20 Santri Tertimbun Bangunan Ponpes Al Khoziny Belum Bisa Dievakuasi, Ini Penyebabnya
Minggu, 05 Oktober 2025 - 22:31 WIB
loading...
Sebanyak 20 santri korban ambruknya bangunan Ponpes Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo masih hilang dan dicari oleh Tim SAR gabungan hingga Minggu (5/10/2025) malam. Foto/Ist
A
A
A
SIDOARJO - Sebanyak 20 santri korban ambruknya bangunan musala Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny , Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur masih hilang dan dicari oleh Tim SAR gabungan hingga Minggu (5/10/2025) malam. Diketahui bangunan berlantai 4 itu runtuh pada Senin (29/9) ketika ratusan santri tengah menunaikan salat Asar.
Plt. Kepala Pusat Pengendalian Operasi Badan Nasional Penangulangan Bencana (BNPB), Kolonel Inf Hery Setiono menjelaskan bahwa pada sisi sebelah selatan musala ini memerlukan penanganan khusus untuk membersihkan atau memotong puing-puing bangunan yang masih tersisa. Sedangkan sisi utara dan tengah menurutnya sudah hampir selesai.
Baca juga: Update Ambruknya Musala Ponpes Al Khoziny, 40 Jenazah Ditemukan
"Di sektor sebelah utara dan tengah sudah kita lakukan pembersihan dan sudah mencapai sekitar kurang lebih 80 persen, tinggal nanti pada sisi sebelah selatan," ujar Hery dalam konferensi pers, Minggu (5/10/2025).
"Dari hasil pemantauan awal memang ada potensi-potensi jenazah yang masih ada tersimpan ataupun tertimbun di lokasi (selatan Musala) tersebut," sambungnya.
Dia menjelaskan, bila bangunan lama dari Ponpes Al Khoziny ternyata masih menyambung dengan sisi selatan musala yang ambruk. Kesulitan proses evakuasi ini juga ditambah bangunan lama tersebut sudah miring akibat robohnya musala itu.
Dia berharap pada malam ini, dengan bantuan alat berat dan kekuatan Tim SAR gabungan bisa melakukan pergeseran material yang ada di posisi selatan.
Baca juga: Hari Ketujuh, 23 Santri Ponpes Al Khoziny Masih Hilang, 40 Ditemukan Meninggal
"Takutnya kalau kita asal tarik, kita asal breaker, ketika itu terpatahkan atau sudah roboh ataupun menjadi beberapa potongan, menjadi tidak ada kekuatan bagi bangunan lama yang menyambung dengan struktur ini akan menjadi roboh kembali. Ini yang kita harus perhatikan betul sehingga butuh kehati-hatian dan butuh teknik khusus," ucapnya.
"Mari kita tunggu sama-sama, mudah-mudahan di malam hari ini kita bisa menyelesaikan di sektor sebelah selatan dan masih ada potensi kemungkinan kita bisa menemukan korban yang masih belum ketemu," imbuhnya.
Sekedar informasi, 40 orang telah dinyatakan meninggal akibat insiden robohnya musala Ponpes Al Khoziny. Sedangkan 20 orang masih dalam proses pencarian.
"Masih ada sekitar 20 orang lagi yang belum terevakuasi," kata Hery.
Lebih rinci dari keseluruhan 40 korban meninggal dunia, pertama kali ditemukan pada Rabu (1/10/2025) sebanyak 3 jenazah. Hari berikutnya Kamis (2/10/2025) hanya 2 jenazah, kemudian Jumat (3/10/2025) ada 9 jenazah. Lalu Sabtu (4/10/2025) ditemukan 11 jenazah.
Sedangkan hari ini, Minggu (5/10/2025) sampai pukul 18.00 WIB yang berhasil dievakuasi sebanyak 15 jenazah. Jumlah ini paling banyak ketimbang hari sebelum selama proses evakuasi.
Plt. Kepala Pusat Pengendalian Operasi Badan Nasional Penangulangan Bencana (BNPB), Kolonel Inf Hery Setiono menjelaskan bahwa pada sisi sebelah selatan musala ini memerlukan penanganan khusus untuk membersihkan atau memotong puing-puing bangunan yang masih tersisa. Sedangkan sisi utara dan tengah menurutnya sudah hampir selesai.
Baca juga: Update Ambruknya Musala Ponpes Al Khoziny, 40 Jenazah Ditemukan
"Di sektor sebelah utara dan tengah sudah kita lakukan pembersihan dan sudah mencapai sekitar kurang lebih 80 persen, tinggal nanti pada sisi sebelah selatan," ujar Hery dalam konferensi pers, Minggu (5/10/2025).
"Dari hasil pemantauan awal memang ada potensi-potensi jenazah yang masih ada tersimpan ataupun tertimbun di lokasi (selatan Musala) tersebut," sambungnya.
Dia menjelaskan, bila bangunan lama dari Ponpes Al Khoziny ternyata masih menyambung dengan sisi selatan musala yang ambruk. Kesulitan proses evakuasi ini juga ditambah bangunan lama tersebut sudah miring akibat robohnya musala itu.
Dia berharap pada malam ini, dengan bantuan alat berat dan kekuatan Tim SAR gabungan bisa melakukan pergeseran material yang ada di posisi selatan.
Baca juga: Hari Ketujuh, 23 Santri Ponpes Al Khoziny Masih Hilang, 40 Ditemukan Meninggal
"Takutnya kalau kita asal tarik, kita asal breaker, ketika itu terpatahkan atau sudah roboh ataupun menjadi beberapa potongan, menjadi tidak ada kekuatan bagi bangunan lama yang menyambung dengan struktur ini akan menjadi roboh kembali. Ini yang kita harus perhatikan betul sehingga butuh kehati-hatian dan butuh teknik khusus," ucapnya.
"Mari kita tunggu sama-sama, mudah-mudahan di malam hari ini kita bisa menyelesaikan di sektor sebelah selatan dan masih ada potensi kemungkinan kita bisa menemukan korban yang masih belum ketemu," imbuhnya.
Sekedar informasi, 40 orang telah dinyatakan meninggal akibat insiden robohnya musala Ponpes Al Khoziny. Sedangkan 20 orang masih dalam proses pencarian.
"Masih ada sekitar 20 orang lagi yang belum terevakuasi," kata Hery.
Lebih rinci dari keseluruhan 40 korban meninggal dunia, pertama kali ditemukan pada Rabu (1/10/2025) sebanyak 3 jenazah. Hari berikutnya Kamis (2/10/2025) hanya 2 jenazah, kemudian Jumat (3/10/2025) ada 9 jenazah. Lalu Sabtu (4/10/2025) ditemukan 11 jenazah.
Sedangkan hari ini, Minggu (5/10/2025) sampai pukul 18.00 WIB yang berhasil dievakuasi sebanyak 15 jenazah. Jumlah ini paling banyak ketimbang hari sebelum selama proses evakuasi.
(shf)
Lihat Juga :