3 Jenderal TNI Asli Makassar Berkarier Moncer dan Harumkan Sulawesi Selatan
Minggu, 19 Oktober 2025 - 05:50 WIB
loading...
A
A
A
Saat lulus dari Akmil pada 1997, Rudy Saladin meraih Adhi Makayasa dan Tri Sakti Wiratama. Selanjutnya dia meneruskan pendidikan di Webster University, Amerika Serikat.
Berbagai penghargaan militer telah ia terima, mulai dari Bintang Yudha Dharma Pratama hingga Satyalancana Kesetiaan 24 Tahun.
Dengan dedikasi tinggi dan kepemimpinan yang disiplin, Rudy menjadi salah satu putra terbaik Makassar yang kini dipercaya menjaga stabilitas keamanan di Jawa Timur.
![3 Jenderal TNI Asli Makassar Berkarier Moncer dan Harumkan Sulawesi Selatan]()
Foto/Ist
Nama Jenderal (Purn) George Toisutta begitu lekat di hati masyarakat Makassar. Lahir pada 1 Juni 1953, George adalah mantan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) periode 2009–2011 dan pernah menjabat Panglima Kostrad, Pangdam III/Siliwangi, serta Pangdam XVII/Cenderawasih.
George Toisutta lahir dari keluarga berdarah campuran Maluku dan Makassar, dengan sang ibu berasal dari Galesong, Takalar. Ia dikenal sebagai sosok pemimpin yang tegas, visioner, dan rendah hati.
Di masa dinasnya, George turut berperan penting dalam operasi militer di Aceh, serta menerima sejumlah penghargaan tinggi negara, seperti Bintang Mahaputera Utama dan Bintang Dharma.
Berbagai penghargaan militer telah ia terima, mulai dari Bintang Yudha Dharma Pratama hingga Satyalancana Kesetiaan 24 Tahun.
Dengan dedikasi tinggi dan kepemimpinan yang disiplin, Rudy menjadi salah satu putra terbaik Makassar yang kini dipercaya menjaga stabilitas keamanan di Jawa Timur.
2. Jenderal (Purn) George Toisutta
%20George%20Toisutta.jpg)
Foto/Ist
Nama Jenderal (Purn) George Toisutta begitu lekat di hati masyarakat Makassar. Lahir pada 1 Juni 1953, George adalah mantan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) periode 2009–2011 dan pernah menjabat Panglima Kostrad, Pangdam III/Siliwangi, serta Pangdam XVII/Cenderawasih.
George Toisutta lahir dari keluarga berdarah campuran Maluku dan Makassar, dengan sang ibu berasal dari Galesong, Takalar. Ia dikenal sebagai sosok pemimpin yang tegas, visioner, dan rendah hati.
Di masa dinasnya, George turut berperan penting dalam operasi militer di Aceh, serta menerima sejumlah penghargaan tinggi negara, seperti Bintang Mahaputera Utama dan Bintang Dharma.
Lihat Juga :