Menag Panggil Pimpinan Seluruh Ponpes Buntut Tragedi Al Khoziny Sidoarjo
Selasa, 07 Oktober 2025 - 14:45 WIB
loading...
Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar bakal melakukan pendataan terhadap seluruh pondok pesantren (Ponpes) buntut tragedi runtuhnya musala Ponpes Al Khoziny. Foto/Dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar bakal melakukan pendataan terhadap seluruh pondok pesantren (Ponpes) buntut tragedi runtuhnya bangunan musala Ponpes Al Khoziny. Usai di data, selanjutnya memanggil para pimpinan ponpes dari seluruh Indonesia.
“Ya kita mulai pendataan dulu. Pendataan dulu, baru sudah ada pendataan, baru kita panggil pimpinan-pimpinan pondok,” kata Menag kepada wartawan, Selasa (7/10/2025).
Baca juga: Pembersihan Puing Musala Ponpes Al Khoziny Selesai, Lokasi Kejadian Disterilkan
Nasaruddin menuturkan, dirinya akan turun langsung untuk mengecek pondok pesantren yang di Indonesia. Pondok pesantren yang akan ia kunjungi pertama yakni berada di Kalimantan.
“Saya mulai nanti sekarang sudah mau jalan, kalimantan, ke Sulawesi, saya sendiri yang turun tangan insya Allah,” ujar dia.
Dia meminta agar ponpes memperhatikan standar laik bangunan. Menag akan meminta tolong kepada pemerintah setempat sebagai pihak yang mengeluarkan izin.
Baca juga: BNPB: Seluruh Korban Ambruknya Ponpes Al Khoziny Telah Ditemukan, 61 Jenazah, 7 Body Part
“Iya, secara komprehensif (bangunan harus sesuai standar). Kita sudah hubungi pemerintah setempat untuk membantu kita, kan mereka juga mengeluarkan izin segala macam,” jelasnya.
Sebelumnya, Badan Nasional Penanggulangan Bencana ( BNPB ) menyebut seluruh jenazah korban ambruknya musala di Pondok Pesantren Al Khoziny, Sidoarjo, Jawa Timur telah ditemukan. Total ada 61 jenazah utuh dan 7 body part atau total 68 jasad yang ditemukan.
"Diperkirakan kemarin ada 63 jenazah yang tertimbun dalam reruntuhan bangunan ponpes. Sekarang di area tersebut sudah rata dengan tanah. Sangat kecil kemungkinan masih ada jenazah di situ," kata Deputi III Bidang Penanganan Darurat BNPB Budi Irawan dalam keterangan pers, Selasa (7/10/2025).
Menurut Budi, yang berhasil ditemukan adalah 61 jenazah dalam bentuk utuh, kemudian ada 7 body part. "Dari perkiraan kita 63 (korban tertimbun), dimungkinkan, sekali lagi dimungkinkan, nanti kepastiannya nanti dari DVI, yang 7 body part itu merupakan milik siapa, atau mungkin berdiri sendiri, atau mungkin lebih dari 63," jelasnya.
Dengan demikian, kata Budi, pihaknya yakin dua jenazah dari 63 korban tertimbun itu merupakan bagian dari 7 body part yang ditemukan.
Di tempat yang sama, Direktur Operasional Basarnas Laksamana Pertama TNI Yudhi Bramantyo mengatakan, sampai 7 Oktober 2025 pukul 09.00 WIB, pihaknya telah berhasil mengumpulkan 67 pack, dengan 8 body part.
“Ya kita mulai pendataan dulu. Pendataan dulu, baru sudah ada pendataan, baru kita panggil pimpinan-pimpinan pondok,” kata Menag kepada wartawan, Selasa (7/10/2025).
Baca juga: Pembersihan Puing Musala Ponpes Al Khoziny Selesai, Lokasi Kejadian Disterilkan
Nasaruddin menuturkan, dirinya akan turun langsung untuk mengecek pondok pesantren yang di Indonesia. Pondok pesantren yang akan ia kunjungi pertama yakni berada di Kalimantan.
“Saya mulai nanti sekarang sudah mau jalan, kalimantan, ke Sulawesi, saya sendiri yang turun tangan insya Allah,” ujar dia.
Dia meminta agar ponpes memperhatikan standar laik bangunan. Menag akan meminta tolong kepada pemerintah setempat sebagai pihak yang mengeluarkan izin.
Baca juga: BNPB: Seluruh Korban Ambruknya Ponpes Al Khoziny Telah Ditemukan, 61 Jenazah, 7 Body Part
“Iya, secara komprehensif (bangunan harus sesuai standar). Kita sudah hubungi pemerintah setempat untuk membantu kita, kan mereka juga mengeluarkan izin segala macam,” jelasnya.
Tragedi Ponpes Al Khoziny
Sebelumnya, Badan Nasional Penanggulangan Bencana ( BNPB ) menyebut seluruh jenazah korban ambruknya musala di Pondok Pesantren Al Khoziny, Sidoarjo, Jawa Timur telah ditemukan. Total ada 61 jenazah utuh dan 7 body part atau total 68 jasad yang ditemukan.
"Diperkirakan kemarin ada 63 jenazah yang tertimbun dalam reruntuhan bangunan ponpes. Sekarang di area tersebut sudah rata dengan tanah. Sangat kecil kemungkinan masih ada jenazah di situ," kata Deputi III Bidang Penanganan Darurat BNPB Budi Irawan dalam keterangan pers, Selasa (7/10/2025).
Menurut Budi, yang berhasil ditemukan adalah 61 jenazah dalam bentuk utuh, kemudian ada 7 body part. "Dari perkiraan kita 63 (korban tertimbun), dimungkinkan, sekali lagi dimungkinkan, nanti kepastiannya nanti dari DVI, yang 7 body part itu merupakan milik siapa, atau mungkin berdiri sendiri, atau mungkin lebih dari 63," jelasnya.
Dengan demikian, kata Budi, pihaknya yakin dua jenazah dari 63 korban tertimbun itu merupakan bagian dari 7 body part yang ditemukan.
Di tempat yang sama, Direktur Operasional Basarnas Laksamana Pertama TNI Yudhi Bramantyo mengatakan, sampai 7 Oktober 2025 pukul 09.00 WIB, pihaknya telah berhasil mengumpulkan 67 pack, dengan 8 body part.
(shf)
Lihat Juga :