Denny JA, UKI dan Komunitas Puisi Esai Hidupkan Kembali Teater Sekolah

Selasa, 14 Oktober 2025 - 19:19 WIB
loading...
Denny JA, UKI dan Komunitas...
Festival Teater dan Monolog Denny JA: Dari Puisi ke Panggung digelar di Kampus UKI, Cawang, Jakarta Timur agar semangat teater di sekolah kembali menyala. Foto/Ist
A A A
JAKARTA - Di tengah derasnya arus digital yang kerap menenggelamkan ekspresi seni di ruang-ruang kelas, semangat teater sekolah kembali menyala. Hal itu melalui ajang bertajuk Festival Teater dan Monolog “Denny JA: Dari Puisi ke Panggung” yang digelar di Kampus UKI, Cawang, Jakarta Timur.

Kegiatan ini menghadirkan energi baru bagi pelajar SMP dan SMA se-Jabodetabek. Festival ini menjadi ruang ekspresi diri, ajang kompetisi yang sehat, sekaligus sarana menemukan kembali makna seni yang humanis.

Baca juga: Kenang Perjuangan Kartini, Teater Monolog Dipentaskan di Wisma Habibie-Ainun

Tema festival diangkat dari karya-karya puisi esai Denny J.A, genre sastra khas Indonesia yang memadukan puisi, narasi, dan refleksi sosial. Kini, karya tersebut dihidupkan kembali melalui gerak, musik, dan dialog di atas panggung.



Dekan Fakultas Sastra dan Bahasa UKI, Susanne A.H. Sitohang menegaskan bahwa seni di dunia pendidikan bukan sekadar hiburan, melainkan sarana membangun karakter.

“Seni mengajarkan empati, keberanian, dan kemampuan berpikir kritis. Melalui panggung, siswa belajar menyampaikan gagasan dengan jujur dan berani menjadi diri sendiri,” ujarnya, Selasa (14/10/2025).

Menurutnya, di tengah tekanan akademik dan kompetisi digital yang semakin kuat, teater menghadirkan ruang napas yang memanusiakan, tempat belajar tentang nilai, solidaritas, dan tanggung jawab.

Baca juga: Kisah Pascal, Diaspora Lulusan University of Notre Dame yang Geluti Dunia Teater di New York

Ketua Komunitas Puisi Esai Indonesia, Monica JR menjelaskan bahwa teater menjadi medium yang menghidupkan kembali makna puisi esai.

“Puisi esai adalah cermin kehidupan. Melalui teater, puisi bisa bersuara, bergerak, dan menyentuh penonton secara lebih dalam. Kami ingin anak muda menemukan keajaiban itu, bahwa kata-kata bisa menjadi nyawa, dan nyawa bisa mengubah cara kita memandang hidup,” ujarnya.

Sementara itu, Denny J.A, pemrakarsa puisi esai menegaskan makna seni sebagai sarana pendidikan batin dan keberanian.

“Seni adalah doa yang menolak diam. Ketika seorang anak berdiri di atas panggung, ia sedang belajar menjadi manusia, bukan hanya yang pandai berpikir, tetapi yang sanggup merasakan,” ujarnya.

Dari sisi industri kreatif, Venantius Vladimir Ivan menilai teater sebagai wadah pembelajaran kehidupan yang utuh.

“Teater adalah seni kolektif. Ia melatih empati, kedisiplinan, dan kerja sama. Saat para siswa berlatih, berdebat, lalu tertawa bersama di panggung, di situlah mereka belajar lebih banyak tentang kehidupan daripada sekadar memenangkan lomba. Kami ingin membangun ekosistem seni sekolah yang hidup kembali, dengan standar profesional, tetapi tetap hangat dan manusiawi.”

Dalam semangat yang sama, Direktur Denny JA Foundation Nita Lusad menyampaikan dukungan penuhnya terhadap kegiatan ini.

Dia menyatakan, kegiatan ini menjadi ruang kreatif bagi generasi muda untuk mengekspresikan gagasan sosial dan kemanusiaan melalui seni pertunjukan.

"Teater dan puisi esai berpadu sebagai bentuk baru literasi yang hidup dan menggugah nurani. Kami berharap festival ini melahirkan semangat baru dalam dunia sastra dan memperkuat peran seni sebagai medium perubahan sosial yang positif,” pungkasnya.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Gratis untuk Umum, Indonesia...
Gratis untuk Umum, Indonesia World Dance Festival 2026 Ramaikan Jakarta
Mengintip Semarak Festival...
Mengintip Semarak Festival PBB 2026 di Bogor: Selamat Datang Kembali
Tutup MitMe Fest 2026,...
Tutup MitMe Fest 2026, Stafsus Presiden Serukan Gotong Royong Digital untuk 64 Juta UMKM
MitMe Fest 2026 di M...
MitMe Fest 2026 di M Bloc Space Jaksel Dorong UMKM Naik Kelas
Pramono Hadiri Festival...
Pramono Hadiri Festival Bandeng Rawa Belong: Yang Paling Gede Berapa Kilo?
Unpas Bandung Gelar...
Unpas Bandung Gelar Festival Komunikasi Budaya 2026
JSD Blok M Festival...
JSD Blok M Festival 2026 Bakal Ramaikan Jakarta dengan Fashion, Musik, dan Komunitas Kreatif
Perkuat Gerak Pelayanan,...
Perkuat Gerak Pelayanan, PKB Jabar Gelar PKBFest
Indonesia Coffee Expo...
Indonesia Coffee Expo 2026 Start di Surabaya, Hadirkan Surga Baru Pecinta Kopi
Rekomendasi
Pertemuan Prabowo dengan...
Pertemuan Prabowo dengan Steinmeier Perkuat 75 Tahun Diplomatik Indonesia-Jerman
Brantas Abipraya Kebut...
Brantas Abipraya Kebut Penyelesaian Akhir Sekolah Rakyat Jabar II, DPR Optimistis Segera Operasional
4 Respons Cepat Akibat...
4 Respons Cepat Akibat Perang Iran dan AS Berakhir, Pasar Saham Bergairah dan Harga Minyak Turun
Berita Terkini
Hendak Demo di Patung...
Hendak Demo di Patung Kuda, Ratusan Mahasiswa Diadang Polisi di Semanggi
Kemendagri Dorong Percepatan...
Kemendagri Dorong Percepatan Penataan dan Registrasi Posyandu
Aksi Demo di Gedung...
Aksi Demo di Gedung DPR, Puluhan Mahasiswa Terlibat Aksi Dorong dengan Polisi
Biaya Operasional Tinggi,...
Biaya Operasional Tinggi, Gapasdap Minta Pemerintah Naikkan Tarif Angkutan Penyeberangan
Polda Metro Jaya: 3.588...
Polda Metro Jaya: 3.588 Personel Gabungan Dikerahkan Amankan Demo di DPR RI
Dukung Program MBG Dilanjutkan,...
Dukung Program MBG Dilanjutkan, Akademisi: Bermanfaat bagi Anak dan Masyarakat
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved