tambahnya.
"Kami melihat perlawanan terhadap eksploitasi dan penindasan harus dilakukan dengan cara kekuatan finansial dan kemandirian kolektif, sehingga sepakat untuk membentuk Koperasi Ojol," ujar Dodi, Senin (27/10/2025).
Baca juga: Menaker Setuju Driver Ojol Diberikan THR: Budaya Kita
Pengemudi online juga harus memiliki kompetensi yang mumpuni di tengah-tengah masyarakat. Salah satunya sertifikasi kompetensi pengemudi online, bukan hanya soal kecakapan dalam berkendara, tapi juga bagaimana mereka mampu menjadi bagian dari entitas bela negara hingga meningkatkan profesionalitas dalam pelayanan dengan para customer.
"Koperasi GOBER Indonesia tengah menyiapkan program sertifikasi Kompetensi Pengemudi Online yaitu untuk bela diri dan bela negara, kepribadian atau profesionalitas, solidaritas mekanik, pelatihan P3K dan K3, serta pendidikan kearifan lokal," katanya.
Dodi yakin dengan kemajuan dan peran teknologi, khususnya yang berkaitan dengan sektor perekonomian di Indonesia. Dia percaya bahwa masa depan negara ini akan semakin membaik ke depannya.
“Kami tegaskan bahwa untuk melawan teknologi yang bersifat sentralistis harus dengan teknologi yang desentralisasi terutama jika Presiden Prabowo Subianto membuka ruang luas bagi ekonomi digital yang inklusif, terbuka, dan berkeadilan," ujar Dodi.
Karena itu, dia menyampaikan secara tegas bahwa profesi pengemudi online adalah pekerja pencari nafkah yang terhormat. Mereka bekerja murni untuk memenuhi kebutuhan anak istri dan keluarga mereka, bukan untuk mencari kekuasaan dan pencitaran semata.
Dia menitikberatkan agar semua pihak tidak mengeksploitasi profesi ojol demi kepentingan kelompok semata apalagi untuk kepentingan politik praktis. "Pengemudi online adalah bagian dari rakyat pekerja yang mencari nafkah dengan terhormat. Bukan alat kekuasaan, bukan pula objek pencitraan," tegasnya.
"Saling menghormati antara negara dan rakyat akan menjadi fondasi bagi ekonomi digital yang berdaulat, adil, dan berkeadaban sesuai cita-cita pendiri bangsa," tambahnya.
(jon)
Lihat Juga :