Hari Pangan Sedunia, 25 Petani Inspiratif Raih Penghargaan Master Panen 2025
Selasa, 14 Oktober 2025 - 16:46 WIB
loading...
Peringati Hari Pangan Sedunia, sebanyak 25 petani dari berbagai wilayah di Indonesia menerima penghargaan Master Panen 2025. Foto/istimewa
A
A
A
SULSEL - Peringati Hari Pangan Sedunia , sebanyak 25 petani dari berbagai wilayah di Indonesia menerima penghargaan Master Panen 2025. Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi kepada para petani yang berhasil membuktikan kemajuan pertanian dapat dicapai melalui penerapan teknologi modern, penggunaan benih hibrida unggul, serta semangat gotong royong dalam membangun komunitas tani yang lebih kuat.
Dari timur hingga barat Nusantara, kisah inspiratif para penerima penghargaan ini menjadi bukti nyata bahwa inovasi dan kolaborasi mampu mengubah wajah pertanian Indonesia. Di ujung timur Indonesia, tepatnya di Bantaeng, Sulawesi Selatan, petani Zulkifli atau Daeng Kifli, menjadi bukti keberhasilannya dalam budidaya dapat mendorong 25 petani muda lainnya untuk ikut bertani.
Di usianya yang baru 29 tahun, Daeng Kifli sukses membudidayakan bawang merah Lokananta, inovasi modern di mana hanya dengan 0,5 Kg benih dapat menghasilkan hingga 2.500 kg panen bawang merah. “Teknologi membuat bertani lebih efisien. Kalau dulu kami khawatir gagal panen, sekarang kami bisa lebih yakin dengan hasil dan kualitas,” ujarnya, Selasa (14/10/2025).
Baca juga: Kementan Tunjuk Kabupaten Kapuas Jadi Tuan Rumah Peringatan Hari Pangan Sedunia
Sementara itu, di Kalimantan Selatan, Khairani atau akrab disapa Mang Khair menunjukkan bahwa usia bukan halangan untuk terus berinovasi. Petani senior ini dikenal sukses membudidayakan Cabai Merah Besar Baja F1, dengan hasil panen mencapai 10 ton dalam sekali musim tanam. Pengalamannya selama puluhan tahun di dunia pertanian kini ia bagikan kepada lebih dari 100 petani binaan di wilayahnya. “Kalau hanya saya yang berhasil, rasanya kurang. Akan lebih bermakna jika banyak petani bisa merasakan hasil yang sama,” tutur Mang Khair.
Dari Kebumen, Jawa Tengah, ada nama Jarwan, petani berusia 40 tahun yang dikenal sukses budidaya cabai keriting Tangguh F1 di daerahnya. Dengan penerapan teknik tanam yang efisien dan penggunaan benih unggul, Jarwan berhasil mencapai hasil panen yang stabil dan berkualitas. Tidak puas dengan keberhasilan pribadi, Jarwan kini aktif membina lebih dari 200 petani lainnya, membagikan pengalamannya melalui pelatihan dan kelompok tani binaan.
“Kalau kita bisa saling berbagi, dampaknya akan lebih luas. Saya ingin semakin banyak petani ikut maju supaya pertanian di daerah kita semakin kuat,” katanya.
Baca juga: Mutasi TNI Terbaru, Ada Kadispenad, Pangdam Hasanuddin, hingga Sesmilpres
Penghargaan Master Panen Makmur Lebih-Berdampak Lebih merupakan bentuk apresiasi PT East West Seed Indonesia (Ewindo) terhadap para petani inspiratif yang telah menunjukkan dedikasi tinggi dalam mengembangkan budidaya sayuran yang produktif dan komitmen membagikan ilmu serta pengalamannya kepada petani lain. Tahun ini, total 25 petani dari berbagai daerah di Indonesia menerima penghargaan tersebut.
Para penerima penghargaan tidak hanya berhasil meningkatkan hasil panen dan pendapatan, tetapi juga berperan aktif sebagai mentor dan penggerak komunitas tani. Mereka berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk membangun sistem pertanian yang lebih tangguh dan saling mendukung.
Program Master Panen merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Ewindo untuk memperkuat ekosistem pertanian nasional melalui inovasi benih hibrida, pelatihan teknis, serta pendampingan bagi petani di seluruh Indonesia. Sejak berdiri, Ewindo berkomitmen untuk menghadirkan benih sayuran tropis hibrida berkualitas tinggi yang sesuai dengan kondisi iklim lokal dan kebutuhan pasar.
Melalui semangat kolaboratif, Ewindo percaya bahwa kesejahteraan petani akan membawa dampak positif yang lebih luas baik bagi ketahanan pangan nasional maupun kesejahteraan masyarakat desa.
Managing Director Ewindo, Glenn Pardede, menegaskan bahwa penghargaan Master Panen bukan sekadar bentuk apresiasi, tetapi juga panggilan untuk memperluas semangat berbagi dan kolaborasi di kalangan petani Indonesia. Melalui penghargaan ini, Ewindo berharap semakin banyak petani di seluruh Indonesia yang terinspirasi untuk terus belajar, berinovasi, dan berbagi agar pertanian nasional semakin maju, mandiri, dan sejahtera.
“Master Panen adalah bentuk penghargaan bagi petani inspiratif yang berdampak nyata. Program ini menegaskan pentingnya untuk berdampak bagi sesama melalui semangat berbagi dan gotong royong dalam kemajuan pertanian. ‘Makmur Lebih, Berdampak Lebih’ bukan hanya slogan, tetapi gerakan kolaboratif yang mendorong kemajuan bersama,” ujar Glenn.
Dari timur hingga barat Nusantara, kisah inspiratif para penerima penghargaan ini menjadi bukti nyata bahwa inovasi dan kolaborasi mampu mengubah wajah pertanian Indonesia. Di ujung timur Indonesia, tepatnya di Bantaeng, Sulawesi Selatan, petani Zulkifli atau Daeng Kifli, menjadi bukti keberhasilannya dalam budidaya dapat mendorong 25 petani muda lainnya untuk ikut bertani.
Di usianya yang baru 29 tahun, Daeng Kifli sukses membudidayakan bawang merah Lokananta, inovasi modern di mana hanya dengan 0,5 Kg benih dapat menghasilkan hingga 2.500 kg panen bawang merah. “Teknologi membuat bertani lebih efisien. Kalau dulu kami khawatir gagal panen, sekarang kami bisa lebih yakin dengan hasil dan kualitas,” ujarnya, Selasa (14/10/2025).
Baca juga: Kementan Tunjuk Kabupaten Kapuas Jadi Tuan Rumah Peringatan Hari Pangan Sedunia
Sementara itu, di Kalimantan Selatan, Khairani atau akrab disapa Mang Khair menunjukkan bahwa usia bukan halangan untuk terus berinovasi. Petani senior ini dikenal sukses membudidayakan Cabai Merah Besar Baja F1, dengan hasil panen mencapai 10 ton dalam sekali musim tanam. Pengalamannya selama puluhan tahun di dunia pertanian kini ia bagikan kepada lebih dari 100 petani binaan di wilayahnya. “Kalau hanya saya yang berhasil, rasanya kurang. Akan lebih bermakna jika banyak petani bisa merasakan hasil yang sama,” tutur Mang Khair.
Dari Kebumen, Jawa Tengah, ada nama Jarwan, petani berusia 40 tahun yang dikenal sukses budidaya cabai keriting Tangguh F1 di daerahnya. Dengan penerapan teknik tanam yang efisien dan penggunaan benih unggul, Jarwan berhasil mencapai hasil panen yang stabil dan berkualitas. Tidak puas dengan keberhasilan pribadi, Jarwan kini aktif membina lebih dari 200 petani lainnya, membagikan pengalamannya melalui pelatihan dan kelompok tani binaan.
“Kalau kita bisa saling berbagi, dampaknya akan lebih luas. Saya ingin semakin banyak petani ikut maju supaya pertanian di daerah kita semakin kuat,” katanya.
Baca juga: Mutasi TNI Terbaru, Ada Kadispenad, Pangdam Hasanuddin, hingga Sesmilpres
Penghargaan Master Panen Makmur Lebih-Berdampak Lebih merupakan bentuk apresiasi PT East West Seed Indonesia (Ewindo) terhadap para petani inspiratif yang telah menunjukkan dedikasi tinggi dalam mengembangkan budidaya sayuran yang produktif dan komitmen membagikan ilmu serta pengalamannya kepada petani lain. Tahun ini, total 25 petani dari berbagai daerah di Indonesia menerima penghargaan tersebut.
Para penerima penghargaan tidak hanya berhasil meningkatkan hasil panen dan pendapatan, tetapi juga berperan aktif sebagai mentor dan penggerak komunitas tani. Mereka berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk membangun sistem pertanian yang lebih tangguh dan saling mendukung.
Program Master Panen merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Ewindo untuk memperkuat ekosistem pertanian nasional melalui inovasi benih hibrida, pelatihan teknis, serta pendampingan bagi petani di seluruh Indonesia. Sejak berdiri, Ewindo berkomitmen untuk menghadirkan benih sayuran tropis hibrida berkualitas tinggi yang sesuai dengan kondisi iklim lokal dan kebutuhan pasar.
Melalui semangat kolaboratif, Ewindo percaya bahwa kesejahteraan petani akan membawa dampak positif yang lebih luas baik bagi ketahanan pangan nasional maupun kesejahteraan masyarakat desa.
Managing Director Ewindo, Glenn Pardede, menegaskan bahwa penghargaan Master Panen bukan sekadar bentuk apresiasi, tetapi juga panggilan untuk memperluas semangat berbagi dan kolaborasi di kalangan petani Indonesia. Melalui penghargaan ini, Ewindo berharap semakin banyak petani di seluruh Indonesia yang terinspirasi untuk terus belajar, berinovasi, dan berbagi agar pertanian nasional semakin maju, mandiri, dan sejahtera.
“Master Panen adalah bentuk penghargaan bagi petani inspiratif yang berdampak nyata. Program ini menegaskan pentingnya untuk berdampak bagi sesama melalui semangat berbagi dan gotong royong dalam kemajuan pertanian. ‘Makmur Lebih, Berdampak Lebih’ bukan hanya slogan, tetapi gerakan kolaboratif yang mendorong kemajuan bersama,” ujar Glenn.
(cip)
Lihat Juga :