PTPN IV Pastikan Kebun Teh di Simalungun Tak Akan Dikonversi
Minggu, 05 Oktober 2025 - 20:56 WIB
loading...
Pabrik pengemasan teh PTPN IV Regional II di Simalungun, Sumatera Utara. Foto/Ist
A
A
A
SIMALUNGUN - PTPN IV Regional II, Sub Holding PalmCo PTPn IV menyatakan tidak akan mengkonversi atau mengubah total Kebun Teh Sidamanik dan Kebun Teh Bah Butong di Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara menjadi kebun sawit. Melainkan hanya akan mengoptimalkan Lahan Diberakan yang merupakan lahan tidur.
“Lahan ini kami optimalkan melalui diversifikasi tanaman kelapa sawit tanpa mengabaikan pengelolaan kebun teh existing sebagai komoditas utama unit usaha Kebun Teh Butong dan Kebun Teh Sidamanik,” kata Kepala Bagian Sekretariat dan Hukum PTPN IV Regional II, Muhammad Ridho Nasution, Minggu (5/10/2025).
Baca juga: Tumbuh 149 Persen, Laba PTPN IV PalmCo Tembus Rp3,76 Triliun
Ridho menambahkan, Lahan Diberakan yang selama puluhan tahun tidak dikelola akan menimbulkan potensi kerugian bagi perusahaan dan negara. Pemilihan tanaman kelapa sawit itu bukan tanpa alasan.
“Dari hasil kajian internal, penanaman teh di Lahan Diberakan begitu berat mengingat terus naiknya ongkos produksi tanaman teh. Kami mengambil langkah optimalisasi melalui opsi yang berkelanjutan dan sah,” jelas Ridho.
Menurut Ridho, optimalisasi lahan itu juga dilakukan tanpa mengganggu eksistensi kebun teh dan telah mempedomani peraturan perundangan yang berlaku, kajian, dan atensi Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).
Baca juga: Program MBG Bisa Ciptakan Pelaku UMKM Baru dan Cegah Urbanisasi
Ridho menambahkan, di luar persoalan konversi lahan, sepanjang dua tahun terakhir unit usaha kebun teh milik PTPN IV Regional II menunjukkan lonjakan performa yang signifikan dan telah mencetak berbagai prestasi membanggakan di tingkat nasional. Teranyar keberhasilan Teh Butong memenangkan National Tea Competition (NTC) 2025 di Yogyakarta pada 22 Mei 2025.
Dalam ajang kompetisi bergengsi tersebut, Pabrik Teh Tobasari PTPN IV Regiona II juga keluar sebagai salah satu pemenang. Tak hanya itu, sepanjang tahun 2024, unit Kebun dan Pabrik Teh PTPN IV Regional II juga sukses menyabet penghargaan Turn Around Terbaik.
“Kebun Teh Bah Butong berhasil mencetak laba positif untuk pertama kalinya sejak 25 tahun terakhir, tepatnya hingga Mei 2025,” kata Ridho.
Selain itu, produk Teh Butong dan Teh Tobasari, kini juga telah menjangkau pasar yang lebih luas dan masuk dalam segmen premium. Produk ini telah dipercaya menjadi sajian eksklusif di sejumlah hotel ternama.
Langkah ini diharap tidak hanya menciptakan nilai tambah ekonomi. Tetapi juga membuka peluang usaha bagi masyarakat sekitar serta memperkuat posisi teh sebagai bagian dari kekayaan budaya dan lingkungan di Sumatera Utara.
“Prestasi-prestasi di atas menjadi bukti dan bentuk komitmen kami untuk terus mempertahankan sekaligus mengoptimalkan kebun-kebun teh yang berada di Kabupaten Simalungun,” tandas Ridho.
“Lahan ini kami optimalkan melalui diversifikasi tanaman kelapa sawit tanpa mengabaikan pengelolaan kebun teh existing sebagai komoditas utama unit usaha Kebun Teh Butong dan Kebun Teh Sidamanik,” kata Kepala Bagian Sekretariat dan Hukum PTPN IV Regional II, Muhammad Ridho Nasution, Minggu (5/10/2025).
Baca juga: Tumbuh 149 Persen, Laba PTPN IV PalmCo Tembus Rp3,76 Triliun
Ridho menambahkan, Lahan Diberakan yang selama puluhan tahun tidak dikelola akan menimbulkan potensi kerugian bagi perusahaan dan negara. Pemilihan tanaman kelapa sawit itu bukan tanpa alasan.
“Dari hasil kajian internal, penanaman teh di Lahan Diberakan begitu berat mengingat terus naiknya ongkos produksi tanaman teh. Kami mengambil langkah optimalisasi melalui opsi yang berkelanjutan dan sah,” jelas Ridho.
Menurut Ridho, optimalisasi lahan itu juga dilakukan tanpa mengganggu eksistensi kebun teh dan telah mempedomani peraturan perundangan yang berlaku, kajian, dan atensi Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).
Baca juga: Program MBG Bisa Ciptakan Pelaku UMKM Baru dan Cegah Urbanisasi
Ridho menambahkan, di luar persoalan konversi lahan, sepanjang dua tahun terakhir unit usaha kebun teh milik PTPN IV Regional II menunjukkan lonjakan performa yang signifikan dan telah mencetak berbagai prestasi membanggakan di tingkat nasional. Teranyar keberhasilan Teh Butong memenangkan National Tea Competition (NTC) 2025 di Yogyakarta pada 22 Mei 2025.
Dalam ajang kompetisi bergengsi tersebut, Pabrik Teh Tobasari PTPN IV Regiona II juga keluar sebagai salah satu pemenang. Tak hanya itu, sepanjang tahun 2024, unit Kebun dan Pabrik Teh PTPN IV Regional II juga sukses menyabet penghargaan Turn Around Terbaik.
“Kebun Teh Bah Butong berhasil mencetak laba positif untuk pertama kalinya sejak 25 tahun terakhir, tepatnya hingga Mei 2025,” kata Ridho.
Selain itu, produk Teh Butong dan Teh Tobasari, kini juga telah menjangkau pasar yang lebih luas dan masuk dalam segmen premium. Produk ini telah dipercaya menjadi sajian eksklusif di sejumlah hotel ternama.
Langkah ini diharap tidak hanya menciptakan nilai tambah ekonomi. Tetapi juga membuka peluang usaha bagi masyarakat sekitar serta memperkuat posisi teh sebagai bagian dari kekayaan budaya dan lingkungan di Sumatera Utara.
“Prestasi-prestasi di atas menjadi bukti dan bentuk komitmen kami untuk terus mempertahankan sekaligus mengoptimalkan kebun-kebun teh yang berada di Kabupaten Simalungun,” tandas Ridho.
(shf)
Lihat Juga :