Tim Penyelamat PT Freeport Temukan Seluruh Korban Longsor Tambang Bawah Tanah Grasberg
Senin, 06 Oktober 2025 - 11:12 WIB
loading...
Tim Penyelamat PT Freeport berhasil menemukan seluruh pekerja tambang yang menjadi korban longsor. Foto/istimewa
A
A
A
PAPUA - Tim Penyelamat PT Freeport Indonesia (PTFI) bersama Kementerian ESDM, Polres Mimika, Basarnas, dan BPBD berhasil menemukan dan mengevakuasi lima korban longsor di Tambang Bawah Tanah Grasberg Block Cave. Kelima korban tersebut ditemukan dalam keadaan telah meninggal dunia.
Dengan penemuan ini maka seluruh korban insiden longsor pada 8 September 2025 telah ditemukan. Sebelumnya, pada Sabtu, 20 September 2025, dua pekerja telah ditemukan. Dengan demikian proses pencarian dan penyelamatan dinyatakan selesai.
Baca juga: 2 Pekerja Tambang PT Freeport yang Terjebak Longsor Ditemukan Meninggal
Hasil identifikasi oleh tim medis bersama pihak kepolisian kelima korban yang ditemukan antara lain:
1. Zaverius Magai, PT Redpath Indonesia
2. Holong Gembira Silaban, PT Redpath Indonesia
3. Dadang Hermanto, PT Redpath Indonesia
4. Balisang Telile, warga negara Afrika Selatan, PT Redpath Indonesia
5. Victor Bastida Ballesteros, warga negara Republik Chili, PT Redpath Indonesia.
Jenazah akan dibawa ke Jakarta untuk kemudian diantar ke kampung halaman masing-masing, kecuali jenazah Zaverius Magai akan dimakamkan di Kuala Kencana, Timika.
“Tuhan telah menunjukkan mujizat-Nya sehingga Tim Penyelamat kami akhirnya berhasil menemukan dan mengevakuasi seluruh korban 7 orang, setelah 27 hari penggalian dan pencarian yang sulit dan berisiko sangat tinggi,” kata Presiden Direktur PT Freeport Indonesia, Tony Wenas.
Baca juga: 7 Irjen Pol Dipindah oleh Kapolri pada September 2025, Ini Nama-namanya
Tony menyampaikan rasa duka mendalam atas kehilangan ini. Mereka adalah sahabat dan bagian dari keluarga besar Freeport Indonesia. “Kehilangan ini membawa duka yang mendalam bagi kita semua. Atas nama pribadi dan perusahaan, saya menyampaikan belasungkawa kepada keluarga yang telah berada di Tembagapura sejak 14 September 2025. Semoga Tuhan Yang Maha Esa memberi kekuatan dan ketabahan bagi kita semua,” ucapnya.
Tony juga mengapresiasi kerja keras tim penyelamat untuk menemukan dan mengevakuasi para korban. Apalagi lokasi penyelamatan sangat sulit dan menantang.
“Saya juga mengapresiasi Tim Penyelamat yang telah bekerja tanpa lelah, siang dan malam, di tengah kondisi yang sangat menantang. Penyelamatan memerlukan waktu panjang karena lokasi yang sulit dan volume material basah mencapai sekitar 800 ribu ton. Terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan dukungan tenaga, pikiran, dan doa.”
PT Freeport Indonesia memastikan pendampingan penuh bagi seluruh keluarga rekan kerja yang telah berpulang, serta penanganan jenazah dengan penuh hormat. Proses investigasi untuk mengetahui penyebab insiden akan terus dilanjutkan secara menyeluruh dan transparan.
Hasil investigasi akan menjadi dasar bagi perusahaan untuk menerapkan langkah-langkah pencegahan agar kejadian serupa tidak terjadi di masa mendatang.
“Saya mendampingi keluarga para almarhum, membawa 4 jenazah ke Jakarta, selanjutnya 1 jenazah akan terbang lanjutan ke Medan, dan 1 lagi dengan mobil ke Bogor, sedangkan 2 lagi jenazah WNA masih akan menunggu di Jakarta untuk pengurusan izin utk repatriasi ke Santiago dan Johannesburg. Satu orang jenazah asli Papua dimakankan di Kuala Kencana, Mimika
Dengan penemuan ini maka seluruh korban insiden longsor pada 8 September 2025 telah ditemukan. Sebelumnya, pada Sabtu, 20 September 2025, dua pekerja telah ditemukan. Dengan demikian proses pencarian dan penyelamatan dinyatakan selesai.
Baca juga: 2 Pekerja Tambang PT Freeport yang Terjebak Longsor Ditemukan Meninggal
Hasil identifikasi oleh tim medis bersama pihak kepolisian kelima korban yang ditemukan antara lain:
1. Zaverius Magai, PT Redpath Indonesia
2. Holong Gembira Silaban, PT Redpath Indonesia
3. Dadang Hermanto, PT Redpath Indonesia
4. Balisang Telile, warga negara Afrika Selatan, PT Redpath Indonesia
5. Victor Bastida Ballesteros, warga negara Republik Chili, PT Redpath Indonesia.
Jenazah akan dibawa ke Jakarta untuk kemudian diantar ke kampung halaman masing-masing, kecuali jenazah Zaverius Magai akan dimakamkan di Kuala Kencana, Timika.
“Tuhan telah menunjukkan mujizat-Nya sehingga Tim Penyelamat kami akhirnya berhasil menemukan dan mengevakuasi seluruh korban 7 orang, setelah 27 hari penggalian dan pencarian yang sulit dan berisiko sangat tinggi,” kata Presiden Direktur PT Freeport Indonesia, Tony Wenas.
Baca juga: 7 Irjen Pol Dipindah oleh Kapolri pada September 2025, Ini Nama-namanya
Tony menyampaikan rasa duka mendalam atas kehilangan ini. Mereka adalah sahabat dan bagian dari keluarga besar Freeport Indonesia. “Kehilangan ini membawa duka yang mendalam bagi kita semua. Atas nama pribadi dan perusahaan, saya menyampaikan belasungkawa kepada keluarga yang telah berada di Tembagapura sejak 14 September 2025. Semoga Tuhan Yang Maha Esa memberi kekuatan dan ketabahan bagi kita semua,” ucapnya.
Tony juga mengapresiasi kerja keras tim penyelamat untuk menemukan dan mengevakuasi para korban. Apalagi lokasi penyelamatan sangat sulit dan menantang.
“Saya juga mengapresiasi Tim Penyelamat yang telah bekerja tanpa lelah, siang dan malam, di tengah kondisi yang sangat menantang. Penyelamatan memerlukan waktu panjang karena lokasi yang sulit dan volume material basah mencapai sekitar 800 ribu ton. Terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan dukungan tenaga, pikiran, dan doa.”
PT Freeport Indonesia memastikan pendampingan penuh bagi seluruh keluarga rekan kerja yang telah berpulang, serta penanganan jenazah dengan penuh hormat. Proses investigasi untuk mengetahui penyebab insiden akan terus dilanjutkan secara menyeluruh dan transparan.
Hasil investigasi akan menjadi dasar bagi perusahaan untuk menerapkan langkah-langkah pencegahan agar kejadian serupa tidak terjadi di masa mendatang.
“Saya mendampingi keluarga para almarhum, membawa 4 jenazah ke Jakarta, selanjutnya 1 jenazah akan terbang lanjutan ke Medan, dan 1 lagi dengan mobil ke Bogor, sedangkan 2 lagi jenazah WNA masih akan menunggu di Jakarta untuk pengurusan izin utk repatriasi ke Santiago dan Johannesburg. Satu orang jenazah asli Papua dimakankan di Kuala Kencana, Mimika
(cip)
Lihat Juga :