Pelatihan Pempek dan Tahu Bakso di Tangerang Buka Lapangan Kerja, Sandi Uno: Langsung Cuan
Senin, 13 Oktober 2025 - 22:31 WIB
loading...
YIS bekerja sama dengan Gebrakan Anak Negeri (GAN) mengadakan pelatihan pembuatan pempek pelangi dan tahu bakso topping kepada ibu-ibu dan mahasiswa di Universitas Islam Syekh Yusuf, Tangerang, Sabtu (11/10/2025). Foto: Ist
A
A
A
TANGERANG - Yayasan Indonesia Setara (YIS) bekerja sama dengan Gebrakan Anak Negeri (GAN) mengadakan pelatihan pembuatan pempek pelangi dan tahu bakso topping kepada ibu-ibu dan mahasiswa di Universitas Islam Syekh Yusuf, Babakan, Kota Tangerang, Sabtu (11/10/2025).
Pelatihan bertajuk 'Workshop Penciptaan Lapangan Kerja: Dari Usaha Rumahan Jadi JuraGAN Jajanan Viral Olahan Sehat' ini diikuti 50 peserta yang terdiri dari pelaku UMKM dan mahasiswa di Tangerang.
Baca juga: Berdayakan Ekonomi Rakyat, Sandiaga Uno Sulap Lahan Kosong Jadi Cuan
Kegiatan ini bertujuan membuka peluang usaha rumahan pempek pelangi dan tahu bakso topping bagi kaum ibu dan mahasiswa.
Dalam pelatihan tersebut, peserta diajarkan keterampilan membuat pempek pelangi menggunakan pewarna alami seperti sawi dan buah naga serta tahu bakso topping hingga siap dijual. Selain itu, pelatihan juga membekali peserta dengan penggunaan kecerdasan buatan (AI) secara praktis untuk membantu pemasaran produk.
Founder Yayasan Indonesia Setara Sandiaga Uno mengatakan, kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen memberdayakan masyarakat, terutama perempuan agar mandiri secara ekonomi dan memiliki kesetaraan kesempatan.
"Sejak awal, YIS bergerak untuk kesetaraan bagi anak muda, difabel dan perempuan. Pelatihan ini dipilih karena terjangkau, mudah dipraktikkan, dan cepat cuan," ujar Sandiaga, Senin (13/10/2025).
Dalam kesempatan tersebut, para mentor memberikan tantangan langsung kepada para peserta. Satu di antaranya membuat konten sekaligus open order pertama mereka sebagai bagian praktik digital marketing. "Langsung bisa, langsung cuan, langsung buka lapangan kerja," ucapnya.
Ketua Gebrakan Anak Negeri Evie Sofia mengapresiasi kolaborasi dan semangat peserta yang datang dari berbagai wilayah seperti Banten, Cilegon, Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang, hingga Bogor.
"Kami memilih pempek karena melihat tren kuliner yang mengangkat kearifan lokal, menu tradisional yang bisa didiversifikasi menjadi berbagai rasa, bentuk, dan kemasan sehingga lebih relevan, menarik, dan bernilai jual di pasar saat ini," kata Evie.
Pelatihan bertajuk 'Workshop Penciptaan Lapangan Kerja: Dari Usaha Rumahan Jadi JuraGAN Jajanan Viral Olahan Sehat' ini diikuti 50 peserta yang terdiri dari pelaku UMKM dan mahasiswa di Tangerang.
Baca juga: Berdayakan Ekonomi Rakyat, Sandiaga Uno Sulap Lahan Kosong Jadi Cuan
Kegiatan ini bertujuan membuka peluang usaha rumahan pempek pelangi dan tahu bakso topping bagi kaum ibu dan mahasiswa.
Dalam pelatihan tersebut, peserta diajarkan keterampilan membuat pempek pelangi menggunakan pewarna alami seperti sawi dan buah naga serta tahu bakso topping hingga siap dijual. Selain itu, pelatihan juga membekali peserta dengan penggunaan kecerdasan buatan (AI) secara praktis untuk membantu pemasaran produk.
Founder Yayasan Indonesia Setara Sandiaga Uno mengatakan, kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen memberdayakan masyarakat, terutama perempuan agar mandiri secara ekonomi dan memiliki kesetaraan kesempatan.
"Sejak awal, YIS bergerak untuk kesetaraan bagi anak muda, difabel dan perempuan. Pelatihan ini dipilih karena terjangkau, mudah dipraktikkan, dan cepat cuan," ujar Sandiaga, Senin (13/10/2025).
Dalam kesempatan tersebut, para mentor memberikan tantangan langsung kepada para peserta. Satu di antaranya membuat konten sekaligus open order pertama mereka sebagai bagian praktik digital marketing. "Langsung bisa, langsung cuan, langsung buka lapangan kerja," ucapnya.
Ketua Gebrakan Anak Negeri Evie Sofia mengapresiasi kolaborasi dan semangat peserta yang datang dari berbagai wilayah seperti Banten, Cilegon, Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang, hingga Bogor.
"Kami memilih pempek karena melihat tren kuliner yang mengangkat kearifan lokal, menu tradisional yang bisa didiversifikasi menjadi berbagai rasa, bentuk, dan kemasan sehingga lebih relevan, menarik, dan bernilai jual di pasar saat ini," kata Evie.
(jon)
Lihat Juga :