Gelar Uji Laboratorium, KPI Pastikan Mutu BBM Sudah Sesuai SNI

Sabtu, 04 Oktober 2025 - 19:32 WIB
loading...
Gelar Uji Laboratorium,...
Kilang Pertamina Internasional (KPI) memastikan mutu BBM sudah sesuai SNI. Foto/SindoNews
A A A
JAKARTA - Kilang Pertamina Internasional (KPI) anak usaha PT Pertamina (Persero), melakukan uji kualitas Bahan Bakar Minyak (BBM) di Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas Bumi (BBPMGB) Lemigas, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Uji laboratorium independen ini dimaksudkan untuk memastikan seluruh produk KPI sesuai spesifikasi nasional dan aman dikonsumsi masyarakat.

Langkah ini dilakukan di tengah meningkatnya sorotan publik terkait isu mutu BBM yang beredar di SPBU. KPI menegaskan, uji silang di Lemigas merupakan prosedur reguler sekaligus bentuk transparansi perusahaan kepada masyarakat. Dengan cara ini, KPI berharap dapat meredam keraguan dan memperkuat kepercayaan konsumen terhadap BBM Pertamina.

Pjs. Corporate Secretary KPI Milla Suciyani, menyatakan uji kualitas ini mencakup produk populer seperti Pertalite, Pertamax, Pertamax Turbo, Pertadex, Biosolar, dan Avtur. “Kami ingin memastikan tidak ada keraguan, produk BBM KPI memenuhi spesifikasi, aman, dan sesuai regulasi,” kata Milla.

Baca juga: BBM Pertamina Tak Laku Dijual ke SPBU Swasta, Pengamat: Beda Kualitas

Hasil pengujian periode Agustus–September 2025 menunjukkan seluruh produk telah memenuhi standar sebagaimana diatur dalam Keputusan Dirjen Migas. Produk yang diuji berasal dari enam unit operasi KPI dan afiliasi Dumai, Plaju, Cilacap, Balikpapan, Balongan, Kilang Kasim, serta TPPI Tuban. “Hasil ini membuktikan proses pengolahan di KPI tetap optimal dan menghasilkan energi yang terjamin mutunya,” ujarnya.

Transparansi ini dinilai positif. Milla dianggap mampu menjelaskan data teknis dengan lugas sehingga publik bisa menilai langsung keterbukaan KPI. Sikap komunikatif tersebut memperkuat keyakinan bahwa pengendalian mutu bukan sekadar jargon, melainkan proses berlapis melalui audit internal dan lembaga independen seperti Lemigas.

Selain itu, KPI juga mengungkap semua laboratorium internal di unit kilang telah terakreditasi SNI ISO/IEC 17025:2017 oleh Komite Akreditasi Nasional (KAN). Sertifikasi ini memastikan validitas metode pengujian, kalibrasi alat, hingga kompetensi personel. Dengan kata lain, produk yang sampai ke konsumen telah melalui prosedur berlapis yang kredibel.


Direktur Gagas Nusantara, Romadhon Jasn, menilai langkah KPI ini sebagai contoh akuntabilitas yang patut ditiru. “Publik tidak boleh dibiarkan ragu. Dengan uji mutu di Lemigas, Pertamina menunjukkan transparansi. Ini yang perlu diapresiasi, karena keadilan energi hanya bisa dijaga lewat keterbukaan,” tegas Romadhon, Sabtu (4/10/2025).

Baca juga: 10 Brigjen Pol Dimutasi Kapolri pada September 2025, Ini Daftar Namanya

Romadhon juga menegaskan pentingnya konsistensi. Menurutnya, pengujian semacam ini sebaiknya diumumkan rutin agar kepercayaan publik terjaga. “Transparansi bukan hanya respons terhadap isu, tapi harus jadi budaya. Kalau KPI bisa konsisten, publik akan lebih tenang dan dukungan semakin kuat,” imbuhnya.

KPI menyadari, isu mutu BBM bisa berdampak pada psikologi pasar. Karena itu, perusahaan menekankan pentingnya komunikasi terbuka. “Kami memastikan pengendalian kualitas produk adalah fokus utama. Audit independen dan verifikasi internal dilakukan berlapis agar masyarakat menerima BBM yang sesuai standar,” ungkap Milla.

Romadhon mengajak publik mendukung upaya ini. “Isu energi sering jadi bola liar. Kalau Pertamina sudah buka data dan hasil laboratorium, publik juga harus objektif. Kepercayaan ini modal penting agar kita bisa bicara transisi energi dengan kepala tegak,” pungkasnya.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dukung Pemerintah Hemat...
Dukung Pemerintah Hemat Energi, Rodalink Ajak Masyarakat Bandung Bersepeda
Pasokan BBM Aman selama...
Pasokan BBM Aman selama Mudik Lebaran, Pemerintah Dinilai Berhasil Jaga Stabilitas
Sikapi Perang di Timteng,...
Sikapi Perang di Timteng, Pemprov DKI Siap Terapkan WFH demi Penghematan BBM
Cegah Efek Bahaya Uap...
Cegah Efek Bahaya Uap BBM, Pemilik SPBU Diminta Berikan APD Khusus ke Pekerja
Badan Geologi dan ESDM...
Badan Geologi dan ESDM Jabar Apresiasi Program Konservasi-Pengelolaan Air di Ciherang
Produsen AMDK Lokal...
Produsen AMDK Lokal Minta Gubernur Bali Kaji Ulang Larangan Kemasan di Bawah 1 Liter
Kebut Program Motor...
Kebut Program Motor dan Kompor Listrik Tahun Depan, Bahlil Anggarkan Rp1,45 Triliun
Kajian 13 Proyek Hilirisasi...
Kajian 13 Proyek Hilirisasi Rampung Juli, Nilainya Ditaksir Capai Rp239 Triliun
Harga BBM Nonsubsidi...
Harga BBM Nonsubsidi Mendadak Naik di Tengah Malam, DPR Bakal Panggil ESDM dan Pertamina
Rekomendasi
NASA Temukan Planet...
NASA Temukan Planet Raksasa dengan Suhu seperti di Bumi dan Dipenuhi Gas Metana
Digeruduk Mahasiswa...
Digeruduk Mahasiswa UGM saat Diskusi, Budiman Sudjatmiko: Kami Bersedia untuk Dikritik
Bonatua Silalahi Ungkap...
Bonatua Silalahi Ungkap Kejanggalan di Fotokopi Ijazah Jokowi: Tak Ada Tanggal Legalisir, Melanggar Peraturan
Berita Terkini
Kang Cucun Ajak Pesantren...
Kang Cucun Ajak Pesantren Cetak Santri Unggul Berjiwa Wirausaha dan Literasi Digital
Peringati Tahun Baru...
Peringati Tahun Baru Islam, DPP PSI Santuni 100 Anak Yatim dan Duafa
KAMMI Sesalkan Pembubaran...
KAMMI Sesalkan Pembubaran Forum Diskusi di UGM
Gempa Magnitudo 6,7...
Gempa Magnitudo 6,7 Guncang Sulteng, 1 Warga Sigi Meninggal Dunia
Yayasan Syarif Hidayatullah...
Yayasan Syarif Hidayatullah Dipakai Tanpa Izin, UIN Jakarta Siapkan Langkah Hukum
Gunung Merapi Erupsi,...
Gunung Merapi Erupsi, Guguran Lava Meluncur 2 Kilometer ke Arah Barat
Infografis
10 Radar Militer Terbaik...
10 Radar Militer Terbaik di Dunia, Sudah Teruji di Medan Perang
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved