Cincin Donat Dukuh Atas Bakal Terhubung 2026, Ini Penampakannya
Selasa, 14 Oktober 2025 - 07:45 WIB
loading...
Transit oriented development (TOD) berbentuk Cincin Donat di Dukuh Atas, Jakarta akan menghubungkan LRT, KRL, MRT, Transjakarta hingga kereta bandara. Foto/Dok MRT Jakarta
A
A
A
JAKARTA - Transit oriented development (TOD) berbentuk 'Cincin Donat' di kawasan Dukuh Atas ditargetkan akan terhubung pada 2026 mendatang. Proyek yang disebut sebagai Dukuh Atas Hub ini akan menghubungkan sejumlah moda transportasi publik seperti LRT Jabodebek, KRL, MRT Jakarta, Transjakarta hingga kereta bandara.
"Saya meminta kalau bisa dimulai segera supaya tahun 2026 itu sudah bisa diselesaikan. Dan kalau itu terjadi, maka integrasi moda, baik itu LRT, KRL, MRT, juga kereta bandara akan bisa tertangani, termasuk Transjakarta. Dan itu pasti manfaatnya besar sekali sehingga orang tidak perlu kehujanan atau keluar dahulu kemudian baru masuk," kata Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung kepada wartawan di Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, dikutip Selasa (14/10/2025).
Baca juga: Proyek Cincin Donat Bikin Patung Jenderal Sudirman Dipindah, Intip Konsepnya
Masyarakat yang ingin bepergian bisa menggunakan cincin donat tersebut untuk bisa pergi ke mana saja. "Apakah mau ke kereta bandara ataukah pulang naik KRL dan sebagainya," lanjutnya.
Pramono menyebut MRT Jakarta sebagai pimpinan proyek TOD Dukuh Atas telah merinci satuan harga hingga skema pembiayaan untuk pembangunan tersebut. Ia memberikan instruksi penuh kepada MRT Jakarta termasuk hak penamaan.
"Dukuh Atas Hub atau yang disebut dengan pedestrian deck dan yang melakukan presentasi adalah Dirut MRT. Secara prinsip, satuan harganya, termasuk kemudian gambarnya, termasuk kemudian skema pembiayaannya, sudah disepakati," sebutnya.
Baca juga: Pramono Jadikan Blok M Hub sebagai Kawasan TOD Inklusif dan Modern
"Nanti tentunya akan saya sampaikan secara terbuka setelah angka dan juga mekanisme kesepakatan itu bisa dilakukan. tapi yang jelas, yang bertanggung jawab sepenuhnya adalah MRT karena ini merupakan TOD yang akan dikembangkan oleh MRT. Jadi, sepenuhnya kewenangan itu ada di MRT, termasuk nanti untuk 'naming right', untuk pembiayaan, untuk skema dan sebagainya, pemanfaatan, sepenuhnya MRT," ucapnya.
Lebih lanjut, Pramono menegaskan proyek pembangunan dilakukan awal tahun 2026 dan ditargetkan rampung di pertengahan 2027 mendatang.
"Kami yakin mudah-mudahan bisa dilakukan pembangunan di awal tahun 2026 dan akan selesai di di pertengahan atau kuartal ke-3 2027. Terima kasih," tutup Pramono.
Sebelumnya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama Kementerian Perhubungan (Kemenhub) tengah menyiapkan rencana pengembangan kawasan Transit Oriented Development (TOD) Dukuh Atas sebagai salah satu pusat integrasi transportasi publik paling lengkap di Ibu Kota.
Bahkan dalam rencana pengembangan kawasan ini, Patung Jenderal Sudirman di Jalan Jenderal Sudirman akan dipindah ke arah Jalan MH Thamrin untuk mendukung rencana pengembangan kawasan ini.
Direktur Pengembangan Bisnis PT MRT Jakarta (Perseroda) Farchad Mahfud menjelaskan, Dukuh Atas dikenal sebagai kawasan yang sudah dilengkapi berbagai moda transportasi, mulai dari MRT Jakarta, LRT Jabodebek, KRL Commuter Line, TransJakarta, hingga kereta bandara. Namun, meski fasilitas transportasinya lengkap, konektivitas antar moda di kawasan ini masih belum terhubung secara optimal.
"Saat ini di kawasan Dukuh Atas adalah salah kawasan TOD Jakarta yang cukup lengkap dari sisi fasilitas transportasi publik, tapi tidak serta merta terkoneksi," ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (8/10/2025).
Konsep yang tengah dikembangkan diberi nama 'Cincin Donat', yakni sistem integrasi yang akan menghubungkan empat titik moda transportasi utama di kawasan tersebut melalui jembatan khusus pejalan kaki.
"Saya meminta kalau bisa dimulai segera supaya tahun 2026 itu sudah bisa diselesaikan. Dan kalau itu terjadi, maka integrasi moda, baik itu LRT, KRL, MRT, juga kereta bandara akan bisa tertangani, termasuk Transjakarta. Dan itu pasti manfaatnya besar sekali sehingga orang tidak perlu kehujanan atau keluar dahulu kemudian baru masuk," kata Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung kepada wartawan di Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, dikutip Selasa (14/10/2025).
Baca juga: Proyek Cincin Donat Bikin Patung Jenderal Sudirman Dipindah, Intip Konsepnya
Masyarakat yang ingin bepergian bisa menggunakan cincin donat tersebut untuk bisa pergi ke mana saja. "Apakah mau ke kereta bandara ataukah pulang naik KRL dan sebagainya," lanjutnya.
Pramono menyebut MRT Jakarta sebagai pimpinan proyek TOD Dukuh Atas telah merinci satuan harga hingga skema pembiayaan untuk pembangunan tersebut. Ia memberikan instruksi penuh kepada MRT Jakarta termasuk hak penamaan.
"Dukuh Atas Hub atau yang disebut dengan pedestrian deck dan yang melakukan presentasi adalah Dirut MRT. Secara prinsip, satuan harganya, termasuk kemudian gambarnya, termasuk kemudian skema pembiayaannya, sudah disepakati," sebutnya.
Baca juga: Pramono Jadikan Blok M Hub sebagai Kawasan TOD Inklusif dan Modern
"Nanti tentunya akan saya sampaikan secara terbuka setelah angka dan juga mekanisme kesepakatan itu bisa dilakukan. tapi yang jelas, yang bertanggung jawab sepenuhnya adalah MRT karena ini merupakan TOD yang akan dikembangkan oleh MRT. Jadi, sepenuhnya kewenangan itu ada di MRT, termasuk nanti untuk 'naming right', untuk pembiayaan, untuk skema dan sebagainya, pemanfaatan, sepenuhnya MRT," ucapnya.
Lebih lanjut, Pramono menegaskan proyek pembangunan dilakukan awal tahun 2026 dan ditargetkan rampung di pertengahan 2027 mendatang.
"Kami yakin mudah-mudahan bisa dilakukan pembangunan di awal tahun 2026 dan akan selesai di di pertengahan atau kuartal ke-3 2027. Terima kasih," tutup Pramono.
Sebelumnya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama Kementerian Perhubungan (Kemenhub) tengah menyiapkan rencana pengembangan kawasan Transit Oriented Development (TOD) Dukuh Atas sebagai salah satu pusat integrasi transportasi publik paling lengkap di Ibu Kota.
Bahkan dalam rencana pengembangan kawasan ini, Patung Jenderal Sudirman di Jalan Jenderal Sudirman akan dipindah ke arah Jalan MH Thamrin untuk mendukung rencana pengembangan kawasan ini.
Direktur Pengembangan Bisnis PT MRT Jakarta (Perseroda) Farchad Mahfud menjelaskan, Dukuh Atas dikenal sebagai kawasan yang sudah dilengkapi berbagai moda transportasi, mulai dari MRT Jakarta, LRT Jabodebek, KRL Commuter Line, TransJakarta, hingga kereta bandara. Namun, meski fasilitas transportasinya lengkap, konektivitas antar moda di kawasan ini masih belum terhubung secara optimal.
"Saat ini di kawasan Dukuh Atas adalah salah kawasan TOD Jakarta yang cukup lengkap dari sisi fasilitas transportasi publik, tapi tidak serta merta terkoneksi," ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (8/10/2025).
Konsep yang tengah dikembangkan diberi nama 'Cincin Donat', yakni sistem integrasi yang akan menghubungkan empat titik moda transportasi utama di kawasan tersebut melalui jembatan khusus pejalan kaki.
(shf)
Lihat Juga :