Kasus Penamparan Siswa Merokok Berakhir Damai, Dini Fitria Jadi Kepala Sekolah Lagi
Rabu, 15 Oktober 2025 - 21:24 WIB
loading...
Kepsek SMAN 1 Cimarga, Lebak, Dini Fitria akhirnya bertemu dengan ILP, anak didik yang ditampar di sekolah gara-gara ketahuan merokok, Rabu (15/10/2025). Foto/Fariz Abdullah
A
A
A
LEBAK - Kepala Sekolah (Kepsek) SMAN 1 Cimarga, Lebak, Banten, Dini Fitria akhirnya bertemu dengan ILP, anak didik yang ditampar di sekolah gara-gara ketahuan merokok, Rabu (15/10/2025). Keduanya memutuskan untuk saling memaafkan.
Pertemuan keduanya diinisiasi oleh Gubernur Banten, Andra Soni. Mereka bertemu di Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B) dengan tujuan agar hubungan guru dengan siswa kembali harmonis. “Saya minta maaf, Bu,” ujar ILP dengan nada lirih di hadapan Gubernur.
Baca juga: Kepala SMAN 1 Cimarga Lebak Dicopot Akibat Tampar Siswa Merokok
Dini Fitria pun dengan tulus menerima permintaan maaf tersebut. “Ibu terima maafnya. Ibu juga minta maaf. Semoga di hati ananda, lukanya lekas hilang. Ibu doakan semoga ananda sukses di masa depan,” katanya.
Usai saling memaafkan, keduanya berlanjut makan siang bersama Gubernur dan wali kelas siswa tersebut, sebagai simbol berakhirnya ketegangan dan dimulainya kembali hubungan baik di lingkungan sekolah.
Sementara Gubernur Banten, Andra Soni menegaskan bahwa kondisi hubungan antara guru dan siswa SMAN 1 Cimarga kini sudah baik. Ia juga menegaskan bahwa langkah penonaktifan kepala sekolah bersifat sementara semata-mata demi menjaga kondusifitas pendidikan di Banten.
Baca juga: BMKG Prediksi Panas Ekstrem di Jakarta dan Wilayah Lain Reda Awal November
“Ini murid dan guru, dan kita ingin agar hubungan mereka kembali normal. Penonaktifan ini bukan pemberhentian, tapi langkah sementara untuk menyelamatkan dunia pendidikan,” ujarnya.
Andra mengatakan bahwa Dini akan kembali menjalankan tugasnya sebagai Kepala SMAN 1 Cimarga. "Ibu Dini akan kembali menjalankan tugasnya (Kepsek SMAN 1 Cimarga) karena kegiatan belajar mengajar (KBM) sudah berjalan normal," katanya.
Andra berharap peristiwa ini bisa menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak, baik tenaga pendidik, siswa, maupun orang tua, agar disiplin dan pendidikan karakter tetap dijalankan tanpa kekerasan.
Terpisah Wakil Ketua DPRD Lebak, M. Agil Zulfikar mendukung langkah tegas Gubernur Banten, Andra Soni dalam menengahi persoalan antara kepala sekolah dengan siswa.
"Alhamdulillah Pak Gubernur telah mempertemukan keduanya. Disitu mereka sepakat untuk saling memaafkan dan Pak Gubernur juga kembali mengaktifkan ibu kepala sekolah," tandasnya.
Pertemuan keduanya diinisiasi oleh Gubernur Banten, Andra Soni. Mereka bertemu di Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B) dengan tujuan agar hubungan guru dengan siswa kembali harmonis. “Saya minta maaf, Bu,” ujar ILP dengan nada lirih di hadapan Gubernur.
Baca juga: Kepala SMAN 1 Cimarga Lebak Dicopot Akibat Tampar Siswa Merokok
Dini Fitria pun dengan tulus menerima permintaan maaf tersebut. “Ibu terima maafnya. Ibu juga minta maaf. Semoga di hati ananda, lukanya lekas hilang. Ibu doakan semoga ananda sukses di masa depan,” katanya.
Usai saling memaafkan, keduanya berlanjut makan siang bersama Gubernur dan wali kelas siswa tersebut, sebagai simbol berakhirnya ketegangan dan dimulainya kembali hubungan baik di lingkungan sekolah.
Sementara Gubernur Banten, Andra Soni menegaskan bahwa kondisi hubungan antara guru dan siswa SMAN 1 Cimarga kini sudah baik. Ia juga menegaskan bahwa langkah penonaktifan kepala sekolah bersifat sementara semata-mata demi menjaga kondusifitas pendidikan di Banten.
Baca juga: BMKG Prediksi Panas Ekstrem di Jakarta dan Wilayah Lain Reda Awal November
“Ini murid dan guru, dan kita ingin agar hubungan mereka kembali normal. Penonaktifan ini bukan pemberhentian, tapi langkah sementara untuk menyelamatkan dunia pendidikan,” ujarnya.
Andra mengatakan bahwa Dini akan kembali menjalankan tugasnya sebagai Kepala SMAN 1 Cimarga. "Ibu Dini akan kembali menjalankan tugasnya (Kepsek SMAN 1 Cimarga) karena kegiatan belajar mengajar (KBM) sudah berjalan normal," katanya.
Andra berharap peristiwa ini bisa menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak, baik tenaga pendidik, siswa, maupun orang tua, agar disiplin dan pendidikan karakter tetap dijalankan tanpa kekerasan.
Terpisah Wakil Ketua DPRD Lebak, M. Agil Zulfikar mendukung langkah tegas Gubernur Banten, Andra Soni dalam menengahi persoalan antara kepala sekolah dengan siswa.
"Alhamdulillah Pak Gubernur telah mempertemukan keduanya. Disitu mereka sepakat untuk saling memaafkan dan Pak Gubernur juga kembali mengaktifkan ibu kepala sekolah," tandasnya.
(shf)
Lihat Juga :