Kuatkan Hilirisasi, BUMD DKI Perluas Bisnis Sapi dan Produk Daging
Kamis, 16 Oktober 2025 - 14:55 WIB
loading...
Direktur Utama Perumda Dharma Jaya Raditya Endra Budiman menargetkan pada tahun 2026 kapasitas bisnis penggemukan sapi yang pada tahun sebelumnya sebanyak 5.000 sapi akan menjadi 10.000 sapi. Foto: Ist
A
A
A
JAKARTA - Perumda Dharma Jaya menargetkan pada tahun 2026 kapasitas bisnis penggemukan sapi yang pada tahun sebelumnya sebanyak 5.000 sapi akan menjadi 10.000 sapi. Langkah ini menjadi bagian dari strategi BUMD DKI Jakarta itu demi memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendukung program pemerintah pusat yang menargetkan populasi 1 juta ekor sapi nasional.
Direktur Utama Perumda Dharma Jaya Raditya Endra Budiman mengatakan, bisnis penggemukan sapi saat ini menjadi salah satu sumber pendapatan baru yang cukup menjanjikan. Selain memperbesar skala usaha, pihaknya berkomitmen memastikan rantai pasok daging tetap stabil dan terjangkau bagi masyarakat Jakarta.
Baca juga: Kolaborasi BUMD DKI dan Borneofood Hadirkan Pangan Berkualitas
“Ternyata penggemukan sapi ini bisa menjadi salah satu sumber pendapatan baru yang lumayan. Karena itu, tahun depan kami tingkatkan menjadi 10.000 ekor,” ujarnya, Kamis (16/10/2025).
Tak hanya fokus pada budidaya, Dharma Jaya juga mulai melirik pengembangan produk olahan daging untuk memperluas lini bisnis dan meningkatkan profitabilitas.
Raditya mengungkapkan perusahaan berencana membuat bakso dan sosis sebagai tahap awal diversifikasi produk turunan daging sapi. Selain dua produk utama tersebut, pihaknya tengah melakukan kajian terhadap potensi pasar produk lain seperti nugget daging sapi.
Berdasarkan riset internal, preferensi konsumen terutama anak-anak lebih condong pada nugget ayam. Meski begitu, tidak menutup kemungkinan untuk mengembangkan varian produk olahan lain yang memiliki daya tarik tinggi di pasar. “Nanti kami coba pelajari bentuk produk lain selain sosis dan bakso,” ucapnya.
Upaya pengembangan produk olahan ini juga menjadi bagian dari strategi peningkatan profit Dharma Jaya ke depan. Pihaknya akan terus beradaptasi dengan tren dan kebutuhan pasar.
Dengan dua strategi utama, ekspansi penggemukan sapi dan pengembangan industri olahan, Dharma Jaya menargetkan posisi yang lebih kuat sebagai BUMD pangan strategis DKI Jakarta.
Asisten Perekonomian dan Keuangan Setda DKI Jakarta Suharini Eliawati menyambut positif langkah strategis yang dilakukan Perumda Dharma Jaya. Ekspansi usaha penggemukan sapi dan pengembangan produk olahan daging merupakan bentuk nyata dari hilirisasi sektor pangan yang sejalan dengan arah kebijakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
“Upaya ini tidak hanya memperkuat ketahanan pangan daerah, tetapi juga menunjukkan komitmen Dharma Jaya dalam berinovasi dan beradaptasi terhadap kebutuhan pasar yang dinamis,” katanya.
Eli menilai strategi hilirisasi yang dijalankan Dharma Jaya mampu memberikan dampak ganda baik secara ekonomi maupun sosial. Selain membuka peluang peningkatan pendapatan perusahaan, langkah ini juga berpotensi menciptakan lapangan kerja baru dan memperluas rantai nilai industri pangan di Jakarta.
Direktur Utama Perumda Dharma Jaya Raditya Endra Budiman mengatakan, bisnis penggemukan sapi saat ini menjadi salah satu sumber pendapatan baru yang cukup menjanjikan. Selain memperbesar skala usaha, pihaknya berkomitmen memastikan rantai pasok daging tetap stabil dan terjangkau bagi masyarakat Jakarta.
Baca juga: Kolaborasi BUMD DKI dan Borneofood Hadirkan Pangan Berkualitas
“Ternyata penggemukan sapi ini bisa menjadi salah satu sumber pendapatan baru yang lumayan. Karena itu, tahun depan kami tingkatkan menjadi 10.000 ekor,” ujarnya, Kamis (16/10/2025).
Tak hanya fokus pada budidaya, Dharma Jaya juga mulai melirik pengembangan produk olahan daging untuk memperluas lini bisnis dan meningkatkan profitabilitas.
Raditya mengungkapkan perusahaan berencana membuat bakso dan sosis sebagai tahap awal diversifikasi produk turunan daging sapi. Selain dua produk utama tersebut, pihaknya tengah melakukan kajian terhadap potensi pasar produk lain seperti nugget daging sapi.
Berdasarkan riset internal, preferensi konsumen terutama anak-anak lebih condong pada nugget ayam. Meski begitu, tidak menutup kemungkinan untuk mengembangkan varian produk olahan lain yang memiliki daya tarik tinggi di pasar. “Nanti kami coba pelajari bentuk produk lain selain sosis dan bakso,” ucapnya.
Upaya pengembangan produk olahan ini juga menjadi bagian dari strategi peningkatan profit Dharma Jaya ke depan. Pihaknya akan terus beradaptasi dengan tren dan kebutuhan pasar.
Dengan dua strategi utama, ekspansi penggemukan sapi dan pengembangan industri olahan, Dharma Jaya menargetkan posisi yang lebih kuat sebagai BUMD pangan strategis DKI Jakarta.
Asisten Perekonomian dan Keuangan Setda DKI Jakarta Suharini Eliawati menyambut positif langkah strategis yang dilakukan Perumda Dharma Jaya. Ekspansi usaha penggemukan sapi dan pengembangan produk olahan daging merupakan bentuk nyata dari hilirisasi sektor pangan yang sejalan dengan arah kebijakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
“Upaya ini tidak hanya memperkuat ketahanan pangan daerah, tetapi juga menunjukkan komitmen Dharma Jaya dalam berinovasi dan beradaptasi terhadap kebutuhan pasar yang dinamis,” katanya.
Eli menilai strategi hilirisasi yang dijalankan Dharma Jaya mampu memberikan dampak ganda baik secara ekonomi maupun sosial. Selain membuka peluang peningkatan pendapatan perusahaan, langkah ini juga berpotensi menciptakan lapangan kerja baru dan memperluas rantai nilai industri pangan di Jakarta.
(jon)
Lihat Juga :