114 Rumah hingga Fasilitas Kesehatan Hancur Akibat Gempa M6,6 di Sarmi Papua
Senin, 20 Oktober 2025 - 12:13 WIB
loading...
Ratusan rumah warga, tempat ibadah dan fasilitas kesehatan hancur akibat gempa bumi Magnitudo 6,6 di Kabupaten Sarmi, Papua. Foto/SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Ratusan rumah warga, tempat ibadah dan fasilitas kesehatan hancur akibat gempa bumi Magnitudo 6,6 di Kabupaten Sarmi, Papua yang terjadi pada Kamis, 16 Oktober 2025 pukul 15.25 WIT. Dua warga setempat mengalami luka ringan dan telah mendapat perawatan medis.
"Berdasarkan laporan BPBD Kabupaten Sarmi per 19 Oktober 2025, tidak terdapat korban jiwa akibat peristiwa ini. Dua warga dilaporkan mengalami luka ringan dan telah mendapatkan perawatan medis. Masyarakat terdampak juga memilih mengungsi secara mandiri ke rumah kerabat tanpa adanya titik pengungsian terpusat," kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, Senin (20/10/2025).
Data sementara mencatat kerusakan infrastruktur meliputi 114 unit rumah warga. Apabila dirinci, sebanyak 30 rusak berat, 54 rusak sedang, dan 30 rusak ringan, termasuk empat unit rumah ibadah, serta dua fasilitas kesehatan.
Baca juga: Dampak Gempa Sarmi M6,6, Puluhan Rumah dan Infrastruktur Publik Rusak
Abdul menjelaskan Bupati Sarmi telah menetapkan perpanjangan status tanggap darurat bencana gempa bumi yang berlaku di Distrik Sarmi, Distrik Sarmi Selatan, Distrik Pantai Barat, Distrik Pantai Timur Bagian Barat, Distrik Pantai Timur, dan Kelurahan Mararena, terhitung sejak 19 Agustus hingga 19 Desember 2025, merujuk pada status darurat dari kejadian gempa sebelumnya.
Selain itu, Pemerintah Kabupaten Sarmi juga mengajukan dukungan Dana Siap Pakai (DSP) sebesar Rp500 juta untuk memperkuat operasional tanggap darurat di lapangan.
"BNPB bersama BPBD Kabupaten Sarmi akan terus memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak terpenuhi, mempercepat pendataan, serta mendukung percepatan distribusi bantuan logistik ke wilayah terdampak," ucapnya.
Baca juga: 24 Mayjen Dimutasi Panglima TNI pada Akhir September 2025, Ini Nama-namanya
Sementara itu, melalui Tim Reaksi Cepat (TRC), BNPB telah berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Sarmi untuk memastikan proses penanganan darurat berjalan optimal. Tim juga mendampingi penyusunan dokumen administrasi serta persiapan distribusi bantuan logistik dan peralatan yang akan dikirimkan dari gudang BNPB di Jakarta.
Adapun bantuan awal dari BNPB yang telah disalurkan meliputi 100 paket sembako, 100 lembar selimut, 1 unit tenda pengungsi, 50 unit tenda keluarga, 50 lembar kasur lipat, 100 lembar matras, 50 unit velbed, dan 100 lembar terpal. Total nilai bantuan tersebut diperkirakan sebesar Rp325 juta.
"BNPB juga mengirimkan tambahan dukungan sesuai permohonan resmi Pemerintah Kabupaten Sarmi, yang mencakup kebutuhan logistik seperti paket sembako, obat-obatan, makanan siap saji, perlengkapan kebersihan, hygiene kit, tenda pengungsi, tenda keluarga, kasur lipat, matras, velbed, terpal, serta peralatan pendukung seperti chainsaw, perahu karet, dan mesin tempel. Pengiriman logistik BNPB ini dilakukan pada Minggu (19/10) malam dan dijadwalkan tiba di lokasi pada hari ini, Senin (20/10)," jelasnya.
"Berdasarkan laporan BPBD Kabupaten Sarmi per 19 Oktober 2025, tidak terdapat korban jiwa akibat peristiwa ini. Dua warga dilaporkan mengalami luka ringan dan telah mendapatkan perawatan medis. Masyarakat terdampak juga memilih mengungsi secara mandiri ke rumah kerabat tanpa adanya titik pengungsian terpusat," kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, Senin (20/10/2025).
Data sementara mencatat kerusakan infrastruktur meliputi 114 unit rumah warga. Apabila dirinci, sebanyak 30 rusak berat, 54 rusak sedang, dan 30 rusak ringan, termasuk empat unit rumah ibadah, serta dua fasilitas kesehatan.
Baca juga: Dampak Gempa Sarmi M6,6, Puluhan Rumah dan Infrastruktur Publik Rusak
Abdul menjelaskan Bupati Sarmi telah menetapkan perpanjangan status tanggap darurat bencana gempa bumi yang berlaku di Distrik Sarmi, Distrik Sarmi Selatan, Distrik Pantai Barat, Distrik Pantai Timur Bagian Barat, Distrik Pantai Timur, dan Kelurahan Mararena, terhitung sejak 19 Agustus hingga 19 Desember 2025, merujuk pada status darurat dari kejadian gempa sebelumnya.
Selain itu, Pemerintah Kabupaten Sarmi juga mengajukan dukungan Dana Siap Pakai (DSP) sebesar Rp500 juta untuk memperkuat operasional tanggap darurat di lapangan.
"BNPB bersama BPBD Kabupaten Sarmi akan terus memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak terpenuhi, mempercepat pendataan, serta mendukung percepatan distribusi bantuan logistik ke wilayah terdampak," ucapnya.
Baca juga: 24 Mayjen Dimutasi Panglima TNI pada Akhir September 2025, Ini Nama-namanya
Sementara itu, melalui Tim Reaksi Cepat (TRC), BNPB telah berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Sarmi untuk memastikan proses penanganan darurat berjalan optimal. Tim juga mendampingi penyusunan dokumen administrasi serta persiapan distribusi bantuan logistik dan peralatan yang akan dikirimkan dari gudang BNPB di Jakarta.
Adapun bantuan awal dari BNPB yang telah disalurkan meliputi 100 paket sembako, 100 lembar selimut, 1 unit tenda pengungsi, 50 unit tenda keluarga, 50 lembar kasur lipat, 100 lembar matras, 50 unit velbed, dan 100 lembar terpal. Total nilai bantuan tersebut diperkirakan sebesar Rp325 juta.
"BNPB juga mengirimkan tambahan dukungan sesuai permohonan resmi Pemerintah Kabupaten Sarmi, yang mencakup kebutuhan logistik seperti paket sembako, obat-obatan, makanan siap saji, perlengkapan kebersihan, hygiene kit, tenda pengungsi, tenda keluarga, kasur lipat, matras, velbed, terpal, serta peralatan pendukung seperti chainsaw, perahu karet, dan mesin tempel. Pengiriman logistik BNPB ini dilakukan pada Minggu (19/10) malam dan dijadwalkan tiba di lokasi pada hari ini, Senin (20/10)," jelasnya.
(cip)
Lihat Juga :