Pelatihan Wirausaha Olah Sampah Ubah Tumpukan Jadi Pundi-Pundi Ekonomi Warga Minahasa Utara
Jum'at, 24 Oktober 2025 - 16:15 WIB
loading...
Foto: Doc. Istimewa
A
A
A
Mimpi Likupang, salah satu Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP), untuk menjadi kawasan yang bersih dan mandiri ekonomi kini semakin nyata. Fokus bantuan dari 28 Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tak lagi hanya soal kotak sampah, tetapi telah bergeser menjadi pelatihan intensif dan pendampingan wirausaha yang memberdayakan masyarakat Minahasa Utara, khususnya di sekitar Likupang.
Kolaborasi raksasa BUMN ini, yang dipelopori sejak 2022, telah memasuki fase krusialnya: Tahap Kedua (2023-2025). Jika di tahap awal fokus pada penyediaan sarana dan pembangunan Rumah Bakti BUMN sebagai pusat komunitas, kini jantung program berada pada transfer ilmu dan teknologi kepada warga.
Transformasi Sampah Jadi Modal Usaha
Peruri, sebagai salah satu BUMN yang bertransformasi menjadi Perusahaan Teknologi High Security, menegaskan komitmennya dalam kolaborasi ini. Menurut Dawam H., Penanggung Jawab Strategic Corporate Branding & TJSL Peruri, inti dari program ini adalah mengintegrasikan kelestarian lingkungan dengan pertumbuhan ekonomi masyarakat.
"Pengelolaan sampah yang baik tidak hanya menjaga keindahan alam Likupang, tetapi yang lebih penting, membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat Minahasa Utara," tegas Dawam.
Lantas, apa yang didapatkan warga Likupang dari kolaborasi 28 BUMN ini?
Akses Teknologi Canggih: Masyarakat kini dibekali mesin-mesin pengolah sampah yang mengubah limbah yang dulunya menumpuk menjadi bahan baku bernilai jual.
Pelatihan Kewirausahaan: Ini adalah kunci utama. Warga dilatih mengelola usaha berbasis sampah, mulai dari memilah, mengolah, hingga memasarkannya. Konsep ekonomi sirkular kini dipraktikkan langsung, memastikan setiap bungkus plastik dan sisa botol bisa diubah menjadi pundi-pundi pendapatan.
Kolaborasi raksasa BUMN ini, yang dipelopori sejak 2022, telah memasuki fase krusialnya: Tahap Kedua (2023-2025). Jika di tahap awal fokus pada penyediaan sarana dan pembangunan Rumah Bakti BUMN sebagai pusat komunitas, kini jantung program berada pada transfer ilmu dan teknologi kepada warga.
Transformasi Sampah Jadi Modal Usaha
Peruri, sebagai salah satu BUMN yang bertransformasi menjadi Perusahaan Teknologi High Security, menegaskan komitmennya dalam kolaborasi ini. Menurut Dawam H., Penanggung Jawab Strategic Corporate Branding & TJSL Peruri, inti dari program ini adalah mengintegrasikan kelestarian lingkungan dengan pertumbuhan ekonomi masyarakat.
"Pengelolaan sampah yang baik tidak hanya menjaga keindahan alam Likupang, tetapi yang lebih penting, membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat Minahasa Utara," tegas Dawam.
Lantas, apa yang didapatkan warga Likupang dari kolaborasi 28 BUMN ini?
Akses Teknologi Canggih: Masyarakat kini dibekali mesin-mesin pengolah sampah yang mengubah limbah yang dulunya menumpuk menjadi bahan baku bernilai jual.
Pelatihan Kewirausahaan: Ini adalah kunci utama. Warga dilatih mengelola usaha berbasis sampah, mulai dari memilah, mengolah, hingga memasarkannya. Konsep ekonomi sirkular kini dipraktikkan langsung, memastikan setiap bungkus plastik dan sisa botol bisa diubah menjadi pundi-pundi pendapatan.
Lihat Juga :