Pramono Akui Kasus ISPA hingga Flu di Jakarta Naik
Jum'at, 17 Oktober 2025 - 12:06 WIB
loading...
A
A
A
"Total kasus ISPA merupakan penyakit dengan jumlah kunjungan tertinggi di Puskesmas karena penularannya dapat terjadi dengan sangat mudah melalui percikan droplet maupun partikel aerosol di udara," kata Ani kepada wartawan di Jakarta, Kamis (16/10).
Ia menjelaskan bahwa gejala ISPA tersebut meliputi batuk, pilek, nyeri tenggorokan, dan demam. Menurutnya, gejala tambahan dapat berupa hidung tersumbat, sakit kepala, nyeri otot, kelelahan, bersin, serta suara serak.
"Pada kasus yang lebih berat, penderita dapat mengalami sesak napas yang memerlukan penanganan medis segera," ucapnya.
Lebih lanjut, Ani menekankan bahwa kasus ISPA di Jakarta saat ini tidak terjadi peningkatan secara signifikan. Menurutnya masih dalam kendali dari Dinkes DKI dan seluruh fasilitas kesehatan (faskes).
"Sejauh ini untuk kasus ISPA masih sesuai dengan polanya. Jadi ketika memang iklim, cuaca cenderung seperti sekarang, kasusnya biasanya agak naik, tapi sejauh ini enggak sangat signifikan," ucapnya.
Ia menjelaskan bahwa gejala ISPA tersebut meliputi batuk, pilek, nyeri tenggorokan, dan demam. Menurutnya, gejala tambahan dapat berupa hidung tersumbat, sakit kepala, nyeri otot, kelelahan, bersin, serta suara serak.
"Pada kasus yang lebih berat, penderita dapat mengalami sesak napas yang memerlukan penanganan medis segera," ucapnya.
Lebih lanjut, Ani menekankan bahwa kasus ISPA di Jakarta saat ini tidak terjadi peningkatan secara signifikan. Menurutnya masih dalam kendali dari Dinkes DKI dan seluruh fasilitas kesehatan (faskes).
"Sejauh ini untuk kasus ISPA masih sesuai dengan polanya. Jadi ketika memang iklim, cuaca cenderung seperti sekarang, kasusnya biasanya agak naik, tapi sejauh ini enggak sangat signifikan," ucapnya.
(rca)
Lihat Juga :