Tragedi Al Khoziny, BNPB: 21 Nama dan 5 Potongan Tubuh Belum Terungkap Identitasnya
Kamis, 09 Oktober 2025 - 06:19 WIB
loading...
BNPB menyatakan, 40 korban ambruknya Musala Pesantren Al Khoziny, Buduran, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur telah teridentifikasi. Foto/SindoNews
A
A
A
SIDOARJO - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan, 40 korban ambruknya Musala Pondok Pesantren Al Khoziny, Buduran, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur telah teridentifikasi. Kini, Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri tengah berupaya mengidentifikasi 21 nama dan lima potongan tubuh.
"Perjuangan dan dedikasi tinggi para tim Disaster Victim Identification (DVI) kian menjawab satu per satu pertanyaan. Namun, tugas belum selesai. Masih ada 21 nama dan 5 potongan tubuh lainnya yang masih harus segera diungkap identitasnya," kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari dalam keterangannya, Rabu (8/10/2025).
Menurutnya, keluarga korban terus menunggu di Rumah Sakit Bhayangkara Surabaya selama tim DVI bekerja. "Keluarga dan wali korban terus menanti dengan tabah dari tenda pengungsi yang didirikan di halaman Rumah Sakit Bhayangkara, sebagai tempat istirahat," ujarnya.
Baca juga: 40 Jenazah Korban Tragedi Ponpes Al Khoziny Teridentifikasi
Diberitakan sebelumnya, Direktur Operasi Basarnas Laksamana Pertama Yudhi Bramantyo memastikan penyisiran tahap akhir tidak menemukan tanda-tanda korban baru. Dia menyebut operasi gabungan sejak hari pertama telah mengevakuasi 171 orang, terdiri atas 67 korban meninggal (termasuk body pack) dan 104 selamat.
“Hari ke-9 kami berhasil mengumpulkan 67 korban, delapan di antaranya body pack. Pagi ini kami sisir area terakhir, dan kami pastikan tidak ada yang tersisa,” ujar Yudhi.
Dengan ditutupnya operasi SAR, fokus tim gabungan kini beralih pada proses identifikasi jenazah dan pemulihan pascabencana. Tim DVI Polri masih bekerja di RS Bhayangkara Surabaya untuk memverifikasi identitas korban melalui sidik jari dan DNA.
"Perjuangan dan dedikasi tinggi para tim Disaster Victim Identification (DVI) kian menjawab satu per satu pertanyaan. Namun, tugas belum selesai. Masih ada 21 nama dan 5 potongan tubuh lainnya yang masih harus segera diungkap identitasnya," kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari dalam keterangannya, Rabu (8/10/2025).
Menurutnya, keluarga korban terus menunggu di Rumah Sakit Bhayangkara Surabaya selama tim DVI bekerja. "Keluarga dan wali korban terus menanti dengan tabah dari tenda pengungsi yang didirikan di halaman Rumah Sakit Bhayangkara, sebagai tempat istirahat," ujarnya.
Baca juga: 40 Jenazah Korban Tragedi Ponpes Al Khoziny Teridentifikasi
Diberitakan sebelumnya, Direktur Operasi Basarnas Laksamana Pertama Yudhi Bramantyo memastikan penyisiran tahap akhir tidak menemukan tanda-tanda korban baru. Dia menyebut operasi gabungan sejak hari pertama telah mengevakuasi 171 orang, terdiri atas 67 korban meninggal (termasuk body pack) dan 104 selamat.
“Hari ke-9 kami berhasil mengumpulkan 67 korban, delapan di antaranya body pack. Pagi ini kami sisir area terakhir, dan kami pastikan tidak ada yang tersisa,” ujar Yudhi.
Dengan ditutupnya operasi SAR, fokus tim gabungan kini beralih pada proses identifikasi jenazah dan pemulihan pascabencana. Tim DVI Polri masih bekerja di RS Bhayangkara Surabaya untuk memverifikasi identitas korban melalui sidik jari dan DNA.
(cip)
Lihat Juga :