22 Pondok Pesantren di Sumatera Dapat Bantuan Dana Pembangunan
Sabtu, 25 Oktober 2025 - 19:23 WIB
loading...
Sebanyak 22 lembaga pesantren di berbagai titik wilayah, mulai dari Sumatera Utara, Lampung, hingga Jambi mendapat bantuan dana dari PTPN III (Persero). Foto/Ist
A
A
A
JAKARTA - Gema peringatan Hari Santri Nasional 2025 terasa di banyak pondok pesantren (Ponpes) di Sumatera dan sekitarnya. Dalam semangat itu, upaya memperkuat pesantren terus dilakukan dengan memberikan sejumlah bantuan.
Di antaranya penyerahan dana bantuan kepada 22 lembaga pesantren di berbagai titik wilayah, mulai dari Sumatera Utara, Lampung, hingga Jambi.
Baca juga: Prabowo: Jadikan Hari Santri Momentum Penguatan Pendidikan Keagamaan
Bantuan itu berasal dari Holding Perkebunan PTPN III (Persero) melalui subholding PTPN IV PalmCo. Hingga kuartal III 2025, telah diserahkan bantuan yang totalnya mencapai Rp721,35 juta.
Dukungan terhadap dunia pesantren ini menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan dengan masyarakat melalui pendidikan berbasis nilai keagamaan. Apalagi, santri adalah bagian penting dari ekosistem sosial di sekitar perkebunan.
“Mereka tidak hanya belajar agama, tetapi juga membangun karakter dan nilai-nilai moral yang menjadi fondasi bangsa. Kami ingin hadir untuk memperkuat itu, dengan cara yang bermanfaat dan berkelanjutan,” kata Direktur Utama PTPN IV PalmCo Jatmiko K. Santosa, dalam keterangannya, dikutip Sabtu (25/10/2025).
Baca juga: Teks Doa Upacara Hari Santri 2025: Lengkap Arab, Indonesia dan Terjemahan untuk Upacara yang Khidmat
Jatmiko menjelaskan, sebagian besar bantuan diarahkan untuk pembangunan dan rehabilitasi sarana pendidikan serta asrama santri. Sementara sebagian lainnya digunakan untuk mendukung operasional kegiatan keagamaan, penyediaan peralatan belajar, hingga pembinaan dan pelaksanaan hari lahir pesantren.
“Nilai bantuan terbesar diberikan untuk Pembangunan Pondok Pesantren Al-Hikmah Istiqomah Buay Bahuga di Lampung Selatan senilai Rp500 juta. Dana tersebut dimanfaatkan untuk memperluas fasilitas pendidikan dan memperbaiki ruang belajar bagi para santri di wilayah tersebut,” jelasnya.
Di sejumlah daerah lain, pesantren yang lebih kecil juga menerima bantuan sesuai kebutuhan. Beberapa pesantren tahfiz dan pesantren modern di Medan mendapatkan dukungan pembangunan asrama, kamar mandi, serta bantuan kegiatan keagamaan seperti pelatihan santri dan kegiatan Ramadan.
Bagi para pengasuh pesantren, bantuan ini bukan sekadar soal pembangunan fisik, melainkan dorongan moral yang menumbuhkan semangat baru di kalangan santri. Bantuan itu sangat berarti karena dapat menggali potensi dan skill para santri dalam menghadapi masa depan.
“Alhamdulillah, terima kasih atas kepedulian terhadap pengembangan kemampuan pada diri santri,” ujar Muhammad Al-Fikri, pengasuh Pesantren Al-Hidayah di Jambi.
Cerita senada datang dari Pesantren Raudhatul Ulum, salah satu penerima bantuan lainnya. Dahulu PTPN IV telah membantu, sekarang kembali lagi dengan program yang berbeda.
“Atas nama yayasan dan seluruh anak didik, kami mengucapkan terima kasih atas kepedulian PTPN IV Regional III kepada para santri kami,” ungkap salah satu pengasuhnya.
Pesantren yang berdiri di kawasan pedesaan itu berfokus meningkatkan akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Dukungan yang datang, sekecil apa pun, menurutnya menjadi tambahan semangat untuk terus bertahan dan memperluas jangkauan pendidikan bagi masyarakat sekitar.
Di antaranya penyerahan dana bantuan kepada 22 lembaga pesantren di berbagai titik wilayah, mulai dari Sumatera Utara, Lampung, hingga Jambi.
Baca juga: Prabowo: Jadikan Hari Santri Momentum Penguatan Pendidikan Keagamaan
Bantuan itu berasal dari Holding Perkebunan PTPN III (Persero) melalui subholding PTPN IV PalmCo. Hingga kuartal III 2025, telah diserahkan bantuan yang totalnya mencapai Rp721,35 juta.
Dukungan terhadap dunia pesantren ini menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan dengan masyarakat melalui pendidikan berbasis nilai keagamaan. Apalagi, santri adalah bagian penting dari ekosistem sosial di sekitar perkebunan.
“Mereka tidak hanya belajar agama, tetapi juga membangun karakter dan nilai-nilai moral yang menjadi fondasi bangsa. Kami ingin hadir untuk memperkuat itu, dengan cara yang bermanfaat dan berkelanjutan,” kata Direktur Utama PTPN IV PalmCo Jatmiko K. Santosa, dalam keterangannya, dikutip Sabtu (25/10/2025).
Baca juga: Teks Doa Upacara Hari Santri 2025: Lengkap Arab, Indonesia dan Terjemahan untuk Upacara yang Khidmat
Jatmiko menjelaskan, sebagian besar bantuan diarahkan untuk pembangunan dan rehabilitasi sarana pendidikan serta asrama santri. Sementara sebagian lainnya digunakan untuk mendukung operasional kegiatan keagamaan, penyediaan peralatan belajar, hingga pembinaan dan pelaksanaan hari lahir pesantren.
“Nilai bantuan terbesar diberikan untuk Pembangunan Pondok Pesantren Al-Hikmah Istiqomah Buay Bahuga di Lampung Selatan senilai Rp500 juta. Dana tersebut dimanfaatkan untuk memperluas fasilitas pendidikan dan memperbaiki ruang belajar bagi para santri di wilayah tersebut,” jelasnya.
Di sejumlah daerah lain, pesantren yang lebih kecil juga menerima bantuan sesuai kebutuhan. Beberapa pesantren tahfiz dan pesantren modern di Medan mendapatkan dukungan pembangunan asrama, kamar mandi, serta bantuan kegiatan keagamaan seperti pelatihan santri dan kegiatan Ramadan.
Bagi para pengasuh pesantren, bantuan ini bukan sekadar soal pembangunan fisik, melainkan dorongan moral yang menumbuhkan semangat baru di kalangan santri. Bantuan itu sangat berarti karena dapat menggali potensi dan skill para santri dalam menghadapi masa depan.
“Alhamdulillah, terima kasih atas kepedulian terhadap pengembangan kemampuan pada diri santri,” ujar Muhammad Al-Fikri, pengasuh Pesantren Al-Hidayah di Jambi.
Cerita senada datang dari Pesantren Raudhatul Ulum, salah satu penerima bantuan lainnya. Dahulu PTPN IV telah membantu, sekarang kembali lagi dengan program yang berbeda.
“Atas nama yayasan dan seluruh anak didik, kami mengucapkan terima kasih atas kepedulian PTPN IV Regional III kepada para santri kami,” ungkap salah satu pengasuhnya.
Pesantren yang berdiri di kawasan pedesaan itu berfokus meningkatkan akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Dukungan yang datang, sekecil apa pun, menurutnya menjadi tambahan semangat untuk terus bertahan dan memperluas jangkauan pendidikan bagi masyarakat sekitar.
(shf)
Lihat Juga :