Tokoh Agama dan Masyarakat Pegunungan Bintang Tepis Isu Menyesatkan

Senin, 13 Oktober 2025 - 19:49 WIB
loading...
Tokoh Agama dan Masyarakat...
SMP Negeri Kiwirok, Desa Sopamikma, Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang diduga dibakar oleh OPM atau KKB pada Selasa (7/10/2025). Foto/Ist
A A A
PEGUNUNGAN BINTANG - Organisasi Papua Merdeka (OPM) atau Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) kembali diduga menyebar fitnah dan isu tidak benar (hoaks) setelah serangan mematikan terhadap masyarakat asli Papua dan warga pendatang. Kali ini, OPM Kodap XV Ngalum Kupel mengembuskan isu TNI menggunakan pesawat dan bom dalam sejumlah kegiatan kemanusiaan di Distrik Kiwirok, Pegunungan Bintang, Papua Pegunungan.

Kabar itu beredar melalui sejumlah akun media sosial simpatisan OPM. Isu tersebut kemudian dibantah oleh tokoh-tokoh masyarakat dan agama di Distrik Kiwirok. Mereka memastikan serta menyaksikan keberadaan TNI di bawah kendali Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) III tengah melaksanakan misi kemanusiaan.

Baca juga: KKB Bakar SMPN Kiwirok Papua

Tokoh masyarakat sekaligus rohaniwan Pendeta Markus Nop mengecam penyebaran fitnah terhadap TNI, mengingat OPM-lah yang selama ini melakukan serangan dan teror terhadap masyarakat Pegunungan Bintang.



“Mereka yang membakar sekolah, mengancam guru, tapi malah menuduh TNI mengebom desa. Itu bohong besar. Kami tahu siapa yang sebenarnya membuat kerusakan di sini," ujar Markus dalam keterangannya, dikutip Senin (13/10/2025).

Aksi penyebaran hoaks dan fitnah kepada TNI, lanjut Markus, adalah strategi lama OPM untuk menutupi tindakan brutal mereka, sekaligus menggiring opini publik khususnya masyarakat Papua agar membenci negara.

Melalui unggahan video editan, dan narasi menyesatkan, OPM mencoba menggiring simpati publik internasional sambil menutupi aksi kejahatan kemanusiaan terhadap warga sipil termasuk orang asli Papua.

Baca juga: Serangan Brutal! KKB Daniel Aibon Kogoya Tembak Mati Pekerja Proyek Jalan di Intan Jaya

“Saya jadi teringat peristiwa pilu September 2021 silam di desa kami. Usai bakar puskesmas, OPM melecahkan seluruh nakes (tenaga kesehatan) di mana salah seorang nakes, Ibu Gabriela Meilan, kita temukan tewas mengenaskan di jurang sedalam 500 meter,” ungkap Markus.

Senada dengan Pendeta Markus, Kepala Distrik Kiwirok Yulianus Kalakmabin menegaskan bahwa tuduhan terhadap TNI adalah pemutarbalikan fakta, di mana OPM-lah yang menjadi pelaku tunggal teror selama ini.

“Saya melihat sendiri bagaimana Kogabwilhan III membantu warga, terutama para guru yang ketakutan akibat pembakaran sekolah. Tidak ada bom, tidak ada pesawat tempur. Yang ada adalah bantuan dan perlindungan,” ujar Yulianus.

Kejadian di Kiwirok ini menunjukkan pola lama OPM yang sering menggunakan informasi palsu dan propaganda digital untuk menggiring opini publik.

Padahal para prajurit TNI di bawah kendali Kogabwilhan III hadir di Kiwirok bukan untuk berperang. Melainkan untuk menolong, melindungi dan memulihkan kehidupan masyarakat.

Yulianus pun mengimbau masyarakat internasional khususnya Papua, untuk lebih waspada terhadap berita tidak jelas sumbernya. Hoaks seperti tuduhan TNI menggunakan bom hanyalah bagian dari strategi kelompok separatis untuk menutupi aksi kekerasan mereka.

“Hoaks adalah senjata baru kelompok separatis. Mereka ingin menciptakan ketakutan dan perpecahan. Tapi masyarakat Papua sudah cerdas, kami tahu siapa yang benar-benar bekerja untuk rakyat,” pungkasnya.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Anggota KKB Pelaku Pembakaran...
Anggota KKB Pelaku Pembakaran Perumahan Pemkab dan Penembakan Pesawat Ditangkap
Wadanyon HSSBI KKB Kodap...
Wadanyon HSSBI KKB Kodap XVI Yahukimo Ditangkap, Satgas Cartenz Sita Amunisi dan Sajam
Perkuat Akses Digital...
Perkuat Akses Digital di Papua Pegunungan, Community Gateway Diresmikan
Satgas Tetapkan 1 Jaringan...
Satgas Tetapkan 1 Jaringan KKB Tersangka Pembunuhan di Yahukimo
MPSI: Pengungsian Moskona...
MPSI: Pengungsian Moskona Teluk Bintuni Butuh Perhatian Khusus Pemerintah Pusat Pascaserangan Kelompok Separatis
Kondisi Pengungsi Moskona...
Kondisi Pengungsi Moskona Teluk Bintuni Memprihatinkan Pascaserangan Separatis Papua
Keluarga Bantah Kabar...
Keluarga Bantah Kabar Haji Bolot Meninggal Dunia, Cucu: Hoaks!
Pemerintah Perlu Menetralisir...
Pemerintah Perlu Menetralisir Narasi Negatif di Media Sosial
Hadapi Dampak Negatif...
Hadapi Dampak Negatif Digitalisasi, Perlu Literasi dan Aturan yang Relevan
Rekomendasi
Akui Program Pemerintah...
Akui Program Pemerintah Banyak Kekurangan, Wapres Gibran: Kita Perbaiki Bersama
Pangkas BBM, PLN Borong...
Pangkas BBM, PLN Borong 500 Motor Listrik Polytron Fox 350 Buat Operasional Jawa Timur
Belgia vs Mesir Imbang...
Belgia vs Mesir Imbang 1-1 di Piala Dunia 2026, Mo Salah Moncer
Berita Terkini
Nabung Emas di BRImo...
Nabung Emas di BRImo Kini Otomatis Lewat Fitur Toggle, Modal Mulai Rp10 Ribu!
Sempat Memanas, Mahasiswa...
Sempat Memanas, Mahasiswa yang Demo di Jalan Jenderal Sudirman Akhirnya Membubarkan Diri
Mahasiswa BEM SI Kerakyatan...
Mahasiswa BEM SI Kerakyatan Bubarkan Diri, Polisi Bersihkan Sampah di Depan Gedung DPR
15 Mahasiswa Diterima...
15 Mahasiswa Diterima di Istana Wapres Gibran usai Demo di Jalan Medan Merdeka
Sahroni Apresiasi Polisi...
Sahroni Apresiasi Polisi Ringkus Pelaku Penculikan Lansia di PIK: Tangkap Apa Pun Motifnya!
Demo Mahasiswa Belum...
Demo Mahasiswa Belum Kelar, Arus Lalu Lintas di Jalan Jenderal Sudirman Tersendat
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved