IKAPPI Jakarta Berharap Kestabilan Harga Pangan Terus Dijaga
Rabu, 22 Oktober 2025 - 07:34 WIB
loading...
IKAPPI DKI Jakarta berharap kestabilan harga pangan terus dijaga. Berdasarkan data BPS, inflasi nasional hingga Juli 2025 tercatat 2,37 persen (year-on-year), dengan inflasi bulanan sebesar 0,30 persen. Foto: Dok Sindonews
A
A
A
JAKARTA - Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI) DKI Jakarta berharap kestabilan harga pangan terus dijaga. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi nasional hingga Juli 2025 tercatat 2,37 persen (year-on-year), dengan inflasi bulanan sebesar 0,30 persen.
Angka ini menunjukkan kondisi stabil dan terkendali, terutama di kelompok pangan yang selama ini menjadi penentu harga di pasar tradisional. “Pedagang pasar mulai merasakan kestabilan harga pokok sejak pertengahan tahun ini. Distribusi berjalan lebih lancar dan pasokan dari pemerintah juga lebih teratur,” ujar Ketua IKAPPI DKI Jakarta Miftahudin, Rabu (22/10/2025).
Baca juga: Mentan Amran: Operasi Pasar Pangan Murah AgriPost Stabilkan Harga Pangan
Capaian tersebut didukung kekuatan cadangan pangan pemerintah. Berdasarkan data Perum Bulog, stok beras pemerintah mencapai 3,9 juta ton hingga akhir Agustus 2025 dan sempat menyentuh 4,2 juta ton pada awal Juli 2025 yang menjadi rekor tertinggi dalam sejarah lembaga tersebut.
Sementara, Badan Pangan Nasional mencatat realisasi penyaluran program beras SPHP telah mencapai lebih dari 1 juta ton pada triwulan ketiga tahun ini.
![IKAPPI Jakarta Berharap Kestabilan Harga Pangan Terus Dijaga]()
Ketua IKAPPI DKI Jakarta Miftahudin. Foto: Ist
IKAPPI DKI menilai sinergi antara pemerintah pusat, Bulog, dan pemerintah daerah berperan penting dalam menjaga ketahanan pangan, khususnya di wilayah Jakarta yang menjadi barometer harga nasional. Organisasi pedagang ini juga siap terus berkolaborasi dalam memastikan kelancaran distribusi dan ketersediaan pangan menjelang akhir tahun.
Dengan tren positif ini, pihaknya optimistis stabilitas pangan nasional akan terus menguat seiring langkah-langkah strategis pemerintah untuk memperkuat sektor produksi dan distribusi bahan pokok di seluruh daerah.
Miftahudin pun mengapresiasi capaian positif sektor pangan nasional sepanjang satu tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Angka ini menunjukkan kondisi stabil dan terkendali, terutama di kelompok pangan yang selama ini menjadi penentu harga di pasar tradisional. “Pedagang pasar mulai merasakan kestabilan harga pokok sejak pertengahan tahun ini. Distribusi berjalan lebih lancar dan pasokan dari pemerintah juga lebih teratur,” ujar Ketua IKAPPI DKI Jakarta Miftahudin, Rabu (22/10/2025).
Baca juga: Mentan Amran: Operasi Pasar Pangan Murah AgriPost Stabilkan Harga Pangan
Capaian tersebut didukung kekuatan cadangan pangan pemerintah. Berdasarkan data Perum Bulog, stok beras pemerintah mencapai 3,9 juta ton hingga akhir Agustus 2025 dan sempat menyentuh 4,2 juta ton pada awal Juli 2025 yang menjadi rekor tertinggi dalam sejarah lembaga tersebut.
Sementara, Badan Pangan Nasional mencatat realisasi penyaluran program beras SPHP telah mencapai lebih dari 1 juta ton pada triwulan ketiga tahun ini.

Ketua IKAPPI DKI Jakarta Miftahudin. Foto: Ist
IKAPPI DKI menilai sinergi antara pemerintah pusat, Bulog, dan pemerintah daerah berperan penting dalam menjaga ketahanan pangan, khususnya di wilayah Jakarta yang menjadi barometer harga nasional. Organisasi pedagang ini juga siap terus berkolaborasi dalam memastikan kelancaran distribusi dan ketersediaan pangan menjelang akhir tahun.
Dengan tren positif ini, pihaknya optimistis stabilitas pangan nasional akan terus menguat seiring langkah-langkah strategis pemerintah untuk memperkuat sektor produksi dan distribusi bahan pokok di seluruh daerah.
Miftahudin pun mengapresiasi capaian positif sektor pangan nasional sepanjang satu tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
(jon)
Lihat Juga :